Prestasi – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Sat, 18 Apr 2026 03:20:22 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png Prestasi – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Ocky Tri Gogik Sunarto, Alumni UNISKA Kediri Ukir Kiprah di Tingkat Nasional https://uniska-kediri.id/ocky-tri-gogik-sunarto-alumni-uniska-kediri-ukir-kiprah-di-tingkat-nasional/ Sun, 19 Apr 2026 23:19:13 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9678 Alumni Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dari Fakultas Teknik, Ocky Tri Gogik Sunarto, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wakil Ketua Bidang III Pengumpulan, Pengolahan Data serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KONI Pusat untuk periode 2026–2027. Amanah strategis ini menempatkan Ocky pada posisi penting dalam mendukung pengelolaan data olahraga nasional yang menaungi lebih dari 70 cabang olahraga di Indonesia.

Ocky merupakan putra daerah asal Kediri yang menempuh pendidikan di Uniska Kediri, Fakultas Teknik, setelah sebelumnya berlatar belakang pendidikan komputer. Ia melanjutkan studi di Uniska Kediri pada tahun 2017 dan lulus pada tahun 2019 dari program Teknik Elektro. Dalam perjalanannya, pengalaman akademik dan lingkungan belajar di Uniska Kediri menjadi bagian penting yang membentuk cara berpikir, kedisiplinan, dan kemampuan profesionalnya sehingga mampu berkiprah di level nasional.

Dalam wawancara, Ocky menjelaskan bahwa tugas utamanya di KONI Pusat adalah mengawal pengumpulan dan pengolahan data prestasi atlet nasional pada berbagai penyelenggaraan multievent. Data tersebut mencakup data diri atlet, capaian prestasi, hingga rekor yang tercipta, lalu diintegrasikan dalam satu sistem digital. Menurutnya, digitalisasi ini penting agar KONI memiliki basis data yang kuat untuk memetakan kekuatan atlet nasional dalam menghadapi kompetisi internasional, sekaligus menunjang kebutuhan sport science di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa bidang yang dipimpinnya berperan dalam memperkuat arus informasi dari pusat ke daerah agar koordinasi semakin efektif dan meminimalkan miskomunikasi.

Kepercayaan yang diberikan KONI Pusat tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Ocky mengaku bersyukur dan bangga bisa berada di titik ini, terlebih karena ia dapat membawa nama baik daerah asal dan almamaternya. Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut secara maksimal dan sebaik-baiknya.

Perjalanan Ocky hingga sampai pada posisi sekarang bukanlah sesuatu yang instan. Berdasarkan riwayat pengalamannya, ia merupakan mantan atlet catur yang kemudian berkembang menjadi praktisi olahraga dengan fokus pada subsektor sport science, khususnya sport technology. Ia tercatat pernah terlibat dalam berbagai event olahraga nasional dan internasional, baik di level teknis maupun manajerial. Salah satu capaian pentingnya adalah menjadi IT Project Manager dan pemimpin operasional aplikasi GMS pada ajang besar seperti PON 2024 dan Peparnas 2024. Ia juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi dan event olahraga, termasuk sebagai delegasi Indonesia pada forum kepemudaan olimpik internasional serta bagian dari pengembangan sistem dan teknologi olahraga.

Menurut Ocky, tantangan terbesar dalam pengelolaan data olahraga nasional saat ini adalah karena setiap cabang olahraga masih banyak yang memiliki sistem masing-masing atau berjalan secara terpisah. Kondisi tersebut membuat proses sinkronisasi data membutuhkan waktu dan koordinasi yang tidak sederhana. Karena itu, ia ingin mendorong optimalisasi digitalisasi data prestasi olahraga nasional, terutama pada cabang-cabang olahraga unggulan, agar Indonesia memiliki data yang valid, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan secara strategis untuk pembinaan prestasi. Selain itu, ia juga tengah mendorong pengembangan data tenaga olahraga agar sumber daya pendukung seperti volunteer dan liaison officer memiliki bekal yang lebih terarah dan profesional.

Di tengah kiprahnya yang luas, Ocky tetap mengingat peran Uniska Kediri dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku sangat menikmati proses belajar di Fakultas Teknik karena para dosennya terbuka untuk berdiskusi dan tidak menciptakan jarak dengan mahasiswa. Bahkan hingga kini, sesekali ia masih berdiskusi dengan dosen yang pernah mengampu mata kuliahnya saat kuliah di Uniska Kediri. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah perjuangan menempuh studi sambil bekerja, sehingga ia harus mengambil kelas malam dan belajar menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan dunia kerja. Pengalaman itu justru membentuk daya juang dan manajemen waktu yang kuat.

Sebagai alumni yang kini berkiprah di tingkat nasional, Ocky juga membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa dan alumni Uniska Kediri. Ia mengajak generasi muda untuk terus berinovasi, terus berkembang menjadi lebih baik, serta aktif membangun jejaring. Menurutnya, networking adalah aset yang sangat berharga karena tidak bisa dibeli, namun dapat membuka banyak peluang di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa di era saat ini, bekal akademik saja belum cukup. Mahasiswa perlu memperkuat soft skill, mengikuti pelatihan, dan menambah sertifikasi agar memiliki nilai tambah di dunia profesional.

Ocky berharap Uniska Kediri terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. Ia menilai pembekalan yang lebih aplikatif, termasuk sertifikasi atau kerja sama dengan berbagai instansi, akan menjadi langkah penting agar lulusan UNISKA semakin kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga : Dari Uniska Kediri ke Panggung Dunia: Naufal Ghani Bayhaqi Lolos S2 di Chulalongkorn University Thailand

Keberhasilan Ocky Tri Gogik Sunarto menembus panggung nasional menjadi bukti bahwa alumni Uniska Kediri mampu bersaing, berprestasi, dan mengambil peran strategis bagi Indonesia. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Uniska Kediri untuk terus melangkah maju, mengembangkan potensi, dan membawa nama almamater semakin dikenal luas melalui karya nyata.

]]>
Dari Uniska Kediri ke Panggung Dunia: Naufal Ghani Bayhaqi Lolos S2 di Chulalongkorn University Thailand https://uniska-kediri.id/dari-uniska-kediri-ke-panggung-dunia-naufal-ghani-bayhaqi-lolos-s2-di-chulalongkorn-university-thailand/ Sat, 18 Apr 2026 23:52:55 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9675 Naufal Ghani Bayhaqi, mahasiswa Fakultas Hukum Uniska Kediri, berhasil diterima pada Program Master of Laws in Business Law International Program di Chulalongkorn University, Thailand. Ia diterima pada jalur tesis program yang disebutnya hanya menerima sekitar 10 mahasiswa. Saat menerima email kelulusan pada sore hari, Naufal mengaku merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka dapat lolos pada program tersebut.

Pencapaian ini menjadi hasil dari perjalanan panjang yang dilandasi semangat belajar dan tekad kuat untuk terus menempuh pendidikan. Naufal berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dengan kedua orang tua yang berprofesi sebagai pedagang. Ketertarikannya pada dunia hukum, khususnya hukum pajak, tumbuh sejak masa kuliah. Baginya, pajak bukan sekadar instrumen negara, melainkan salah satu sarana penting pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga termotivasi oleh cita-citanya untuk menjadi dosen, agar ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada generasi berikutnya.

Pilihan Naufal untuk melanjutkan studi pada bidang Business Law International Program tidak lepas dari pengalaman hidupnya. Selama lebih dari 20 tahun tinggal di lingkungan pasar tradisional, ia menyaksikan langsung bagaimana pandemi COVID-19 menghentikan aktivitas pasar dan membuat banyak pelaku UMKM kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengalaman itu memperkuat tekadnya untuk mendalami hukum bisnis, terutama hukum perpajakan, yang menurutnya memiliki peran krusial dalam menopang kegiatan ekonomi dan melindungi pelaku usaha, khususnya UMKM, di tengah krisis. Ketertarikannya semakin kuat karena program LL.M. di Chulalongkorn University menawarkan mata kuliah Law for Business Tax Planning, yang selaras dengan topik tesisnya mengenai perbandingan asas substance over form antara Indonesia dan Singapura.

Di balik keberhasilan tersebut, Naufal menghadapi berbagai tantangan. Ia harus mengatur waktu di tengah persiapan berkas pendaftaran, ujian akhir semester tujuh, pengerjaan skripsi, dan persiapan tes IELTS dengan syarat minimal skor keseluruhan 6. Tantangan lain muncul ketika jadwal wawancara hampir bersamaan dengan seminar hasil skripsinya. Untuk mengatasi situasi itu, ia mengajukan penjadwalan ulang seminar hasil kepada pihak fakultas dan dosen pembimbing agar dapat lebih fokus mempersiapkan wawancara serta presentasi skripsinya secara optimal.

Naufal menilai keberhasilannya tidak lepas dari dukungan penuh keluarga, terutama kedua orang tuanya yang menempatkan pendidikan sebagai hal penting meskipun memiliki keterbatasan ekonomi. Sejak kecil, orang tuanya juga telah menanamkan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dengan mengikutkannya pada bimbingan belajar dan membiasakannya dengan film berbahasa Inggris. Bekal itu kemudian sangat membantunya saat mempersiapkan IELTS. Selain itu, ia juga menilai pengalaman organisasi dan penguatan CV, termasuk keterlibatannya dalam karya latihan bantuan yang diselenggarakan LBH Surabaya, menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

Dalam perjalanannya, Fakultas Hukum Uniska Kediri disebut memiliki peran yang sangat besar. Naufal mengungkapkan bahwa selama kuliah ia memperoleh banyak ilmu yang memperkaya pemahamannya di bidang hukum. Ia juga mendapat kesempatan menjadi asisten peneliti dosen, pengalaman yang menurutnya sangat membantu dalam mengasah cara berpikir kritis dan analitis. Proses pembelajaran di kelas yang dinamis dan interaktif, ditambah diskusi mengenai isu-isu hukum terkini, turut membentuk kemampuannya dalam menganalisis persoalan hukum dan menyampaikan argumentasi secara sistematis.

Selain itu, pengalaman diskusi dan presentasi selama masa kuliah di Uniska Kediri turut membangun kepercayaan dirinya. Melalui forum akademik, Naufal belajar memahami materi secara konseptual, menganalisis beragam pandangan hukum, serta menyusun pendapat berdasarkan landasan hukum yang jelas. Kegiatan presentasi secara berkala juga melatihnya menyampaikan ide dengan terstruktur, mempertahankan argumen secara logis, dan berkomunikasi dengan baik di hadapan publik. Interaksi akademik yang konstruktif bersama dosen dan sesama mahasiswa menjadi bekal penting dalam pencapaiannya saat ini.

Atas pencapaian tersebut, Naufal menyampaikan rasa terima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia menyebut kedua orang tuanya, Akhmad Tantowi Lestari dan Anik Sahaya Sujiati, sebagai sosok yang tidak pernah membatasi langkahnya untuk meraih cita-cita. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing dan para dosen di Uniska Kediri, khususnya Dr. Hj. Emi Puasa Handayani, SH., MH. dan Dekan fakultas Hukum Uniska Kediri Dr. H. Zainal Arifin, S.S., MH., M.Pdi., yang telah membimbing dan memberinya banyak kesempatan untuk mengembangkan minat di bidang hukum dan penelitian. Tidak lupa, ia juga berterima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan beasiswa selama menempuh pendidikan S1, sehingga ia dapat fokus belajar, serta kepada para sahabat yang selalu memberi dukungan dan semangat.

Ke depan, selama menempuh studi S2 di Thailand, Naufal menargetkan untuk memperluas jaringan profesional dan memperkaya wawasan agar dapat menunjang pengembangan kariernya. Ia juga berkomitmen memanfaatkan setiap kesempatan akademik maupun nonakademik untuk meningkatkan kualitas diri. Bahkan, ia memiliki aspirasi memperoleh pengalaman internasional melalui internship di World Bank maupun United Nations Conference Centre Bangkok guna memperluas pemahaman mengenai praktik hukum dan kebijakan global.

Melalui capaian ini, Naufal juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Uniska Kediri yang ingin melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Menurutnya, mahasiswa perlu melakukan riset mendalam tentang kampus tujuan, memastikan bidang yang ingin dipelajari tersedia dan selaras dengan cita-cita, serta tetap semangat dan pantang menyerah dalam mengejar mimpi.

Baca Juga : Mahasiswa Akuntansi Uniska Kediri Raih Juara II Nasional pada Lomba TAXTOX Short Movie 2026

Prestasi Naufal Ghani Bayhaqi menjadi bukti bahwa mahasiswa Uniska Kediri mampu bersaing dan meraih peluang pendidikan di tingkat internasional. Capaian ini sekaligus diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Uniska Kediri untuk terus berprestasi, mengembangkan diri, dan berani mengejar mimpi hingga ke kancah internasional.

]]>
Mahasiswa Akuntansi Uniska Kediri Raih Juara II Nasional pada Lomba TAXTOX Short Movie 2026 https://uniska-kediri.id/mahasiswa-akuntansi-uniska-kediri-raih-juara-ii-nasional-pada-lomba-taxtox-short-movie-2026/ Fri, 17 Apr 2026 23:18:09 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9664 Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri. Lima mahasiswa UNISKA Kediri berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional dalam ajang Lomba TAXTOX Short Movie 2026 yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-10 Tax Center Universitas Gunadarma. Capaian tersebut diumumkan pada 10 April 2026 di Jakarta.

Tim mahasiswa Uniska Kediri yang berhasil meraih prestasi tersebut terdiri atas Andini Natasya Putri, Zahra’aini Viinnuril Jannah, Refany Cahaya Astri Oktavia, Riawan Dwi Setyo Budi, dan Gita Mario Galet Sahaduta. Dalam kompetisi ini, mereka mengusung karya konten TikTok berjudul “Friends With Bismillah”, yang berhasil mengantarkan mereka meraih posisi kedua di tingkat nasional.

Lomba TAXTOX Short Movie 2026 merupakan festival kreatif dalam rangka perayaan satu dekade berdirinya Tax Center Universitas Gunadarma. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring dengan mekanisme pengunggahan video melalui platform TikTok, sehingga peserta dituntut mampu menyampaikan pesan secara kreatif, komunikatif, dan relevan dengan tema yang telah ditentukan panitia.

Karya “Friends With Bismillah” lahir dari pengalaman keseharian para anggota tim yang kerap mengerjakan tugas sambil menikmati kopi bersama. Dari kebiasaan sederhana tersebut, mereka kemudian mengembangkan ide mengenai pajak yang dibayarkan saat membeli kopi. Melalui konten ini, tim ingin menyampaikan pesan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat sesungguhnya memiliki manfaat nyata karena disalurkan untuk pembangunan fasilitas umum yang juga dapat digunakan bersama.

Pemilihan konsep tersebut juga sejalan dengan tema lomba, yakni “Coffee to People”. Kedekatan tema dengan aktivitas keseharian para anggota tim menjadikan proses pengembangan ide terasa lebih natural dan kontekstual. Dari situlah tim mulai menyusun konsep, menulis narasi, menentukan alur video, melakukan proses pengambilan gambar, mengedit video, hingga mengunggah hasil akhirnya ke media sosial.

Dalam proses produksi, setiap anggota tim menjalankan peran masing-masing. Andini Natasya Putri berperan sebagai talent dan voice over (VO), Zahra’aini Viinnuril Jannah sebagai talent dan narator, Refany Cahaya Astri Oktavia sebagai talent dan narator, Riawan Dwi Setyo Budi sebagai talent dan videografer, serta Gita Mario Galet Sahaduta sebagai talent dan videografer. Meski memiliki pembagian peran, pada tahap penyuntingan video mereka mengerjakannya secara bersama-sama agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Di balik keberhasilan tersebut, tim mengaku menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menyesuaikan waktu antaranggota. Jadwal yang berbeda-beda membuat mereka harus mencari hari ketika seluruh anggota benar-benar memiliki waktu luang agar proses pengambilan gambar dapat diselesaikan dalam satu kesempatan. Selain itu, perbedaan pendapat terkait pengambilan gambar maupun penyusunan narasi juga sempat muncul selama proses produksi. Namun, seluruh kendala tersebut mampu diatasi melalui komunikasi, diskusi, dan kerja sama tim yang baik.

Atas capaian tersebut, para anggota tim mengaku sangat senang dan bersyukur. Bagi mereka, keberhasilan meraih Juara II Tingkat Nasional menjadi bukti bahwa usaha, kekompakan, dan kesungguhan dalam berproses pada akhirnya membuahkan hasil. Salah satu ungkapan yang mewakili perasaan tim adalah bahwa usaha tidak menghianati hasil.

Menurut tim, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk teman-teman dan kerabat dekat yang turut meramaikan konten mereka melalui like, komentar, dan share di media sosial. Selain dukungan eksternal, rasa optimis dan keyakinan dari dalam tim juga menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Tim juga berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Uniska Kediri lainnya untuk berani mencoba hal-hal baru dan tidak takut gagal. Menurut mereka, keberhasilan tidak akan pernah diraih tanpa keberanian untuk memulai. Mereka pun berharap kampus terus memberikan dukungan kepada mahasiswa yang ingin berkembang melalui berbagai perlombaan, sehingga semakin banyak prestasi yang dapat diraih demi membawa nama baik Uniska Kediri di tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga : Uniska Kediri dan Bank Indonesia Kediri Perkuat Sinergi Pendidikan Kebanksentralan

Bagi sivitas akademika maupun masyarakat yang ingin menyaksikan karya mereka, video “Friends With Bismillah” dapat dilihat melalui tautan berikut: https://vt.tiktok.com/ZSHvB9FXU/. Prestasi ini semakin menegaskan komitmen Uniska Kediri dalam mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, adaptif, dan mampu berprestasi di tingkat nasional.

]]>
Dua Tendik Uniska Kediri Lolos Program Kemdiksaintek Tendik Berdampak 2025 https://uniska-kediri.id/dua-tendik-uniska-kediri-lolos-program-kemdiksaintek-tendik-berdampak-2025/ Fri, 12 Dec 2025 11:43:40 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9352 Universitas Islam Kadiri (Uniska Kediri) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui keterlibatan aktif dalam program nasional. Pada tahun 2025, dua tenaga kependidikan (tendik) Uniska Kediri dinyatakan lolos sebagai peserta Program Kemdiksaintek Tendik Berdampak, sebuah program strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiksaintek) yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme tendik perguruan tinggi.

Dua tendik Uniska Kediri yang terpilih tersebut adalah Peni Susana, S.E. dari Staf Bagian Kepegawaian dan Allif Musthofa, S.Kom. dari Staf Bagian Teknologi Informasi. Keduanya berhasil melewati proses seleksi dan akan mengikuti rangkaian penguatan kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Peni Susana, S.E. mengikuti program pada Bidang Analisis Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS). Sementara itu, Allif Musthofa, S.Kom. mengikuti program pada Bidang Teknologi Informasi yang berlokasi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Bagian Kepegawaian (SDM) Uniska Kediri, Moh. Syaiful Anam, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa keikutsertaan tendik Uniska Kediri dalam Program Tendik Berdampak merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa peran tenaga kependidikan memiliki kontribusi strategis dalam perubahan institusi. “Setiap layanan yang kami berikan bukan sekadar tugas, melainkan awal dari tanggung jawab dari sebuah perubahan,” ujarnya. Melalui semboyan “Dari Layanan, Lahir Perubahan”, ia menegaskan bahwa layanan administrasi, kepegawaian, dan teknologi informasi harus mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu tata kelola dan budaya kerja yang profesional di lingkungan kampus.

Program Tendik Berdampak sendiri merupakan bagian dari kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kependidikan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada kualitas layanan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja perguruan tinggi.

Baca Juga : Uniska Kediri dan Pengadilan Agama Kota Kediri Perkuat Kolaborasi Tri Dharma melalui Penandatanganan MoU

Keikutsertaan dua tendik Uniska Kediri dalam program nasional ini diharapkan dapat menjadi pemantik lahirnya inovasi layanan dan praktik kerja yang lebih efektif, efisien, dan berdampak, sekaligus memperkuat peran strategis tenaga kependidikan dalam mendukung visi Uniska Kediri sebagai perguruan tinggi yang excellent in quality dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

]]>
Wisudawati Terbaik Pascasarjana Uniska Kediri 2025: Tiga Lulusan Berprestasi dengan Kisah Perjuangan dan Dedikasi https://uniska-kediri.id/wisudawati-terbaik-pascasarjana-uniska-kediri-2025-tiga-lulusan-berprestasi-dengan-kisah-perjuangan-dan-dedikasi/ Sun, 30 Nov 2025 04:23:58 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9186 Universitas Islam Kadiri (Uniska Kediri) kembali melahirkan para lulusan terbaik di jenjang pascasarjana pada Wisuda Pascasarjana ke-36 yang digelar pada Minggu, 30 November 2025, bertempat di Simpang Lima Gumul (SLG) Convention Hall. Tiga wisudawati dari Magister Manajemen, Magister Agribisnis, dan Magister Hukum tampil menonjol dengan capaian akademik yang gemilang sekaligus perjalanan studi yang penuh inspirasi. Mereka bukan hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi memberikan contoh nyata tentang ketekunan, profesionalisme, dan keseimbangan hidup dalam menghadapi dinamika kuliah pascasarjana.

Dari Program Magister Manajemen, Lisa Rahayuningsih, S.E., M.M., asal Kediri, meraih IPK 3,94 melalui penelitian berjudul “Peran Komitmen Organisasi dalam Memediasi Keterikatan Kerja, Lingkungan Kerja Fisik, dan Keseimbangan Kehidupan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri.” Menjalani kuliah sambil bekerja, mengurus rumah, dan menghadapi kehamilan di semester awal, Lisa menyebut perjalanan studinya sebagai proses “selangkah demi selangkah yang dihadapi dengan tekad.” Ia mengisahkan bahwa dukungan keluarga serta solidaritas teman kuliah, khususnya Bu Yuni Kristiani, menjadi penopang motivasi terbesar. Baginya, kunci menghadapi tantangan adalah menjaga work-life balance, membatasi pikiran negatif, dan selalu mengingat bahwa “today is a gift, lakukan yang terbaik hari ini.”

Lisa juga memberikan kesan positif terhadap fasilitas dan sistem pembelajaran di Pascasarjana Uniska Kediri. Penyediaan coffee break dan makan malam untuk kelas malam dinilainya sangat membantu mahasiswa pekerja tetap fokus selama perkuliahan. Ia menuturkan bahwa para dosen hadir tepat waktu, aktif berdiskusi, serta menyediakan materi soft file yang memudahkan mahasiswa belajar kapan saja. Kepada mahasiswa angkatan di bawahnya, Lisa berpesan agar tidak pernah meragukan potensi diri. “Kita memiliki potensi luar biasa. Kembangkan di tempat yang tepat dan jangan takut pada angan-angan yang terasa impossible ubah menjadi possible.” Setelah lulus, ia bertekad melanjutkan pengabdian sebagai aparatur pelayanan publik serta memberi lebih banyak waktu untuk keluarga dan anak pertamanya.

Dari Magister Agribisnis, Arik Tri Wahyuni, S.Pt., M.Agr., asal Tulungagung dengan IPK 3,82, meraih predikat wisudawati terbaik melalui tesis tentang Analisis Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) terhadap motivasi dan keterampilan kewirausahaan petani milenial. Ia menilai tren pertanian modern yang digerakkan oleh generasi muda sedang berada di fase penting dan perlu terus didorong melalui program-program pemberdayaan seperti YESS. Arik mengakui bahwa kesibukan pekerjaan, tugas kampus, dan urusan rumah tangga menjadi tantangan tersendiri, namun semuanya dapat teratasi dengan disiplin manajemen waktu dan semangat untuk menyelesaikan setiap proses.

Arik memberikan penilaian positif terhadap lingkungan akademik Uniska Kediri yang dinilainya kondusif, dengan fasilitas yang baik serta dosen yang perhatian terhadap perkembangan mahasiswa. Ia berpesan kepada mahasiswa yang masih berkuliah agar terus belajar dan berkarya demi masa depan yang lebih baik. Seusai lulus, Arik berkomitmen melanjutkan kariernya dengan ilmu yang telah diperoleh dan mengaplikasikannya untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, dari Magister Hukum, Ellysa Endryani, S.H., M.H., asal Tulungagung, meraih IPK tertinggi yakni 3,97. Ia mengangkat tesis mengenai Pelaksanaan Pembagian Harta Bersama Berdasarkan Pasal 97 KHI di Pengadilan Agama Tulungagung, berangkat dari meningkatnya perkara perceraian yang memerlukan kajian empiris tentang implementasi aturan tersebut. Tantangan utamanya adalah membagi waktu antara jadwal kuliah dan aktivitas sehari-hari, namun hal itu teratasi berkat lingkungan akademik yang suportif. Ellysa menggambarkan dosen Pascasarjana Uniska Kediri sebagai tenaga pengajar yang profesional, sabar, dan kaya pengalaman praktis sehingga mahasiswa dapat memahami teori sekaligus konteks aplikatifnya.

Ellysa memberikan kesan bahwa kampus pascasarjana Uniska Kediri telah berkembang pesat dengan fasilitas yang mendukung, suasana akademis yang ramah, dan lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk tumbuh secara intelektual maupun personal. Ia berpesan kepada mahasiswa yang masih menempuh studi agar selalu memberikan versi terbaik diri dalam setiap proses pembelajaran. Setelah lulus, ia bertekad melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3) sebagai bagian dari perjalanan akademiknya.

Baca Juga : Empat Mahasiswa Uniska Kediri Raih Penghargaan Non Akademik: Bukti Prestasi Tak Selalu Soal Nilai

Dengan kisah dan perjuangan masing-masing, para wisudawati terbaik Pascasarjana Uniska Kediri 2025 ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal capaian IPK, tetapi tentang keteguhan, kemampuan mengelola hidup, dan keberanian mengambil langkah baru. Wisuda Pascasarjana ke-36 ini kembali meneguhkan peran Uniska Kediri sebagai perguruan tinggi yang melahirkan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan siap mengabdi untuk kemajuan masyarakat.

]]>
Empat Mahasiswa Uniska Kediri Raih Penghargaan Non Akademik: Bukti Prestasi Tak Selalu Soal Nilai https://uniska-kediri.id/empat-mahasiswa-uniska-kediri-raih-penghargaan-non-akademik-bukti-prestasi-tak-selalu-soal-nilai/ Sun, 30 Nov 2025 03:19:02 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9183 Empat mahasiswa Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri membuktikan bahwa prestasi tidak hanya datang dari capaian akademik. Pada Wisuda Sarjana ke-45 dan Pascasarjana ke-36 yang digelar 29–30 November 2025 di Simpang Lima Gumul (SLG) Convention Hall, mereka dianugerahi predikat Mahasiswa Berprestasi Non Akademik berdasarkan Skor SIANA (Sistem Penilaian Aktivitas Non Akademik) yaitu sistem penilaian yang mencakup keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, kompetisi, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

Dari kiri: Margaretha Maurits Thaharnunu; Mohamad Rangga Nur Faizin; Bemby Wirahadi Kusuma dan Selly Eka Nur Cahni
  1. Selly Eka Nur Cahni — Skor 3.050

Mahasiswa Prodi Akuntansi ini meraih skor tertinggi. Selly aktif di berbagai organisasi kampus, mengikuti pelatihan soft skill mulai bahasa Inggris hingga make up, dan memegang sejumlah posisi kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya tetap fokus, tidak terpancing komentar negatif, dan menjaga relasi. “Semangat dan keteguhan adalah kunci untuk terus melangkah,” tuturnya.

  1. Mohamad Rangga Nur Faizin — Skor 1.900

Rangga yang berasal dari Prodi Teknik Elektro menempati posisi kedua dengan prestasi membanggakan di bidang teknologi dan inovasi. Ia aktif di LPM, HIMA, BEM Fakultas, dan BEM Universitas. Capaian nasionalnya meliputi Juara 1 INOTEK, finalis lomba AI tingkat nasional, serta Juara 1 National Startup Competition (NSC). “Jangan takut mencoba. Setiap hal yang sudah dimulai harus diselesaikan,” pesannya.

  1. Margaretha Maurits Thaharnunu — Skor 1.820

Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini berada di posisi ketiga. Selama tiga tahun aktif di BEM Fakultas, ia terlibat dalam berbagai kepanitiaan, kegiatan relawan tingkat regional hingga provinsi, serta magang di startup Rantai Kebaikan, yang mengantarkannya sebagai Intern Terbaik. Margaretha menegaskan pentingnya mengembangkan soft skill melalui organisasi dan kerelawanan.

  1. Bemby Wirahadi Kusuma — Skor 1.580

Bemby berada di urutan keempat dengan prestasi di bidang ketangkasan dan bela negara. Ia meraih Juara 2 Jalaka Paragri 4 di Universitas Jember, ajang yang menguji lempar kapak, bongkar pasang senjata SS1, hingga halang rintang. Selain itu, ia mengikuti Pertukaran Mahasiswa Indonesia, SUSKAPIN Rindam VI Mulawarman Kalimantan Selatan, dan menjadi Komandan Parade Surya Senja di Grahadi Surabaya. Ia menekankan bahwa perkuliahan bukan hanya tentang teori, tetapi juga bertumbuh melalui pengalaman di luar kelas.

Baca Juga : Wisuda Uniska Kediri 2025 Hari Pertama: 378 Wisudawan Dikukuhkan, Dihadiri Walikota dan Tiga MoU Strategis Ditandatangani

Keempat mahasiswa ini menunjukkan bahwa prestasi non akademik memiliki peran penting dalam membentuk lulusan yang tangguh, berkarakter, dan adaptif. Aktivitas di luar kelas memperkaya pengalaman, memperluas wawasan, dan menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan. Mereka adalah bukti bahwa di Uniska Kediri, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk bersinar melalui karya, dedikasi, dan ketekunan tanpa batas.

]]>
Menikmati Proses, Meraih Prestasi: Kisah Lulusan Terbaik FKIP Uniska Kediri https://uniska-kediri.id/menikmati-proses-meraih-prestasi-kisah-lulusan-terbaik-fkip-uniska-kediri/ Thu, 27 Nov 2025 23:22:13 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9121 Datang dari Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Aldyth Fadhlur Rochman Al Fauzan menempuh perjalanan jauh untuk belajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniska Kediri. Ribuan kilometer dari rumah, ia menemukan lingkungan baru yang memberinya ruang untuk tumbuh—bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai pembelajar yang memahami bahwa pendidikan tak sekadar teori, melainkan pengalaman yang membentuk cara pandang dan karakter.

Dalam penelitiannya, Aldyth mengangkat topik yang dekat dengan kehidupan generasi sekarang: “The Impact of Using YouTube on English Listening Comprehension.” Ia melihat bahwa YouTube bukan hanya platform hiburan, tetapi juga media yang berpotensi kuat dalam membantu proses pembelajaran, terutama kemampuan listening bahasa Inggris. Dari sinilah ia ingin membuktikan bahwa aktivitas sehari-hari dapat menjadi jembatan untuk memahami bahasa dan memperluas wawasan.

Perjalanan kuliahnya juga tidak lepas dari tantangan. Aldyth harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan Program Kampus Merdeka yang ia ikuti. Ketiganya menuntut fokus dan komitmen berbeda, sehingga ia sempat merasakan beratnya beban aktivitas. Namun perlahan, ia mulai menata jadwal, menentukan prioritas, serta menjaga komunikasi dengan dosen agar semuanya berjalan seimbang. Dukungan teman dan lingkungan kampus yang hangat membuat proses tersebut semakin mudah dijalani.

Menjelang kelulusannya, Aldyth menyampaikan pesan bagi adik-adik tingkat agar tidak terburu-buru dalam menjalani kuliah. Menurutnya, setiap orang memiliki ritme belajarnya sendiri. Menikmati proses, berani bertanya, dan berdiskusi dengan dosen maupun kakak tingkat adalah bagian penting dari menjadi pembelajar yang sesungguhnya. Pendidikan, baginya, bukan hanya soal buku, tetapi juga tentang belajar dari orang-orang di sekitar.

Ke depan, Aldyth berencana bekerja terlebih dahulu sebelum melanjutkan studi S2, guna memahami kebutuhan dunia kerja secara nyata. Ia berharap ilmu yang ia peroleh dapat bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi bekal dalam menentukan arah kariernya di masa mendatang.

Baca Juga : Konsisten Berkarya dan Berkontribusi: Kisah Lulusan Terbaik Teknik Elektro Uniska Kediri

Sebagai fakultas yang terus berkembang, FKIP Uniska Kediri hadir dengan komitmen menghadirkan pendidikan yang humanis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui dosen-dosen yang terbuka untuk berdiskusi, lingkungan belajar yang nyaman, serta dukungan terhadap program-program inovatif mahasiswa, FKIP Uniska menjadi ruang ideal bagi calon pendidik dari berbagai daerah untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan pendidikan Indonesia.

]]>
Konsisten Berkarya dan Berkontribusi: Kisah Lulusan Terbaik Teknik Elektro Uniska Kediri https://uniska-kediri.id/konsisten-berkarya-dan-berkontribusi-kisah-lulusan-terbaik-teknik-elektro-uniska-kediri/ Thu, 27 Nov 2025 23:04:26 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9118 Ubeid Brimbi Sentiaki, mahasiswa asal Kabupaten Nganjuk, berhasil meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Teknik Elektro Uniska Kediri pada Wisuda Sarjana ke-45 tahun 2025. Perjalanan studinya menggambarkan bahwa ketekunan, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa mahasiswa mencapai puncak prestasi. Di tengah padatnya mata kuliah teknik yang menuntut ketelitian, ia terus menjaga ritme belajar dan tidak pernah ragu menjelajahi hal-hal baru yang memperluas kemampuan teknisnya.

Dalam tugas akhir, Ubeid memilih topik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberi solusi nyata bagi masyarakat. Melalui skripsi berjudul “Perancangan dan Implementasi Model-View-ViewModel (MVVM) dan Repository dalam Aplikasi Pelacakan Transportasi Satria Route Finder Berbasis Android,” ia melanjutkan inovasi timnya yang pernah menjadi bagian dari INOTEK Kota Kediri 2024. Pendekatan ini memungkinkan aplikasi pelacakan transportasi menjadi lebih stabil, mudah dikembangkan, dan mampu menyajikan informasi rute yang akurat. Bagi Ubeid, teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah riil, bukan hanya sebagai teori di atas kertas.

Selama menempuh pendidikan, ia menjalani tantangan yang tidak ringan. Mulai dari padatnya tugas aplikatif khas Teknik Elektro, hingga kesibukan organisasi yang menuntut manajemen waktu yang baik. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia menghadapi mata kuliah dari dosen yang dikenal “killer”. Meski demikian, justru di situlah ia menemukan tantangan intelektual yang membuatnya semakin kritis dan tekun. Tugas yang sedikit tetapi penuh jebakan konsep memaksanya menggabungkan beberapa formula dan memperluas pemahaman. Selain itu, ia menilai para dosen Teknik Elektro sebagai sosok yang kompeten dan suportif. Ia hanya berharap fasilitas laboratorium komputer dapat ditingkatkan, terutama bagi konsentrasi Komputer dan Kontrol yang membutuhkan ruang praktik lebih intensif.

Menjelang akhir perbincangan, Ubeid menyampaikan pesan yang ia tujukan kepada adik-adik tingkat yang masih berjuang menempuh kuliah di Uniska Kediri. Ia mengingatkan bahwa belajar tidak boleh bergantung pada mood. “Ilmu itu seperti matahari sore—indah tapi cepat hilang kalau tidak kita kejar,” ujarnya. Ia mendorong mahasiswa untuk terus konsisten, berani bertanya ketika tidak paham, dan tidak gengsi meminta bantuan teman. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus akan membentuk karakter seorang pembelajar sejati. “Keep growing, keep glowing,” pesannya.

Sebagai lulusan terbaik, Ubeid membawa visi besar untuk masa depan. Ia berencana masuk dunia profesional yang relevan dengan keahliannya, sambil terus meningkatkan skill dan membuka peluang untuk studi lanjut. Lebih dari itu, ia ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui proyek teknologi, edukasi, dan inovasi yang bermanfaat. Semangat inilah yang mencerminkan kualitas lulusan Uniska Kediri yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan lingkungan sekitar.

Baca Juga : Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum, Mengkaji Sound Horeg dalam Perspektif Hukum Pidana

Sebagai program studi yang terus berkembang, Teknik Elektro Uniska Kediri hadir dengan komitmen mencetak lulusan berkompeten yang siap menghadapi perubahan dunia teknologi. Didukung dosen profesional, kurikulum aplikatif, serta atmosfer akademik yang mendorong kreativitas dan inovasi, Teknik Elektro Uniska menjadi rumah bagi para calon engineer yang ingin bertumbuh dan berprestasi. Prestasi Ubeid menjadi bukti bahwa lingkungan akademik yang tepat mampu melahirkan talenta unggul yang siap berkontribusi bagi industri maupun masyarakat luas.

]]>
Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum, Mengkaji Sound Horeg dalam Perspektif Hukum Pidana https://uniska-kediri.id/wisudawan-terbaik-fakultas-hukum-mengkaji-sound-horeg-dalam-perspektif-hukum-pidana/ Thu, 27 Nov 2025 00:05:23 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9097 Ketekunan dan konsistensi belajar mengantarkan Yulia Trianing Putri meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Hukum Uniska Kediri pada Wisuda Sarjana ke-45 Tahun 2025. Sosoknya dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya disiplin, tetapi juga mampu menjaga motivasi diri di tengah berbagai tantangan akademik. Kepada adik tingkat, Yulia berpesan agar tidak mudah menyerah dan tetap berusaha hadir kuliah meski rasa malas atau lelah datang, karena proses itu adalah kunci pembentukan karakter mahasiswa yang unggul.

Dalam karya akademiknya, Yulia mengangkat isu yang tengah marak di masyarakat melalui skripsinya berjudul Tinjauan Yuridis Terhadap Kerusakan yang Diakibatkan oleh Pengeras Suara (Sound Horeg) Ditinjau dari Hukum Pidana Positif. Ia memilih tema tersebut karena keresahan pribadi terhadap suara keras serta tingginya fenomena penggunaan sound horeg yang menimbulkan gangguan bagi lingkungan. Melalui penelitian tersebut, Yulia tidak hanya menyajikan analisis hukum, tetapi juga menunjukkan kepedulian akademis terhadap persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selama menempuh pendidikan di Uniska Kediri, Yulia mengaku merasakan suasana akademik yang nyaman dan suportif. Para dosen yang kompeten serta fasilitas kampus yang memadai menjadi fondasi penting yang membantunya menyelesaikan studi dengan prestasi tinggi. Tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri, yaitu membangun keyakinan bahwa ia mampu melewati setiap proses dengan maksimal, sebuah mentalitas yang ia bentuk selama berkuliah di Fakultas Hukum.

Baca Juga : Inspiratif! Inilah Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi Uniska Kediri di Wisuda Sarjana ke-45

Prestasi Yulia menjadi bukti konsistensi Fakultas Hukum Uniska Kediri dalam melahirkan lulusan yang berkarakter, adaptif, serta memiliki kepekaan terhadap isu-isu hukum dan sosial. Fakultas Hukum berkomitmen terus menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas, didukung dosen profesional dan fasilitas yang memadai, sehingga mampu mencetak generasi hukum yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat maupun dunia profesional.

]]>
Inspiratif! Inilah Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi Uniska Kediri di Wisuda Sarjana ke-45 https://uniska-kediri.id/inspiratif-inilah-lulusan-terbaik-fakultas-ekonomi-uniska-kediri-di-wisuda-sarjana-ke-45/ Wed, 26 Nov 2025 23:40:17 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9094 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali melahirkan dua lulusan terbaik pada Wisuda Sarjana ke-45 Tahun 2025 dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Keduanya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak perjuangan, ketekunan, serta visi besar untuk masa depan. Suparyanto dari Prodi Manajemen dan Alisa Qurrota A’yun Khoirul Bariyah dari Prodi Akuntansi menjadi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keberhasilan adalah hasil dari konsistensi, komitmen, dan keberanian menghadapi proses.

Suparyanto, mahasiswa asal Musi Rawas, Sumatera Selatan, menjadi lulusan terbaik Prodi Manajemen berkat perjalanan studinya yang penuh tantangan sekaligus kisah keteguhan. Menikah pada semester tiga dan menghadapi kondisi keluarga yang makin kompleks ketika istrinya mengandung anak kembar pada semester akhir, Suparyanto harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga. Meski demikian, ia mampu menyelesaikan studinya dengan baik berkat manajemen waktu yang disiplin, komunikasi intens dengan dosen pembimbing, serta tekad yang kuat. Baginya, mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin dengan aktif berorganisasi, membangun relasi, dan terus mengingat alasan awal mengapa mereka memilih berkuliah.

Dalam penelitiannya, Suparyanto mengangkat judul “Dampak Mediasi Keputusan Donasi pada Pengaruh antara Persepsi Donatur dan Brand Image terhadap Loyalitas Donatur di Lembaga Sosial Muslim Kediri Peduli (MKP)”. Topik ini ia pilih karena ingin melihat bagaimana konsep pemasaran dapat diterapkan dalam lembaga nonprofit dalam membangun kepercayaan dan loyalitas donatur. Setelah lulus, ia bertekad mengembangkan Sekolah Kuttab Abdullah Bin Mas’ud hingga jenjang SMA, membangun perusahaan, dan mendirikan lembaga sosial. Suparyanto juga memiliki cita-cita untuk terlibat dalam dunia politik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sembari tetap membuka peluang melanjutkan studi ke jenjang S2.

Selanjutnya, Alisa Qurrota A’yun Khoirul Bariyah, mahasiswi asal Kediri, meraih posisi sebagai lulusan terbaik dari prodi akuntansi Uniska Kediri, dengan konsistensi energi positif dan dedikasi tinggi pada proses akademik. Alisa dikenal aktif berorganisasi sekaligus tetap menjaga performa perkuliahan. Tantangan terbesar baginya adalah mengatur waktu antara organisasi, kuliah, dan penyusunan skripsi. Namun, ia mampu melewatinya dengan membuat jadwal prioritas serta memaksimalkan dukungan keluarga dan teman. Alisa selalu berpesan kepada adik tingkat untuk tidak menunda tugas, tetap konsisten, serta berani bertanya ketika menemui kesulitan.

Skripsi Alisa berjudul “Pengaruh Green Banking Disclosure dan Social Banking terhadap Nilai Perusahaan dengan Banking Sustainable Performance sebagai Variabel Mediasi.” Ia memilih tema tersebut karena isu keberlanjutan dan perbankan hijau merupakan tren penting dalam industri keuangan modern. Melalui penelitiannya, Alisa ingin melihat bagaimana sektor perbankan dapat memberikan dampak lingkungan dan sosial sekaligus meningkatkan nilai perusahaan. Ke depan, Alisa bercita-cita bekerja di bidang akuntansi, membangun usaha sendiri untuk membuka lapangan kerja, serta melanjutkan studi S2. Ia juga ingin berkontribusi dalam literasi keuangan dan pemberdayaan generasi muda.

Baca Juga : Tiga Srikandi Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Uniska Kediri

Prestasi dua lulusan terbaik ini menjadi bukti bahwa Fakultas Ekonomi Uniska Kediri terus mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi dunia profesional maupun sosial. Dengan dukungan dosen yang kompeten, fasilitas kampus yang terus berkembang, serta lingkungan akademik yang kondusif, Uniska Kediri menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk mewujudkan mimpi. Kisah Suparyanto dan Alisa menegaskan bahwa perjalanan menuju kesuksesan adalah perpaduan antara tekad, pengorbanan, dan keberanian untuk terus melangkah.

]]>