Fakultas Teknik – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Thu, 27 Nov 2025 23:04:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png Fakultas Teknik – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Konsisten Berkarya dan Berkontribusi: Kisah Lulusan Terbaik Teknik Elektro Uniska Kediri https://uniska-kediri.id/konsisten-berkarya-dan-berkontribusi-kisah-lulusan-terbaik-teknik-elektro-uniska-kediri/ Thu, 27 Nov 2025 23:04:26 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9118 Ubeid Brimbi Sentiaki, mahasiswa asal Kabupaten Nganjuk, berhasil meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Teknik Elektro Uniska Kediri pada Wisuda Sarjana ke-45 tahun 2025. Perjalanan studinya menggambarkan bahwa ketekunan, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa mahasiswa mencapai puncak prestasi. Di tengah padatnya mata kuliah teknik yang menuntut ketelitian, ia terus menjaga ritme belajar dan tidak pernah ragu menjelajahi hal-hal baru yang memperluas kemampuan teknisnya.

Dalam tugas akhir, Ubeid memilih topik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberi solusi nyata bagi masyarakat. Melalui skripsi berjudul “Perancangan dan Implementasi Model-View-ViewModel (MVVM) dan Repository dalam Aplikasi Pelacakan Transportasi Satria Route Finder Berbasis Android,” ia melanjutkan inovasi timnya yang pernah menjadi bagian dari INOTEK Kota Kediri 2024. Pendekatan ini memungkinkan aplikasi pelacakan transportasi menjadi lebih stabil, mudah dikembangkan, dan mampu menyajikan informasi rute yang akurat. Bagi Ubeid, teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah riil, bukan hanya sebagai teori di atas kertas.

Selama menempuh pendidikan, ia menjalani tantangan yang tidak ringan. Mulai dari padatnya tugas aplikatif khas Teknik Elektro, hingga kesibukan organisasi yang menuntut manajemen waktu yang baik. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia menghadapi mata kuliah dari dosen yang dikenal “killer”. Meski demikian, justru di situlah ia menemukan tantangan intelektual yang membuatnya semakin kritis dan tekun. Tugas yang sedikit tetapi penuh jebakan konsep memaksanya menggabungkan beberapa formula dan memperluas pemahaman. Selain itu, ia menilai para dosen Teknik Elektro sebagai sosok yang kompeten dan suportif. Ia hanya berharap fasilitas laboratorium komputer dapat ditingkatkan, terutama bagi konsentrasi Komputer dan Kontrol yang membutuhkan ruang praktik lebih intensif.

Menjelang akhir perbincangan, Ubeid menyampaikan pesan yang ia tujukan kepada adik-adik tingkat yang masih berjuang menempuh kuliah di Uniska Kediri. Ia mengingatkan bahwa belajar tidak boleh bergantung pada mood. “Ilmu itu seperti matahari sore—indah tapi cepat hilang kalau tidak kita kejar,” ujarnya. Ia mendorong mahasiswa untuk terus konsisten, berani bertanya ketika tidak paham, dan tidak gengsi meminta bantuan teman. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus akan membentuk karakter seorang pembelajar sejati. “Keep growing, keep glowing,” pesannya.

Sebagai lulusan terbaik, Ubeid membawa visi besar untuk masa depan. Ia berencana masuk dunia profesional yang relevan dengan keahliannya, sambil terus meningkatkan skill dan membuka peluang untuk studi lanjut. Lebih dari itu, ia ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui proyek teknologi, edukasi, dan inovasi yang bermanfaat. Semangat inilah yang mencerminkan kualitas lulusan Uniska Kediri yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan lingkungan sekitar.

Baca Juga : Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum, Mengkaji Sound Horeg dalam Perspektif Hukum Pidana

Sebagai program studi yang terus berkembang, Teknik Elektro Uniska Kediri hadir dengan komitmen mencetak lulusan berkompeten yang siap menghadapi perubahan dunia teknologi. Didukung dosen profesional, kurikulum aplikatif, serta atmosfer akademik yang mendorong kreativitas dan inovasi, Teknik Elektro Uniska menjadi rumah bagi para calon engineer yang ingin bertumbuh dan berprestasi. Prestasi Ubeid menjadi bukti bahwa lingkungan akademik yang tepat mampu melahirkan talenta unggul yang siap berkontribusi bagi industri maupun masyarakat luas.

]]>
AI untuk Karier: Mahasiswa Uniska Kediri Harus Siap Menjadi Pemimpin Perubahan https://uniska-kediri.id/ai-untuk-karier-mahasiswa-uniska-kediri-harus-siap-menjadi-pemimpin-perubahan/ Sun, 03 Aug 2025 07:15:18 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7936 Artificial Intelligence (AI) kini menjadi bagian dari realitas dunia kerja, bukan sekadar topik diskusi akademik. Iska Yanuartanti, S.T., M.T., dosen pengampu mata kuliah Machine Learning di Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Uniska Kediri, menyampaikan bahwa mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan baru agar tetap relevan di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat.

“AI bukan hanya urusan mahasiswa teknik atau IT. Hampir semua sektor, dari bisnis, kesehatan, pendidikan hingga industri kreatif, sudah mulai menggunakan AI untuk efisiensi dan inovasi. Kalau mahasiswa tidak mulai belajar dari sekarang, mereka akan tertinggal,” tegas Iska saat ditemui di kampus Uniska Kediri.

Menurutnya, salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki adalah literasi AI. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak harus menjadi pakar AI, tetapi penting bagi mereka untuk memahami prinsip dasar bagaimana teknologi ini bekerja. “Dengan literasi AI yang cukup, mahasiswa bisa memanfaatkannya untuk tugas kuliah, penelitian, maupun pengembangan proyek. Mereka juga akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang sangat kompetitif,” ujarnya.

Iska mencontohkan penggunaan AI generatif seperti ChatGPT yang bisa membantu brainstorming ide, menyusun kerangka laporan, hingga menghasilkan konten visual. Namun, semua itu tetap membutuhkan pemahaman dan keahlian teknis, termasuk keterampilan analisis data. “AI itu hidup dari data. Kalau mahasiswa tidak bisa membaca, memahami, dan mengolah data, ya mereka akan kesulitan. Mulailah dari tools sederhana seperti Excel, lalu belajar Python, statistik dasar, dan cara berpikir berbasis data,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya prompt engineering, kemampuan menyusun instruksi yang tepat untuk AI. “Prompt itu seperti ‘bahasa komunikasi’ antara manusia dan mesin. Mahasiswa yang tahu cara membuat prompt yang jelas dan strategis akan bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan kreatif,” tambahnya.

Namun, di tengah kemajuan teknologi, Iska mengingatkan agar mahasiswa tidak melupakan aspek humanis. “AI tidak bisa menggantikan empati, intuisi, dan nilai-nilai etika manusia. Keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan integritas tetap menjadi pembeda utama dalam dunia kerja,” ujarnya.

Sebagai pendidik di Uniska Kediri, Iska melihat pentingnya peran kampus dalam menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan ini. Ia mendorong adanya kurikulum adaptif, pelatihan keterampilan digital, dan budaya belajar sepanjang hayat. “Mahasiswa tidak bisa hanya belajar di ruang kelas. Mereka harus aktif mengeksplorasi, mencoba teknologi baru, mengikuti kursus daring, dan terus upgrade kemampuan,” ujarnya.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa mahasiswa Uniska Kediri memiliki potensi besar. “AI bukan ancaman bagi karier, tapi alat untuk melesat lebih jauh. Mahasiswa Uniska Kediri harus jadi penggerak perubahan, bukan sekadar pengikut. Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita siap memanfaatkannya?” pungkasnya.

]]>
From Mager to Master: Trik Mahasiswa Upgrade Skill Tanpa Ribet https://uniska-kediri.id/from-mager-to-master-trik-mahasiswa-upgrade-skill-tanpa-ribet/ Wed, 30 Jul 2025 04:46:26 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7858  

Di tengah kemudahan akses teknologi saat ini, mahasiswa seharusnya tidak lagi menjadikan kesibukan kuliah sebagai alasan untuk tidak mengembangkan diri. Hal ini ditegaskan oleh Dian Efytra Yuliana, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro Universitas Islam Kadiri (Uniska), yang mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan mulai meng-upgrade skill mereka secara mandiri.

“Banyak mahasiswa terjebak dalam pola kuliah–pulang–rebahan. Padahal, peluang untuk berkembang sangat terbuka, bahkan bisa dimulai dari genggaman tangan sendiri,” ungkap Dian. Ia menekankan bahwa menjadi mahasiswa unggul tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar, tapi cukup dengan konsistensi dalam belajar hal-hal kecil yang relevan.

Dian Efytra Yuliana membagikan trik sederhana namun efektif agar mahasiswa bisa upgrade skill -tanpa ribet, tanpa mahal, cukup dari genggaman tangan.

Dian juga menyarankan mahasiswa untuk mulai memperhatikan keterampilan apa saja yang dibutuhkan di dunia kerja. “Coba lihat lowongan pekerjaan di LinkedIn atau Glints, lalu catat skill yang sering muncul. Dari situ, kita bisa buat target belajar yang jelas,” jelasnya. Menurutnya, skill yang perlu dimiliki tidak hanya terbatas pada hard skill seperti coding atau desain sistem, tapi juga soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan presentasi.

Menariknya, Dian mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan aplikasi gratis yang tersedia secara luas. “Belajar coding, bahasa asing, atau bahkan manajemen waktu bisa dilakukan lewat aplikasi seperti Duolingo, SoloLearn, atau cukup dengarkan podcast edukatif sambil istirahat,” tambahnya. Ia menyebut bahwa tidak perlu alat canggih atau pelatihan mahal untuk mulai belajar, asalkan ada kemauan dan rutinitas.

Dalam membangun kepercayaan diri, Dian mengingatkan bahwa kegagalan adalah bagian penting dari proses belajar. “Sensor nggak terbaca, program error—itu semua pengalaman berharga. Jangan takut gagal, yang penting tanggung jawab dan mau memperbaiki,” tegasnya.

Selain itu, Dian menekankan pentingnya bergabung dalam komunitas kampus, seperti HIMATEKTRO atau tim proyek IoT, untuk memperluas relasi dan mendapatkan inspirasi. “Komunitas bukan cuma tempat belajar bareng, tapi juga wadah untuk tumbuh bareng. Di sana kita bisa kenal peluang magang, lomba, atau riset,” ujarnya.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk membuat roadmap belajar versi diri sendiri agar perjalanan pengembangan skill lebih terarah. “Bukan soal ikut-ikutan teman, tapi soal tahu apa yang kita butuhkan dan ke mana kita ingin melangkah,” kata Dian.

Baca juga: Usaha Jalan, Penjualan Mandek? Mungkin Tiga Hal Ini Lupa Dilakukan

Mengakhiri perbincangan, Dian memberi pesan inspiratif agar mahasiswa tidak menunggu waktu yang sempurna untuk mulai. “Mulailah dari langkah kecil hari ini. Dari mager bisa jadi master, dari rebahan bisa jadi pemenang,” tutupnya dengan penuh semangat.

]]>