Fakultas Ekonomi – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Thu, 27 Nov 2025 08:55:28 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png Fakultas Ekonomi – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Uniska Kediri Sukses Gelar International Conference and Call for Paper 2nd ICAMEKA 2025 https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-sukses-gelar-international-conference-and-call-for-paper-2nd-icameka-2025/ Thu, 27 Nov 2025 08:55:28 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9106 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali menegaskan kiprahnya di dunia akademik dengan menggelar International Conference and Call for Paper – 2nd ICAMEKA 2025 pada Kamis, 27 November 2025, melalui platform virtual Zoom. Konferensi yang mengangkat tema “The Role of Research in Economics, Management, Accounting in Realizing Sustainable Development” ini melibatkan berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional sebagai co-host, menghadirkan kolaborasi akademik luas yang mendorong pertukaran gagasan serta penguatan publikasi ilmiah.

Konferensi dibuka oleh Rektor Uniska Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari berbagai negara. Ia menegaskan bahwa tema besar ICAMEKA sejalan dengan komitmen Uniska Kediri dalam memperkuat penelitian sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Rektor menekankan bahwa kampus ini berdiri di atas prinsip keunggulan, keberlanjutan, dan dampak sosial, yang diwujudkan melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi lintas disiplin maupun lintas negara.

Selaras dengan gagasan yang disampaikan rektor, Dekan Fakultas Ekonomi Uniska Kediri, Dr. Ujang Syahrul Mubarok, SS., SE., M.Si., MM., menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam isu pembangunan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan tidak dapat dicapai tanpa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Dekan mengajak seluruh peserta menjadikan ICAMEKA sebagai ruang bersama untuk memperkuat kontribusi ilmiah dan menyusun strategi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

ICAMEKA 2025 menghadirkan tujuh pembicara dari Indonesia, Australia, Nepal, Amerika Serikat, dan Timor Leste. Di antaranya: Yayat Cadarajat (Perwakilan Bank Indonesia Kediri), Gunaro Setiawan, Ph.D (Griffith University, Australia), Assoc. Prof. Dr. Sanju K. S (Tribhuvan University, Nepal), Jacob Jen H, BBA (Truton University, USA), Dr. Alfredo D. S, MPA (Universidade Dili, Timor Leste), serta dua akademisi nasional yaitu Dr. Prihat A dan Dr. Karari B.P dari Uniska Kediri. Kehadiran para akademisi dari berbagai negara ini menjadikan konferensi lebih kaya perspektif dan relevan dengan dinamika global.

Pada sesi paparan salah satu keynote speaker, Yayat Cadarajat, selaku Perwakilan Bank Indonesia Kediri, menyoroti tantangan dunia dalam menghadapi Triple Planetary Crisis: perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kerentanan tinggi karena karakter geografis kepulauan serta keterbatasan sistem pengelolaan limbah. Menurutnya, solusi strategis yang sedang menjadi fokus adalah penerapan circular economy melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pemerintah telah menempatkan ekonomi sirkular sebagai prioritas dalam visi transformasi ekonomi 2045, sementara Bank Indonesia mendukung melalui pembiayaan hijau, penyediaan green data, dan penguatan kebijakan makroprudensial yang ramah lingkungan.

Selain memperkaya wawasan, ICAMEKA 2025 juga membuka peluang publikasi ilmiah melalui jurnal terindeks Sinta 3, 4, dan 5, jurnal nasional, prosiding konferensi, hingga book chapter. Tema penelitian yang diakomodasi meliputi ekonomi, manajemen, akuntansi, ekonomi syariah, administrasi bisnis, kewirausahaan, serta studi relevan lainnya yang bertumpu pada isu keberlanjutan. Konferensi ini tidak hanya menjadi wadah bagi peneliti untuk mempresentasikan gagasan terbaiknya, tetapi juga ruang strategis untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kualitas publikasi.

Baca Juga : Cerdas Finansial Sejak di Kampus, Yuk Belajar Manajemen Keuangan!

Melalui penyelenggaraan 2nd ICAMEKA 2025, Fakultas Ekonomi Uniska Kediri menegaskan posisinya sebagai institusi yang progresif dan visioner dalam merespons isu-isu global. Konferensi ini sekaligus menjadi bukti komitmen kampus dalam menghadirkan riset yang berdampak, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendorong lahirnya inovasi akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun dunia.

]]>
Inspiratif! Inilah Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi Uniska Kediri di Wisuda Sarjana ke-45 https://uniska-kediri.id/inspiratif-inilah-lulusan-terbaik-fakultas-ekonomi-uniska-kediri-di-wisuda-sarjana-ke-45/ Wed, 26 Nov 2025 23:40:17 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9094 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali melahirkan dua lulusan terbaik pada Wisuda Sarjana ke-45 Tahun 2025 dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Keduanya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak perjuangan, ketekunan, serta visi besar untuk masa depan. Suparyanto dari Prodi Manajemen dan Alisa Qurrota A’yun Khoirul Bariyah dari Prodi Akuntansi menjadi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keberhasilan adalah hasil dari konsistensi, komitmen, dan keberanian menghadapi proses.

Suparyanto, mahasiswa asal Musi Rawas, Sumatera Selatan, menjadi lulusan terbaik Prodi Manajemen berkat perjalanan studinya yang penuh tantangan sekaligus kisah keteguhan. Menikah pada semester tiga dan menghadapi kondisi keluarga yang makin kompleks ketika istrinya mengandung anak kembar pada semester akhir, Suparyanto harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga. Meski demikian, ia mampu menyelesaikan studinya dengan baik berkat manajemen waktu yang disiplin, komunikasi intens dengan dosen pembimbing, serta tekad yang kuat. Baginya, mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin dengan aktif berorganisasi, membangun relasi, dan terus mengingat alasan awal mengapa mereka memilih berkuliah.

Dalam penelitiannya, Suparyanto mengangkat judul “Dampak Mediasi Keputusan Donasi pada Pengaruh antara Persepsi Donatur dan Brand Image terhadap Loyalitas Donatur di Lembaga Sosial Muslim Kediri Peduli (MKP)”. Topik ini ia pilih karena ingin melihat bagaimana konsep pemasaran dapat diterapkan dalam lembaga nonprofit dalam membangun kepercayaan dan loyalitas donatur. Setelah lulus, ia bertekad mengembangkan Sekolah Kuttab Abdullah Bin Mas’ud hingga jenjang SMA, membangun perusahaan, dan mendirikan lembaga sosial. Suparyanto juga memiliki cita-cita untuk terlibat dalam dunia politik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sembari tetap membuka peluang melanjutkan studi ke jenjang S2.

Selanjutnya, Alisa Qurrota A’yun Khoirul Bariyah, mahasiswi asal Kediri, meraih posisi sebagai lulusan terbaik dari prodi akuntansi Uniska Kediri, dengan konsistensi energi positif dan dedikasi tinggi pada proses akademik. Alisa dikenal aktif berorganisasi sekaligus tetap menjaga performa perkuliahan. Tantangan terbesar baginya adalah mengatur waktu antara organisasi, kuliah, dan penyusunan skripsi. Namun, ia mampu melewatinya dengan membuat jadwal prioritas serta memaksimalkan dukungan keluarga dan teman. Alisa selalu berpesan kepada adik tingkat untuk tidak menunda tugas, tetap konsisten, serta berani bertanya ketika menemui kesulitan.

Skripsi Alisa berjudul “Pengaruh Green Banking Disclosure dan Social Banking terhadap Nilai Perusahaan dengan Banking Sustainable Performance sebagai Variabel Mediasi.” Ia memilih tema tersebut karena isu keberlanjutan dan perbankan hijau merupakan tren penting dalam industri keuangan modern. Melalui penelitiannya, Alisa ingin melihat bagaimana sektor perbankan dapat memberikan dampak lingkungan dan sosial sekaligus meningkatkan nilai perusahaan. Ke depan, Alisa bercita-cita bekerja di bidang akuntansi, membangun usaha sendiri untuk membuka lapangan kerja, serta melanjutkan studi S2. Ia juga ingin berkontribusi dalam literasi keuangan dan pemberdayaan generasi muda.

Baca Juga : Tiga Srikandi Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Uniska Kediri

Prestasi dua lulusan terbaik ini menjadi bukti bahwa Fakultas Ekonomi Uniska Kediri terus mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi dunia profesional maupun sosial. Dengan dukungan dosen yang kompeten, fasilitas kampus yang terus berkembang, serta lingkungan akademik yang kondusif, Uniska Kediri menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk mewujudkan mimpi. Kisah Suparyanto dan Alisa menegaskan bahwa perjalanan menuju kesuksesan adalah perpaduan antara tekad, pengorbanan, dan keberanian untuk terus melangkah.

]]>
Mahasiswa Uniska Kediri Terjun ke UMKM, Terapkan e-Budgeting Lewat Aplikasi SiApik https://uniska-kediri.id/mahasiswa-uniska-kediri-terjun-ke-umkm-terapkan-e-budgeting-lewat-aplikasi-siapik-2/ Wed, 19 Nov 2025 05:11:09 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8949 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menerapkan pembelajaran berbasis praktik melalui mata kuliah e-Budgeting dengan terjun langsung mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan sistem penganggaran digital menggunakan aplikasi SiApik, platform resmi yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

Menurut dosen pengampu mata kuliah e-Budgeting, Zulfia Rahmawati, S.E., M.SEI, program ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep penganggaran elektronik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Lewat aplikasi SiApik, mahasiswa belajar menyusun anggaran, menghitung modal, serta membuat laporan keuangan seperti neraca dan laba rugi secara otomatis. Aplikasi ini gratis dan sangat bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan sistem pencatatan keuangan digital,” jelasnya.

Sebanyak 10 UMKM telah dipilih untuk mendapatkan pendampingan dalam program ini. UMKM tersebut ditentukan berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan mahasiswa, di mana ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih belum memiliki sistem pencatatan keuangan digital yang teratur.

Mahasiswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan wawancara dan observasi di wilayah masing-masing, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri. Menariknya, ada pula beberapa mahasiswa yang memilih untuk mendampingi usaha milik orang tua mereka sendiri, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih personal dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Program pendampingan ini direncanakan berlangsung mulai November 2025 hingga Januari 2026, mencakup tahapan observasi, implementasi aplikasi, hingga pelaporan hasil kegiatan kepada dosen pengampu.

Zulfia menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui e-Budgeting, mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang pengelolaan anggaran, tetapi juga terlibat langsung dalam meningkatkan literasi keuangan digital UMKM. Dengan begitu, mereka belajar berkontribusi bagi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam digitalisasi ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi Fakultas Ekonomi Uniska dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan aplikatif di dunia nyata.

]]>
Mahasiswa Uniska Kediri Terjun ke UMKM, Terapkan e-Budgeting Lewat Aplikasi SiApik https://uniska-kediri.id/mahasiswa-uniska-kediri-terjun-ke-umkm-terapkan-e-budgeting-lewat-aplikasi-siapik/ Sat, 15 Nov 2025 05:11:09 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8949 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menerapkan pembelajaran berbasis praktik melalui mata kuliah e-Budgeting dengan terjun langsung mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan sistem penganggaran digital menggunakan aplikasi SiApik, platform resmi yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

Menurut dosen pengampu mata kuliah e-Budgeting, Zulfia Rahmawati, S.E., M.SEI, program ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep penganggaran elektronik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Lewat aplikasi SiApik, mahasiswa belajar menyusun anggaran, menghitung modal, serta membuat laporan keuangan seperti neraca dan laba rugi secara otomatis. Aplikasi ini gratis dan sangat bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan sistem pencatatan keuangan digital,” jelasnya.

Sebanyak 10 UMKM telah dipilih untuk mendapatkan pendampingan dalam program ini. UMKM tersebut ditentukan berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan mahasiswa, di mana ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih belum memiliki sistem pencatatan keuangan digital yang teratur.

Mahasiswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan wawancara dan observasi di wilayah masing-masing, baik di Kota maupun Kabupaten Kediri. Menariknya, ada pula beberapa mahasiswa yang memilih untuk mendampingi usaha milik orang tua mereka sendiri, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih personal dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Program pendampingan ini direncanakan berlangsung mulai November 2025 hingga Januari 2026, mencakup tahapan observasi, implementasi aplikasi, hingga pelaporan hasil kegiatan kepada dosen pengampu.

Zulfia menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui e-Budgeting, mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang pengelolaan anggaran, tetapi juga terlibat langsung dalam meningkatkan literasi keuangan digital UMKM. Dengan begitu, mereka belajar berkontribusi bagi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam digitalisasi ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi Fakultas Ekonomi Uniska dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan aplikatif di dunia nyata.

]]>
Terpilih Sebagai Duta Literasi Keuangan OJK, Mahasiswa Uniska Kediri Ajak Generasi Muda Melek Finansial https://uniska-kediri.id/terpilih-sebagai-duta-literasi-keuangan-ojk-mahasiswa-uniska-kediri-ajak-generasi-muda-melek-finansial/ Mon, 20 Oct 2025 05:41:24 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8784

Mahasiswa Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat regional. Adalah Ade’ Ilham Saputra, mahasiswa Program Studi Akuntansi semester VII, yang berhasil terpilih sebagai salah satu Duta Literasi Keuangan dalam ajang yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta atau 11 pasang perwakilan duta wisata dari berbagai daerah se-Karesidenan Kediri dan Madiun. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, hanya 13 finalis yang melaju ke tahap Grand Final.

Rangkaian kegiatan pemilihan Duta Literasi Keuangan ini berlangsung cukup panjang dan penuh pembelajaran. Dimulai dari tahap pendaftaran dan pembekalan yang dilaksanakan setiap hari Kamis selama bulan Juli, para peserta kemudian melanjutkan dengan pembuatan proyek literasi dan konten edukatif setiap bulan, mulai Juni hingga September. Setelah itu, mereka menjalani masa karantina untuk mempersiapkan diri menghadapi malam puncak Grand Final yang digelar di Balai Kota Kediri, tempat para finalis mempresentasikan hasil karya dan gagasan mereka di bidang literasi keuangan.

Ade’ Ilham mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti ajang ini berawal dari keinginan untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran finansial di kalangan generasi muda. “Saya tertarik mengikuti program Duta Literasi Keuangan OJK karena ingin menjadi bagian dari generasi muda yang sadar pentingnya mengelola keuangan dengan bijak. Melalui program ini, saya berharap dapat memperluas pengetahuan mengenai literasi keuangan, memahami instrumen keuangan yang aman, serta menyalurkan semangat tersebut kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ade’ Ilham menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang membuka wawasan tentang dunia finansial yang sering kali masih asing bagi sebagian masyarakat. Ia menambahkan, menjadi Duta Literasi Keuangan bukan hanya sebuah gelar, melainkan tanggung jawab untuk terus menyebarkan nilai-nilai penting tentang pengelolaan keuangan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Mahasiswa Uniska Kediri Lolos 6 Besar Regional dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad 2025

Sebagai Duta Literasi Keuangan, Ade’ Ilham turut menyampaikan pesannya kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Uniska Kediri, untuk mulai menanamkan kebiasaan bijak dalam mengatur keuangan pribadi. “Literasi keuangan bukan hanya soal menabung atau berinvestasi, tetapi tentang bagaimana kita mengatur setiap rupiah yang kita miliki dengan penuh kesadaran. Mulailah dari hal kecil seperti mencatat pengeluaran, menyisihkan uang untuk tabungan, dan berpikir cerdas sebelum berbelanja. Keuangan yang sehat hari ini adalah langkah awal menuju masa depan yang sejahtera,” pesannya penuh inspirasi.

]]>
Mahasiswa Uniska Kediri Lolos 6 Besar Regional dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad 2025 https://uniska-kediri.id/mahasiswa-uniska-kediri-lolos-6-besar-regional-dalam-indonesia-sharia-financial-olympiad-2025/ Thu, 16 Oct 2025 06:35:16 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8764 Tiga mahasiswa Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Uniska Kediri berhasil lolos ke enam besar regional Kediri dalam ajang Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga mahasiswa tersebut adalah Merlinda Saktiva Juniar, Amellia Aura Syifa Rahma Hadi, dan Ana Puspitasari, mahasiswa semester tiga yang menunjukkan semangat luar biasa dalam mengasah kemampuan di bidang keuangan syariah.

Keikutsertaan mereka berawal dari ketertarikan untuk memanfaatkan waktu liburan semester dengan kegiatan positif. ISFO 2025 menjadi pilihan karena relevan dengan bidang ekonomi dan keuangan syariah yang mereka pelajari di kampus. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, hanya sekitar dua hingga tiga minggu, mereka membagi peran, berdiskusi intensif, dan memperdalam pemahaman melalui bimbingan dosen pembina Zulfia Rahmawati, S.E., M.SEI. Dukungan penuh dari Fakultas Ekonomi Uniska Kediri, para dosen, serta alumni yang pernah mengikuti ajang serupa menjadi dorongan kuat bagi tim untuk tampil optimal dan berhasil mengamankan posisi enam besar di tingkat regional.

Dosen pembimbing Zulfia Rahmawati, S.E., M.SEI. menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa bimbingannya. Ia menilai, partisipasi dalam ISFO 2025 bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah pembelajaran yang menumbuhkan karakter unggul, berpikir kritis, dan berintegritas di tengah perkembangan dunia keuangan digital. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis, berinovasi, serta memahami secara mendalam nilai-nilai ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan.

Saat ini, tim Uniska Kediri tengah bersiap menuju Babak Final Regional Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025. Mereka membawa harapan besar untuk dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Universitas Islam Kadiri di tingkat nasional. Semangat juang, kolaborasi, dan dedikasi yang mereka tunjukkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Uniska Kediri untuk terus berprestasi, berproses, dan menunjukkan potensi terbaik di berbagai bidang.

]]>
Inovasi Uniska Kediri Unggul, Tim Temulanggan Raih Juara Favorit Bidang Ekonomi https://uniska-kediri.id/inovasi-uniska-kediri-unggul-tim-temulanggan-raih-juara-favorit-bidang-ekonomi/ Fri, 03 Oct 2025 05:24:30 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8778 Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menorehkan prestasi membanggakan melalui Tim Temulanggan yang berhasil meraih Juara Favorit 1 Bidang Ekonomi dalam ajang bergengsi Gelar Lomba Inovasi “Kediri Cerdas Tahun 2025” Cipta Kreativitas, Teknologi, dan Inovasi. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai wadah untuk mendorong lahirnya inovasi daerah berbasis kreativitas dan teknologi.

Tim yang diketuai oleh Anas Haikal, S.Si., M.MT., serta beranggotakan Iin Kurniasari, S.Kom., M.Si., M.Kom. dan Allif Musthofa, S.Kom., telah mengikuti tahapan Seleksi Substansi berupa pemaparan atau presentasi pada Selasa, 30 September 2025, bertempat di Ruang Rapat Panji Mahardhika BRIDA Kabupaten Kediri, Jl. Pamenang No. 1 Kediri.

Pada Kamis, 2 Oktober 2025, Tim Temulanggan resmi diumumkan sebagai Tim Favorit 1 di kategori Ekonomi, mengungguli peserta-peserta lain dari berbagai institusi. Keberhasilan ini merupakan bukti keseriusan Uniska Kediri dalam mengembangkan inovasi berbasis riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung visi daerah menuju transformasi cerdas dan berdaya saing.

temulanggan.id sendiri adalah layanan inovasi teknologi yang mengembangkan ekosistem pedagang keliling dengan berbagai institusi terkait seperti Lembaga Keuangan, Pemerintah dan Institusi akademik. Layanan temulanggan.id memiliki beberapa fitur unggulan yaitu tracking real time posisi pedagang keliling, fitur edukasi, fitur keuangan (peminjaman dan tabungan), fitur legalitas usaha dan sebagainya. Harapanya dengan adanya temulanggan.id mampu memberikan dampak efisiensi proses bisnis kepada pedagang keliling, kemudahan akses permodalan, pengembangan kapasitas dan kemampuan pedagang, serta mendorong kolaborasi berbagai pihak. temulanggan.id sebagai poros penggerak ekonomi grassroot dalam upaya peningkatan PDB (Product Domestic Bruto).

Berawal dari kegelisahan pribadi sang ketua tim, Anas Haikal, S.Si., M.MT., yang melihat banyak UMKM di lingkungan sekitar terjerat pinjaman karena mengakses lembaga keuangan tidak legal, serta realita pedagang keliling yang setiap hari berkeliling tanpa kepastian pembeli dan sebaliknya pembeli pun kesulitan mengetahui keberadaan pedagang, muncullah gagasan untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu menjembatani kebutuhan keduanya. Dari niat untuk membantu masyarakat kecil inilah inovasi Temulanggan lahir.

Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika Uniska Kediri untuk terus melahirkan gagasan kreatif dan inovatif yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

]]>
Fakultas Ekonomi Uniska Kediri Rancang Kurikulum Fleksibel dan Berdampak Lewat Benchmarking dengan FEB UB https://uniska-kediri.id/fakultas-ekonomi-uniska-kediri-rancang-kurikulum-fleksibel-dan-berdampak-lewat-benchmarking-dengan-feb-ub/ Thu, 31 Jul 2025 05:24:40 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7918 Merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman adalah langkah strategis untuk mencetak lulusan yang tangguh dan siap bersaing. Inilah semangat yang diusung Fakultas Ekonomi Uniska Kediri saat menyelenggarakan Workshop Kurikulum secara daring pada Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Manajemen dan Akuntansi ini menjadi ajang penting untuk melakukan benchmarking bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), demi menyempurnakan arah dan isi kurikulum yang lebih kekinian, fleksibel, dan berdampak.

Berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB melalui Zoom, para peserta mendalami struktur dan arah kurikulum S1 Manajemen dan S1 Akuntansi dari FEB UB. Workshop ini tidak hanya menyoroti desain mata kuliah, tetapi juga mendorong penguatan implementasi program magang berdampak serta pertukaran mahasiswa (inbound–outbound) sebagai strategi membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan selaras dengan dinamika dunia kerja.

 

Dua narasumber dari FEB UB, yaitu Yeney Widya Prihatiningtias, S.E., M.S.A., D.B.A., Ak (Kepala Departemen Akuntansi) dan Raditha Hapsari, S.E., M.M., Ph.D (Kepala Program Studi S1 Manajemen), memaparkan sejumlah praktik unggul dalam penyusunan kurikulum, mulai dari integrasi teknologi digitalisasi, penguatan ciri khas prodi, kolaborasi lintas sektor dalam pembelajaran, hingga pentingnya sertifikasi kompetensi mahasiswa untuk memperkuat kepercayaan industri.

Miladiah Kusumaningarti, S.E., M.M., Ak selaku Koordinator Prodi S1 Akuntansi Uniska Kediri menilai masukan terkait integrasi teknologi informasi dalam akuntansi serta fleksibilitas kurikulum sangat dibutuhkan. “Masukan seperti ini membuat kami bisa menyempurnakan struktur kurikulum yang sesuai dengan perkembangan industri akuntansi,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh Brahma Wahyu Kurniawan, S.E., M.Pd, PJ Kurikulum Prodi S1 Manajemen. Ia menyebut bahwa kegiatan ini memperkaya wawasan tentang kurikulum yang lebih kontekstual dan progresif. “Harapannya, implementasi ke depan lebih adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi mahasiswa,” ujarnya.

Kesan positif juga datang dari Moch. Wahyudi, S.E., M.M, PJ Kurikulum Prodi S1 Akuntansi. Ia mengapresiasi insight baru tentang bagaimana perkembangan akuntansi harus diterjemahkan dalam bentuk penyesuaian mata kuliah yang tepat dan relevan. Sementara itu, Zaenul Muttaqien, S.E., M.M, dosen Manajemen sekaligus alumni FEB UB, menekankan pentingnya penerapan metode Problem-Based Learning (PBL) secara optimal dan praktik bisnis yang komprehensif. “Penerapan PBL perlu ditingkatkan agar mahasiswa terlibat langsung dalam proses berpikir dan pemecahan masalah yang nyata,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Dekan Fakultas Ekonomi Uniska Kediri, Dr. Ujang Syahrul Mubarrok, S.E., S.S., M.Si., M.M menyampaikan bahwa berbagai rekomendasi dari narasumber akan segera ditindaklanjuti. “Insyaallah, kami akan ikuti saran-saran yang telah disampaikan, terutama terkait dengan konten dan implementasi kurikulum yang kekinian, fleksibel, dan relevan agar mampu menghasilkan lulusan berdaya saing,” tegasnya.

Baca juga: Tembus Scopus Bukan Mimpi: FE Uniska Geber Workshop Publikasi Internasional

Dengan semangat kolaboratif dan keterbukaan terhadap pembaruan, Fakultas Ekonomi Uniska Kediri berkomitmen untuk terus menyempurnakan kurikulum sebagai fondasi pembelajaran yang berdampak, kontekstual, dan terhubung langsung dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

]]>
Usaha Jalan, Penjualan Mandek? Mungkin Tiga Hal Ini Lupa Dilakukan https://uniska-kediri.id/usaha-jalan-penjualan-mandek-mungkin-tiga-hal-ini-lupa-dilakukan/ Tue, 29 Jul 2025 04:50:49 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7847 Banyak pelaku UMKM memulai usaha dengan semangat besar. Produk dibuat, promosi dilakukan, dan penjualan mulai berjalan. Namun setelah beberapa waktu, usaha tak juga berkembang. Menurut Rafikhein Novia Ayuanti, S.E., M.M., dosen Manajemen UMKM Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, situasi seperti ini sering terjadi karena pelaku usaha terlalu fokus pada operasional harian, tanpa membangun fondasi manajemen yang kuat.

Rafikhein melihat langsung bagaimana UMKM lokal sering kali berjalan tanpa pencatatan keuangan yang rapi. Keuntungan tidak jelas, modal bercampur dengan pengeluaran pribadi, dan tak ada laporan yang bisa dijadikan dasar evaluasi. “Ini seperti berkendara tanpa peta. Mungkin bisa sampai tujuan, tapi sering tersesat dan boros energi,” ujarnya.

Selain itu, banyak UMKM belum mengenali siapa sebenarnya pasar yang mereka tuju. Produk dilempar ke semua segmen, promosi dilakukan secara acak, dan hasilnya pun tidak maksimal. Menurutnya, mengenali karakter pembeli, memahami kebutuhan mereka, serta menyesuaikan strategi promosi, adalah langkah penting agar penjualan bisa naik secara signifikan.

Hal lain yang juga sering diabaikan adalah branding. Rafikhein menekankan bahwa konsistensi dalam membangun citra usaha harus dijaga, bahkan sejak awal. Branding bukan hanya soal desain logo atau nama yang menarik, tapi soal kepercayaan, pelayanan, dan kualitas yang dirasakan langsung oleh pelanggan. “Brand yang kuat itu seperti janji. Kalau konsisten ditepati, pelanggan akan kembali,” katanya.

Yang menarik dari pendekatan pembelajaran di Uniska Kediri adalah penanaman nilai-nilai etika dan keberkahan dalam bisnis. Menurut Rafikhein, usaha tidak hanya soal untung, tapi juga soal manfaat. Kejujuran dalam bertransaksi, tanggung jawab sosial, dan semangat memberi kontribusi untuk masyarakat, adalah bagian dari manajemen UMKM yang sehat.

Lewat mata kuliah Manajemen UMKM yang ia ampu, Rafikhein berharap lulusan Uniska bisa menjadi pelaku usaha yang tangguh, terukur, dan bermakna. Namun lebih dari itu, ia berharap tips dan pendekatan ini juga bisa menginspirasi para pelaku UMKM di luar kampus. Karena di tengah persaingan yang semakin ketat, hanya usaha yang dikelola dengan sadar dan konsisten yang akan bertahan dan berkembang.

]]>
Ketika Belajar Menjadi Gaya Hidup: Kisah Sukses Endah Kurniawati https://uniska-kediri.id/ketika-belajar-menjadi-gaya-hidup-kisah-sukses-dr-endah-kurniawati/ Mon, 28 Jul 2025 13:08:48 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7813 Dr. Endah Kurniawati, S.E., M.M., dosen Prodi Ilmu Manajemen konsentrasi MSDM, resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan studi S3 dalam waktu 2 tahun 11 bulan dengan IPK 3,97 dan predikat dengan pujian. Ia menjadi doktor ke-197 dari Program Doktor Ilmu Manajemen di STIESIA Surabaya, dengan sidang terbuka yang berlangsung pada Rabu, 23 Juli 2025.

Di tengah kesibukannya sebagai pengajar, ia tetap konsisten menempuh studi doktoral dengan semangat yang tak surut. “Motivasi saya melanjutkan studi S3 di bidang Manajemen, khususnya Manajemen Sumber Daya Manusia, berangkat dari keinginan untuk terus berkembang secara akademik dan profesional,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan ia ingin tetap relevan dengan perkembangan zaman sebagai seorang dosen.

Meski tak mudah membagi waktu antara mengajar, kuliah, dan kehidupan pribadi, Dr. Endah memiliki strategi tersendiri. “Kuncinya ada pada disiplin dan manajemen waktu,” tuturnya. Ia menyusun jadwal harian yang ketat, menetapkan prioritas, dan belajar mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang kurang mendesak. Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan kerja sangat berperan dalam menjaga keseimbangan peran yang ia jalani.

Disertasi yang ia susun berjudul “Sustainability Reporting: Perspektif Framing Theory dan Rhetoric Theory”, dengan studi kasus pada PT GoTo selama tahun 2021–2023. Dalam penelitiannya, ia menelaah bagaimana perusahaan membingkai pesan keberlanjutan melalui strategi naratif dan retorika, serta pengaruhnya terhadap legitimasi publik. “Manfaatnya adalah memberikan pemahaman kritis terhadap praktik pelaporan keberlanjutan, bukan hanya dari sisi kepatuhan formal, tapi juga dari cara pesan dikonstruksi untuk membentuk persepsi publik,” jelasnya.

Tantangan terbesar selama studi, menurut Dr. Endah, adalah menjaga semangat dan energi di tengah berbagai tuntutan peran. “Kadang muncul rasa jenuh, lelah, bahkan keraguan terhadap diri sendiri,” akunya. Untuk mengatasi itu, ia menetapkan target-target kecil, berdiskusi dengan promotor dan teman seperjuangan, serta menyediakan ruang untuk jeda dan refleksi. “Saya juga menjadikan belajar hal baru sebagai cara untuk memulihkan semangat,” tambahnya, mengingat bahwa salah satu hobinya memang belajar hal-hal baru.

Momen sidang terbuka menjadi pengalaman yang sangat membekas bagi Dr. Endah. “Sidang terbuka adalah momen yang sangat emosional sekaligus membanggakan. Rasanya seperti puncak dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan,” kenangnya. Baginya, dukungan keluarga, kolega, dan pembimbing yang hadir di ruang sidang menjadi pengingat bahwa capaian ini bukan hanya miliknya sendiri. “Selain itu, pertanyaan-pertanyaan dari para penguji juga memperkaya perspektif saya terhadap hasil penelitian,” ujarnya menutup percakapan.

]]>