Momentum – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Sat, 10 Jan 2026 18:18:03 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png Momentum – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Uniska Kediri Meniti Jejak Ulama, Ziarah Aulia di Jawa Timur https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-meniti-jejak-ulama-ziarah-aulia-di-jawa-timur/ Sat, 10 Jan 2026 18:18:03 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9388 Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar kegiatan Ziarah Aulia pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sejak pagi hari dengan rute ziarah ke sejumlah makam wali dan ulama besar yang berada di wilayah Kediri, Jombang, hingga Mojokerto.

Ziarah aulia ini diikuti oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Kadiri serta pengurus Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP). Hadir langsung dalam rombongan, Rektor UNISKA Kediri Prof. Bambang Yulianto, M.Pd., bersama pimpinan universitas dan yayasan lainnya.

Rombongan berangkat dari UNISKA Kediri pada pukul 06.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, KH Syaifullah Efendi. Sepanjang perjalanan, para peserta melaksanakan ziarah ke sejumlah makam tokoh ulama besar, di antaranya KH Sholeh Banjarmelati di Kediri, KH Hamim Jazuli (Gus Miek) di Tambak, Ki Ageng Corekan di Perak Jombang, Makam Gus Dur di Jombang, Mbah Sayyid Sulaiman di Mojoagung, Syekh Jumadil Kubro di Trowulan Mojokerto, hingga Mbah Ihsan Jampes di Kediri.

Baca Juga : Petanque Perdana di UNISKA Kediri, Rektor Turun Langsung Ajarkan Permainan

Kegiatan ziarah aulia ini menjadi bagian dari ikhtiar UNISKA Kediri dan Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan para ulama sebagai fondasi penguatan institusi pendidikan tinggi Islam.

]]>
Cerita Mahasiswa Tentang Dosen Favoritnya https://uniska-kediri.id/cerita-mahasiswa-tentang-dosen-favoritnya/ Tue, 25 Nov 2025 09:43:56 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9088 Dalam momen Hari Guru tahun ini, Kami mengajak para mahasiswa Uniska Kediri untuk bercerita tentang sosok dosen yang paling menginspirasi perjalanan belajar mereka. Setiap mahasiswa membawa pengalaman berbeda, namun semuanya berujung pada satu rasa yang sama: keteladanan para dosen telah menjadi bagian penting dari proses tumbuh mereka sebagai mahasiswa.

Ahmad Wahyu Hidayat dari Fakultas Hukum menempatkan Dr. Mahfud Fahrazi, S.H.I., M.H. sebagai sosok yang paling membekas. Ketegasan yang berpadu dengan keramahan menjadikan pembelajaran bersama beliau selalu hidup dan sarat nilai. Meski tidak mengajar di semester ini, materi dan cara penyampaiannya masih menempel kuat. Hal serupa dirasakan Neza Firsty Ananda dari Prodi Akuntansi, yang menjadikan Miladiah Kusumaningarti, S.E., M.M., Ak. sebagai dosen favorit karena pembawaannya yang santai dan seru. Suasana kelas menjadi ringan, membuat mahasiswa belajar tanpa tekanan dan lebih berani berdiskusi.

Cerita lain datang dari Tedi Fatur Rohman, mahasiswa Agribisnis, yang merasakan kepedulian besar dari Navita Maharani, S.P., M.P. Baginya, beliau bukan hanya dosen tetapi juga pendamping yang memahami kesulitan mahasiswa. Respons cepat, solusi yang realistis, serta sikap hangat menjadikan hubungan akademik terasa manusiawi. Dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Zidan menuturkan kekagumannya kepada Sri Wulandari, S.Pd., M.Pd. yang selalu tampil ceria dan menjadi tempat curhat mahasiswa. Kehadirannya membuat proses belajar tidak hanya soal akademik, tetapi juga soal kenyamanan dan dukungan emosional.

Rangga Pratama dari Fakultas Teknik juga menuturkan hal serupa melalui sosok Harso Kurniadi, S.Kom., M.Kom. yang dikenal sabar, tekun, dan sangat terbuka dengan mahasiswa. Dalam mata kuliah teknik yang sering dianggap berat, gaya mengajar beliau yang konsisten dan tenang menjadi penopang sekaligus penyemangat. Cerita-cerita ini saling melengkapi, menunjukkan bahwa setiap dosen memiliki cara unik untuk memberi dampak dan memotivasi.

Baca Juga : Mawar Putih untuk Dosen: Aksi Simbolis Mahasiswa FH Uniska Kediri di Hari Guru 2025

Di Hari Guru ini, suara mahasiswa menggambarkan betapa pentingnya peran para dosen dalam membangun karakter, kemampuan, dan mimpi generasi muda. Para pendidik di Uniska Kediri telah menjadi lebih dari sekadar penyampai materi—mereka adalah penyala semangat, pembimbing, sekaligus inspirasi dalam setiap langkah mahasiswa. Selamat Hari Guru, dan terima kasih atas dedikasi yang terus menghidupkan harapan masa depan.

]]>
Mawar Putih untuk Dosen: Aksi Simbolis Mahasiswa FH Uniska Kediri di Hari Guru 2025 https://uniska-kediri.id/mawar-putih-untuk-dosen-aksi-simbolis-mahasiswa-fh-uniska-kediri-di-hari-guru-2025/ Tue, 25 Nov 2025 07:57:48 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9078 Dalam rangka memperingati Hari Guru 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar aksi simbolis berbagi bunga kepada Rektor, pimpinan universitas, dan para dosen Fakultas Hukum. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi 25 November 2025, diikuti oleh 38 mahasiswa sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pendidik yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan.

Ketua Divisi Sosial dan Pengabdian Masyarakat BEM FH, Ahmad Mufid Zamzami, selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kecil dari rasa hormat mahasiswa kepada para dosen. “Tujuannya adalah memberikan apresiasi kepada para dosen di Fakultas Hukum hingga jajaran Wakil Rektor dan Rektor. Ini bentuk penghormatan kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Sebanyak 30 bunga mawar putih dibagikan dalam aksi tersebut sebagai simbol ketulusan, penghargaan, dan harapan akan pendidikan yang semakin berkualitas. Salah satu mahasiswa FH, Jesika Jeconia, menyampaikan harapannya agar para dosen tetap bersemangat mengajar. “Semoga para dosen tidak lelah mengajar kami dan terus menghadirkan inovasi demi meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkap mahasiswi semester 5 itu.

Dari sisi organisasi kemahasiswaan, Ketua BEM FH Uniska Kediri, Siti Muzazaroh, menegaskan bahwa Hari Guru merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mengapresiasi peran pendidik. “Kami berharap apresiasi ini mendorong para dosen untuk terus menginspirasi dan menjadi teladan bagi mahasiswa. Peran dosen sangat penting, bukan hanya dalam memberikan ilmu, tetapi juga dalam membentuk karakter dan pola pikir kami,” jelasnya.

Rektor Uniska Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa tersebut. Saat menerima bunga, beliau menyampaikan, “Mahasiswa memberikan bunga ucapan selamat Hari Guru kepada rektor. Ini luar biasa, karakter terpuji dari murid kepada gurunya,” tuturnya, sembari mengapresiasi kedewasaan sikap mahasiswa FH.

Baca Juga : Perkuat Wawasan Advokasi Mahasiswa, BEM FH Uniska Kediri Gelar FGD Bersama PERADI SAI Kediri Raya

Kegiatan sederhana namun sarat makna ini tidak hanya menyemarakkan peringatan Hari Guru 2025, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen. Melalui aksi ini, mahasiswa FH Uniska Kediri berharap semangat belajar dan mengajar di lingkungan kampus terus tumbuh, melahirkan karakter unggul serta memperkuat keteladanan dalam dunia pendidikan.

]]>
Makna Hari Pahlawan bagi Sivitas Akademika Uniska Kediri: Meneladani Semangat Juang dalam Pengabdian https://uniska-kediri.id/makna-hari-pahlawan-bagi-sivitas-akademika-uniska-kediri-meneladani-semangat-juang-dalam-pengabdian/ Mon, 10 Nov 2025 03:18:36 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8922 Civitas akademika Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri memperingati Hari Pahlawan dengan penuh rasa syukur dan refleksi atas jasa para pejuang bangsa. Bagi mereka, peringatan 10 November bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan semangat pengabdian dan kontribusi nyata bagi bangsa dan institusi.

Dua tenaga kependidikan Uniska Kediri, Susan dari bagian Keuangan dan Dyah dari bagian Kearsipan, menyampaikan bahwa Hari Pahlawan menjadi wujud rasa syukur atas perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan hingga kini masyarakat dapat bebas beribadah dan bekerja. “Perjuangan mereka tidak ada batasnya, dan semangat itu harus terus kita lanjutkan untuk bangsa ke depannya,” ungkap Dyah.

Dari kalangan mahasiswa, Tri Ara Putri Aurvananda, mahasiswi Fakultas Hukum semester 1, memaknai Hari Pahlawan sebagai semangat untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah demi kemajuan diri dan negeri. “Perjuangan itu tidak berhenti di masa lalu, tapi harus kita teruskan dengan karya dan semangat belajar hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, pasangan suami istri dosen dari Fakultas Pertanian, Heru Setiyadi dan Vifi Nurul Choirina, melihat makna pahlawan dari sisi personal dan profesional. “Setiap orang bisa menjadi pahlawan, tidak hanya bagi diri sendiri dan bangsa, tetapi juga bagi Uniska sebagai tempat kami bekerja dan menemukan cinta,” tutur keduanya sambil tersenyum penuh makna.

Bagi Moch. Wahyudi, dosen Fakultas Ekonomi, Hari Pahlawan menjadi momen untuk meneladani semangat para pejuang terdahulu. “Meneladani apa yang sudah dilakukan para pahlawan zaman dulu, salah satunya dengan ikut upacara peringatan sebagai bentuk penghormatan dan refleksi diri,” ujarnya.

Wakil Rektor III Uniska Kediri sekaligus dosen Program Magister Manajemen, Dr. Miftahul Munir, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam pengabdian dan inovasi. “Semangat! Lanjutkan perjuangan para pahlawan. Sebagai dosen, teruslah mengabdi untuk negeri dengan semangat mengajar, membuat inovasi, dan meneliti,” pesannya.

Peringatan Hari Pahlawan di Uniska Kediri tahun ini menjadi momen untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan, dedikasi, dan pengabdian, tidak hanya untuk bangsa, tetapi juga untuk kemajuan institusi dan masyarakat.

]]>
Uniska Kediri Peringati Hari Pahlawan 2025, Rektor Tekankan Makna Kepemimpinan dan Diplomasi dalam Perjuangan Bangsa https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-peringati-hari-pahlawan-2025-rektor-tekankan-makna-kepemimpinan-dan-diplomasi-dalam-perjuangan-bangsa/ Mon, 10 Nov 2025 02:11:48 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8914 Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan yang berlangsung khidmat di halaman kampus utama pada Senin pagi, 10 November 2025 di lapangan . Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Uniska, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara.

Seluruh petugas upacara merupakan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Uniska Kediri. Susunan petugas terdiri atas pemimpin upacara (Achmad Mufid Zamzami), ajudan pembina upacara (Dhea Ananda Rosadewi), penjemput pembina upacara (Ahmad Farih Anikel), serta pengibar bendera (Ahmad Wahyu Hidayat, Nilam Cahya Amelia, dan Jersey Gita Rafsanjani P). Bertugas sebagai protokol (Najwa Aurelia Sayyidanisa), pembaca UUD 1945 (Gayatri Santrika Tunggadewi), pembaca doa (Zilullah Ibrahim Almas), serta komandan pleton (Juliano Krisna Setyawan, Adela Putri Gading, dan Kesha Ardi Putra Pratama).

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh makna, diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam amanatnya, Prof. Bambang Yulianto menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan tidak berhenti pada pertempuran fisik semata. “Di awal kemerdekaan, Indonesia tidak serta merta diakui oleh dunia. Bahkan, ada negara yang ingin kembali menjajah. Oleh karena itu, perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui diplomasi, agar Indonesia diakui sebagai negara yang berdaulat,” ujarnya.

Rektor juga menyoroti pentingnya peran bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UNESCO, yang menurutnya merupakan bagian dari strategi diplomasi bangsa di kancah internasional. “Bahasa adalah simbol identitas dan alat perjuangan. Ketika bahasa Indonesia diakui dunia, itu artinya perjuangan para pendahulu kita terus berlanjut dalam bentuk yang lebih modern,” tambahnya.

Mengakhiri amanatnya, Prof. Bambang berpesan tentang hakikat seorang pemimpin sejati. “Seorang pemimpin haruslah orang yang bisa dipimpin. Mahasiswa perlu belajar menjadi pribadi yang mau dipimpin agar kelak mampu memimpin dengan bijak. Proses itu bisa dimulai dari kehidupan organisasi dan kegiatan kampus,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan mahasiswa Uniska Kediri yang membawakan lagu-lagu bertema kebangsaan dan nasionalisme. Penampilan tersebut semakin menambah semangat dan rasa cinta tanah air di kalangan peserta upacara. Mahasiswa yang tampil dalam persembahan lagu kebangsaan tersebut antara lain Nova Abelia Azzahra, Fani Nur Anggreini, Regina Farel Michaelia Lawrence, Lutfiana Ayu Rahmadani, R.A. Elvi Thea Aracely Hidayat, Siti Muzazaroh, dan Moh. Dwi Faesal.

Baca juga: Uniska Kediri Toreh Prestasi di Ajang Kearsipan Nasional

Upacara Hari Pahlawan 2025 di Uniska Kediri menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kepahlawanan dalam konteks kekinian, berjuang melalui ilmu, diplomasi, seni, dan kepemimpinan yang berintegritas demi kemajuan bangsa.

]]>
Semangat Sumpah Pemuda di Ranah Intelektual Mahasiswa https://uniska-kediri.id/semangat-sumpah-pemuda-di-ranah-intelektual-mahasiswa/ Tue, 28 Oct 2025 06:18:12 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8850 Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya persatuan dan identitas kebangsaan. Sumpah Pemuda tahun 1928 tidak hanya mempersatukan pemuda dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi titik balik kebangkitan nasional untuk melawan ketidakadilan dan penindasan kolonial. Dalam konteks kekinian, makna Sumpah Pemuda tetap relevan sebagai pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda dalam memperjuangkan kebenaran. Bagi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda menjadi fondasi dalam menumbuhkan semangat keilmuan, kebangsaan, dan kemanusiaan di lingkungan akademik, agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan moral yang kuat.

Dr. Zainal Arifin, S.S., M.H., M.Pd.I., Dekan Fakultas Hukum Uniska Kediri, memaknai Sumpah Pemuda sebagai “pembangkitan semangat untuk melawan ketidakadilan.” Menurutnya, penjajahan pada masa lalu adalah bentuk perampasan hak yang melahirkan tekad kolektif untuk memperjuangkan kebebasan dan keadilan. Semangat inilah yang harus terus diwariskan kepada mahasiswa masa kini. Ia menekankan bahwa para pemuda 1928 memiliki kesadaran nasionalisme yang murni, sebuah semangat juang yang tidak digerakkan oleh kepentingan pribadi, melainkan cita-cita bersama untuk bangsa. Dalam pandangan beliau, mahasiswa masa kini perlu menghidupkan kembali semangat tersebut dalam konteks zaman modern, di mana ketidakadilan tidak lagi berbentuk penjajahan fisik, melainkan ketimpangan sosial, ekonomi, dan moral yang harus dilawan dengan pengetahuan, integritas, dan solidaritas.

Lebih jauh, Dr. Zainal menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral sebagai motor penggerak perubahan sosial. “Mahasiswa harus menjadi pusatnya perubahan di Indonesia,” ujarnya, “mereka adalah agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki keadaan bangsa.” Dalam era digital yang serba cepat, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pencipta gagasan dan solusi. Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui keberanian berpikir kritis, kemampuan berdialog lintas perbedaan, dan kepedulian terhadap problematika masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa bukan hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga penggerak transformasi menuju keadilan sosial dan kemajuan bangsa.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Uniska Kediri memegang peran penting dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan tanggung jawab sosial tersebut. Melalui pendidikan yang berkualitas, UNISKA berkomitmen mencetak lulusan yang siap terjun ke masyarakat dengan bekal keilmuan yang kuat, pola pikir kritis, dan kreativitas yang tinggi. Kampus juga menanamkan nilai-nilai pluralisme dan toleransi agar mahasiswa mampu menghargai keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Dr. Zainal menekankan bahwa Uniska Kediri berupaya menciptakan lingkungan akademik yang terbuka dan inklusif, di mana mahasiswa tidak hanya belajar memahami perbedaan, tetapi juga menjadikannya sebagai dasar untuk membangun harmoni dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa Indonesia.

Baca Juga : Uniska Kediri Meneguhkan Peran Santri untuk Peradaban Dunia

Dengan demikian, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum reflektif bagi sivitas akademika Universitas Islam Kadiri untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap semangat persatuan, keadilan, dan kemajuan. Di tangan generasi muda kampus, api perjuangan 1928 tidak padam, melainkan menyala dalam bentuk perjuangan baru: perjuangan menegakkan keadilan sosial, memperjuangkan kesetaraan, serta menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Uniska Kediri percaya, melalui pendidikan dan semangat kebersamaan, mahasiswa mampu menjadi pewaris sejati semangat Sumpah Pemuda, generasi yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga siap berjuang untuk masa depannya.

 

]]>
Uniska Kediri Meneguhkan Peran Santri untuk Peradaban Dunia https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-meneguhkan-peran-santri-untuk-peradaban-dunia/ Wed, 22 Oct 2025 13:39:18 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8790 Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan kaum santri dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan. Tahun 2025 ini, peringatan Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Tema tersebut mengandung makna mendalam: santri tidak hanya menjadi penjaga moral bangsa, tetapi juga aktor penting dalam membangun peradaban global yang berkeadaban. Sejalan dengan semangat itu, santri diharapkan tidak berhenti pada peran tradisionalnya di pesantren, melainkan terus memperluas kiprahnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan teknologi.

Menurut Drs. Sukandar, M.Sy., dosen Agama Islam Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, tema Hari Santri tahun ini mencerminkan kewajiban moral generasi penerus untuk menjaga hasil perjuangan para pendahulu. Ia menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari perjuangan para pahlawan yang menjadi wujud rahmat Allah SWT. Karena itu, menjaga kemerdekaan bukan sekadar mempertahankan simbol sejarah, tetapi juga memastikan nilai-nilai perjuangan tetap hidup dan relevan di setiap zaman. “Sebagai generasi penerus, kita wajib mengawal kemerdekaan demi kejayaan bangsa di era kehidupan manusia yang selalu mengalami perubahan,” ujarnya. Pandangan ini menegaskan bahwa semangat santri harus terus berkembang seiring perubahan zaman, dengan cara berkontribusi aktif melalui ilmu, moral, dan tindakan nyata.

Tantangan santri masa kini memang berbeda dengan generasi sebelumnya. Di era digital, arus informasi begitu cepat dan tidak selalu membawa kebenaran. Drs. Sukandar menekankan pentingnya kecerdasan dalam menyikapi informasi. “Seseorang harus cerdas dalam mengklarifikasi setiap berita, karena ada pihak-pihak yang memanfaatkan informasi untuk kepentingan tertentu, termasuk fenomena post-truth,” jelasnya. Dalam konteks ini, Uniska Kediri memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk aktif menyuarakan kebenaran dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana perjuangan nilai-nilai keilmuan dan keislaman. Peran santri dan civitas akademika menjadi sangat penting dalam menjaga literasi digital yang beretika.

Peran santri dan kampus Islam seperti Uniska Kediri juga meluas pada kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa. Menurut Drs. Sukandar, Uniska Kediri dapat berperan melalui optimalisasi pendidikan, peningkatan kualitas akademik, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. “Perguruan tinggi Islam harus berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya. Hal ini sejalan dengan misi Uniska Kediri untuk membentuk lulusan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global, menjadikan santri modern bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga agen perubahan sosial.

Dengan semangat Hari Santri Nasional 2025, Uniska Kediri meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi santri yang berpikir kritis, berjiwa moderat, dan berperan aktif dalam membangun peradaban. Santri bukan lagi sosok yang terbatas pada bilik pesantren, tetapi pribadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menjembatani nilai-nilai spiritual dengan kemajuan teknologi. Dari ruang-ruang kuliah Uniska Kediri, semangat itu terus dikawal, menuju Indonesia yang merdeka, berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.

]]>
Hari Cuci Tangan Dunia: Langkah Kecil Berdampak Besar dalam Menjaga Kesehatan Lingkungan Uniska Kediri https://uniska-kediri.id/hari-cuci-tangan-dunia-langkah-kecil-berdampak-besar-dalam-menjaga-kesehatan-lingkungan-uniska-kediri/ Wed, 15 Oct 2025 06:21:37 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8738 Setiap tanggal 15 Oktober, dunia memperingati Global Handwashing Day atau Hari Cuci Tangan Sedunia, sebuah gerakan global yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyakit. Gerakan ini diinisiasi oleh Global Public–Private Partnership for Handwashing with Soap pada tahun 2008, bertepatan dengan International Year of Sanitation yang dicanangkan oleh PBB. Sejak saat itu, peringatan ini menjadi momentum tahunan bagi berbagai lembaga, termasuk institusi pendidikan, untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya.

Cuci tangan dengan sabun terbukti dapat menurunkan risiko penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Berdasarkan data UNICEF dan WHO, perilaku cuci tangan yang benar mampu mengurangi hingga 40% kasus diare dan 20% infeksi pernapasan akut. Fakta ini menunjukkan bahwa langkah sederhana seperti mencuci tangan dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kebiasaan ini perlu terus ditanamkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama di lingkungan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku generasi muda.

Sebagai institusi pendidikan, Uniska Kediri turut mendukung gerakan global ini dengan mengedepankan pentingnya kebersihan tangan di lingkungan kampus. Melalui penyediaan fasilitas cuci tangan di area strategis, serta pembiasaan perilaku hidup bersih pada sivitas akademika, Uniska Kediri berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan nyaman. Langkah-langkah kecil ini menjadi bentuk nyata kontribusi kampus dalam menjaga kesehatan bersama dan mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan.

Momentum Hari Cuci Tangan Dunia menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil. Dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, sivitas akademika Uniska Kediri tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, aman, dan sehat. Semangat ini sejalan dengan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat berjalan beriringan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas.

]]>