KKN – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Mon, 08 Sep 2025 11:34:37 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png KKN – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Uniska Kediri Tutup KKNT 2025: Sinergi Akademisi, Masyarakat, dan Mitra Strategis Hasilkan Inovasi Nyata https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-tutup-kknt-2025-sinergi-akademisi-masyarakat-dan-mitra-strategis-hasilkan-inovasi-nyata/ Mon, 08 Sep 2025 11:34:37 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8328 Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar acara Penutupan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2025. Pada Senin, 8 September 2025, acara berlangsung sejak pukul 13.00 WIB di Aula Gedung E Uniska Kediri, menghadirkan suasana penuh semangat dan kebanggaan. Tidak hanya menjadi penutup kegiatan KKN mahasiswa, momentum ini juga dirangkaikan dengan dua agenda penting yaitu pengumuman pemenang lomba SIGAP Pangan yang digagas bersama Bank Indonesia Kediri, serta INOTEK 2025 yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniska Kediri.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Rektor, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., bersama para wakil rektor. Hadir pula Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP) Kediri, Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., beserta jajaran pengurus yayasan, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat. Kehadiran tamu undangan dari berbagai desa mitra KKN yang menerima penghargaan semakin menambah khidmat dan meriahnya acara.

Dalam laporan pembukaan, Ketua Panitia KKNT 2025, Drh. Etrika Fitri Lisnanti, M.Si., menegaskan bahwa seluruh kelompok KKN telah berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa hasil karya mahasiswa tidak berhenti pada tahap produk semata, melainkan dapat dilanjutkan ke ranah hak cipta. “Mahasiswa Uniska Kediri memiliki kesempatan besar untuk melindungi dan mengembangkan inovasi mereka. Inilah wujud nyata bahwa KKN bukan hanya sekadar tugas kuliah, tetapi investasi masa depan,” ujarnya.

Rektor Uniska Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., dalam sambutannya memberikan penghargaan tinggi kepada mahasiswa, dosen pembimbing, mitra desa, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan KKN tahun ini tidak lepas dari kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Dinas Perikanan. “Pengabdian mahasiswa harus menjadi laboratorium sosial yang memadukan ilmu, keterampilan, dan kepedulian. KKNT 2025 telah menunjukkan bahwa sinergi perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat yang konkret,” ungkapnya.

Ketua Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya pengolahan produk pertanian. Menurutnya, program SIGAP Pangan adalah bukti nyata bagaimana inovasi mahasiswa dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. “Melalui sentuhan pengolahan, produk yang awalnya hanya komoditas mentah bisa naik kelas dan memiliki daya saing. Lebih dari itu, inisiatif ini juga membantu menjaga kestabilan harga, yang tentu saja berdampak positif bagi petani,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada Uniska Kediri atas peran sentralnya dalam menggerakkan kolaborasi lintas sektor. “Inilah kolaborasi yang dibutuhkan, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Uniska Kediri telah membuktikan diri sebagai penggerak perubahan,” tambahnya.

Sebelum acara ditutup, Ketua YBCMP Kediri, Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., memberikan pengarahan sekaligus motivasi. Ia mengapresiasi hasil-hasil inovasi mahasiswa di berbagai lokasi KKN, seraya mendorong agar karya tersebut tidak berhenti hanya pada tahap implementasi awal. “Mahasiswa telah menunjukkan kapasitas luar biasa dalam menghadirkan solusi nyata. Tugas berikutnya adalah menjaga keberlanjutan inovasi itu agar manfaatnya terus mengalir bagi masyarakat,” ujarnya penuh optimisme.

 

Daftar Pemenang SIGAP Pangan 2025

Pada kesempatan ini diumumkan desa-desa terbaik penerima penghargaan SIGAP Pangan 2025, yaitu:

  • Juara 1: Desa Gemahrejo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek
  • Juara 2: Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri
  • Juara 3: Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung
  • Juara Harapan 1: Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri
  • Juara Harapan 2: Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung

Daftar Kelompok KKNT yang Mendapat Penghargaan

  • Kelompok KKN Pengabdian Inovatif: Tempurejo
  • Kelompok KKN Pengabdian Berdampak: Brenggolo
  • Kelompok KKN Pengabdian Inspiratif: Internasional
  • Kelompok KKN Pengabdian Unggulan: Ngrejo

Daftar Pemenang INOTEK 2025

Selain itu, LPPM Uniska Kediri juga mengumumkan penerima anugerah INOTEK 2025 dengan kategori sebagai berikut:

Kategori 1: Inotek Website/Mobile Apps

  • Juara 1: HealivAi – SMK Telkom Jakarta (281,25)
  • Juara 2: LautNusa – SMK Telkom Malang (271,05)
  • Juara 3: Revolusi Gizi Digital – SMK Bhakti Norma Husada (265,70)
  • Harapan 1: Sistem Pakar Stunting – Uniska Kediri (264,74)
  • Harapan 2: BHARITA (Mesin Pintar Sampah) – Politeknik Negeri Malang (264,65)

Kategori 2: Pertanian, Peternakan, Agribisnis & Energi

  • Juara 1: PanenKu – Uniska Kediri (273,45)
  • Juara 2: AGRIMATE (Climate Smart Agriculture) –Universitas Trunojoyo Madura (267,60)
  • Juara 3: Pengering Tembakau IoT – PSDKU Polinema Kediri (263,55)
  • Harapan 1: Eco White Char – Uniska Kediri (262,25)
  • Harapan 2: Smart Farming Hidroponik – Uniska Kediri (225,85)

Kategori 3: Sosial, Ekonomi & Budaya

  • Juara 1: JHEWA (Jamix Herb with AI) – SMK Pawyatan Daha 1 Kediri (277,10)
  • Juara 2: Mikroskop Limbah Kaca – Politeknik Astra Jakarta (272,20)
  • Juara 3: SORA-THERMOFORM (Rompi Edukatif) –Universitas Diponegoro (265,20)
  • Harapan 1: Mesin Pengepres Sampah Data Cloud – Politeknik Negeri Malang (264,85)
  • Harapan 2: VocaSign (Penerjemah Isyarat ke Suara) – Uniska Kediri (263,35)

Acara penutupan ini diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi momentum sinergi antara akademisi, masyarakat, dan mitra strategis dalam mewujudkan transformasi sosial-ekonomi berbasis inovasi. KKNT 2025 Uniska Kediri menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa bukan hanya sebatas program wajib, tetapi juga ruang pembelajaran nyata untuk menciptakan generasi kreatif, adaptif, dan solutif yang siap menghadapi tantangan masa depan.

 

]]>
Mahasiswa Uniska Kediri Lakukan Kunjungan ke KBRI Kuala Lumpur, Disambut Atase Pendidikan https://uniska-kediri.id/mahasiswa-uniska-kediri-lakukan-kunjungan-ke-kbri-kuala-lumpur-disambut-atase-pendidikan/ Thu, 28 Aug 2025 07:01:49 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8432 Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri melakukan kunjungan akademik ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (28/8/2025). Rombongan mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Muhammad Firdaus, SP, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Firdaus mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menjadikan kunjungan ke KBRI sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan internasional. Ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami peran KBRI sebagai perwakilan resmi negara, tidak hanya dalam bidang diplomasi, tetapi juga pelayanan masyarakat serta pendidikan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas bagi mahasiswa tentang tugas dan fungsi perwakilan Indonesia di luar negeri, serta memperkuat motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Prof. Firdaus.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai fungsi KBRI, peluang studi lanjut di Malaysia, program kerja sama pendidikan, hingga peran KBRI dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

Perwakilan mahasiswa, Riski Slamet Hartanto, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan KBRI Kuala Lumpur. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan global sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah dinamika internasional.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman KBRI Kuala Lumpur, menjadi kenangan sekaligus simbol penguatan hubungan baik antara mahasiswa Indonesia dan perwakilan pemerintah di luar negeri.

]]>
Agro Link-Q: Ladang Harapan yang Dikelola Mahasiswa KKNT Uniska Kediri dan Warga Desa Pakis https://uniska-kediri.id/agro-link-q-ladang-harapan-yang-dikelola-mahasiswa-kknt-uniska-kediri-dan-warga-desa-pakis/ Thu, 28 Aug 2025 06:06:14 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8246 Agro Link-Q, lahan produktif milik Desa Pakis, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, kini menjadi pusat kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dan masyarakat setempat. Lahan ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber penghidupan, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan sinergi.

Agro Link-Q mencakup area pertanian, kolam ikan, dan kandang peternakan yang selama ini dikelola desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bertepatan dengan program KKNT, sebanyak 33 mahasiswa Uniska Kediri dari berbagai jurusan ikut serta dalam pengelolaan lahan tersebut selama bulan Agustus 2025. Kehadiran mereka membuktikan bahwa dunia pertanian bukan hanya milik mahasiswa pertanian, tetapi juga menjadi ruang belajar lintas disiplin.

Kelompok utama mahasiswa yang menjadi penggerak kegiatan di Agro Link-Q terdiri dari Achmad Naufal Afifuddin (Prodi Manajemen), Mamok Jundoro (Prodi Ilmu Hukum), Destian Dwi Putra Pratama (Prodi Teknik Komputer), Laras Dwi Bethari (Prodi Agroteknologi), dan Dewi Khinasih Wahyuati (Prodi Manajemen). Sementara mahasiswa lain secara bergilir datang membantu, memastikan semua kegiatan berjalan lancar dan sinergis.

Setiap hari, kegiatan pengelolaan dilakukan secara terjadwal. Pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB dan sore pukul 15.00 WIB, mahasiswa bersama warga melakukan berbagai aktivitas, seperti menanam sawi, membajak sawah, mengawinkan cabai, menanam timun, memasang mulsa, serta mengairi sawah. Semua proses ini dilakukan dengan penuh antusias, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat.

Pengelolaan lahan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan (penyemprotan herbisida dan pembajakan sawah), pembenihan (penyemaian benih sawi), pembuatan gulutan, pemasangan mulsa, penanaman, perawatan, hingga panen. Aktivitas panen menjadi momen yang paling ditunggu karena mahasiswa dapat membawa sebagian hasil panen ke posko KKN untuk diolah menjadi santapan bersama. “Rasanya luar biasa menikmati hasil kerja keras kami sendiri,” ujar Dewi Khinasih Wahyuati dengan senyum puas, dan diamini mahasiswa lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas mengelola lahan, tetapi juga menjadi wadah pertukaran ilmu. Mahasiswa menerapkan teori yang dipelajari di kampus, sementara masyarakat mendapatkan wawasan baru terkait inovasi pengelolaan pertanian. Sinergi ini memperkuat kebersamaan dan menciptakan nilai keberlanjutan yang bermanfaat bagi desa.

Baca juga: Inovasi Abon Ikan Tuna dari KKN SIGAP Pangan: Kolaborasi Uniska Kediri dan Bank Indonesia untuk Dorong Hilirisasi Pangan

Agro Link-Q kini menjadi lebih dari sekadar lahan pertanian. Ia menjelma menjadi ladang harapan yang menumbuhkan perekonomian, ilmu pengetahuan, dan kebersamaan. Semangat kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menjadi fondasi untuk masa depan Desa Pakis yang lebih mandiri dan produktif.

]]>
Promosi Wisata Makin Mudah, Mahasiswa KKN Uniska Kediri Hadirkan Website dan Reservasi Duren Sari https://uniska-kediri.id/promosi-wisata-makin-mudah-mahasiswa-kkn-uniska-kediri-hadirkan-website-dan-reservasi-duren-sari/ Thu, 21 Aug 2025 04:34:45 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8315 Transformasi digital kini hadir di Desa Sawahan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri sukses meluncurkan Website Desa Sawahan dan Form Reservasi Wisata Duren Sari sebagai upaya mendorong transparansi, inovasi, dan penguatan ekonomi desa.

Penyerahan Website Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Penyerahan website dilakukan pada Selasa, 19 Agustus 2025 di Balai Desa Sawahan, sedangkan form reservasi wisata diserahkan sehari setelahnya, Rabu (20 Agustus 2025), di rumah Unik, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Dengan mengusung tema “Digitalisasi Desa dan Promosi Wisata Berbasis Website Menuju Transparansi, Inovasi, dan Peningkatan Ekonomi Sawahan”, website Desa Sawahan hadir sebagai sarana informasi resmi, memuat profil desa, sejarah, visi misi, layanan administrasi, berita, dan pengumuman. Fitur ini diharapkan mampu mempermudah masyarakat mendapatkan informasi yang valid, serta mendukung pelayanan publik secara cepat dan transparan.

Sementara itu, Form Reservasi Wisata Duren Sari menjadi solusi digital untuk pemesanan tiket wisata secara online. Dengan form ini, wisatawan tidak perlu lagi datang langsung untuk reservasi, cukup memesan secara online dan mendapatkan konfirmasi kunjungan. Sistem ini mempermudah pengelola mengatur jumlah pengunjung, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat promosi wisata lokal.

Penyerahan Form Reservasi Wisata Duren Sari.

Koordinator pelaksana kegiatan, Ahfan Naofal (Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik), menjelaskan tujuan utama program ini. “Kami ingin mendukung proses digitalisasi di Desa Sawahan melalui Website Desa dan Form Reservasi Wisata. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, mempermudah pelayanan publik, sekaligus mendorong promosi wisata untuk memperkuat ekonomi desa,” ungkapnya.

Hasil dari kegiatan ini tidak hanya berupa platform digital, tetapi juga peningkatan pemahaman dan keterampilan perangkat desa serta pengelola wisata dalam mengelola website dan sistem reservasi. Dengan demikian, keberlanjutan pengelolaan dapat terjaga.

Program ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Sawahan sebagai penyedia data dan pengelola website, hingga Pokdarwis Duren Sari sebagai mitra utama dalam pengembangan sistem reservasi wisata. Dukungan masyarakat setempat turut memperkaya konten dan memperkuat partisipasi.

Respon positif datang dari pihak pemerintah desa dan pengelola wisata. “Website ini memudahkan kami dalam menyampaikan informasi dan memberikan pelayanan administrasi, sedangkan form reservasi sangat membantu wisatawan untuk booking secara praktis,” ujar Eko Yulianto selaku sekretaris desa.

Pejabat setempat juga mengapresiasi program ini sebagai langkah nyata menyongsong era digital. Mereka berharap website ini tidak hanya berhenti pada tahap peluncuran, tetapi terus dikelola dan dikembangkan agar menjadi sarana komunikasi efektif sekaligus daya tarik wisata yang mampu meningkatkan ekonomi desa.

Baca juga: Serunya Eco Print Totebag, Siswa SD Jengglungharjo Berkreasi Bareng Mahasiswa KKN Uniska Kediri

Sebagai pelaksana, mahasiswa KKNT Uniska Kediri mengaku bangga dapat berkontribusi langsung dalam proses digitalisasi desa. “Kami berharap website ini bisa dimanfaatkan secara optimal dan dikelola berkelanjutan agar membawa manfaat jangka panjang bagi Desa Sawahan,” tutup Ahfan.

]]>
KKN Uniska Kediri di Desa Nglurup Ditutup dengan Pagelaran Seni Bantengan https://uniska-kediri.id/kkn-uniska-kediri-di-desa-nglurup-ditutup-dengan-pagelaran-seni-bantengan/ Wed, 20 Aug 2025 07:51:15 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8437

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri yang ditempatkan di Desa Nglurup resmi menuntaskan rangkaian program pengabdian masyarakat dengan lancar dan penuh semangat.

Selama masa pengabdian, mahasiswa tidak hanya fokus pada program fisik dan non-fisik seperti edukasi, pemberdayaan UMKM, serta pelatihan keterampilan masyarakat, tetapi juga aktif berbaur dalam kehidupan sosial dan budaya warga. Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat, sehingga kegiatan KKN berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata.

Puncak kegiatan ditandai dengan acara penutupan meriah pada 20 Agustus 2025, yang menampilkan pagelaran seni tradisional Bantengan. Kesenian khas Jawa Timur ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol pelestarian budaya lokal yang patut dibanggakan. Kehadiran kesenian Bantengan menjadi wujud kolaborasi harmonis antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Nglurup, serta menandai suksesnya pelaksanaan program yang mengakar pada nilai gotong royong dan kebudayaan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, pemberdayaan, dan dampak positif dari program KKN tetap dapat dirasakan masyarakat, meski para mahasiswa telah kembali ke bangku kuliah.

“Terima kasih Desa Nglurup atas sambutan hangat, kebersamaan, dan kenangan yang luar biasa. Semoga kolaborasi baik ini terus berlanjut,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa KKN Uniska Kediri.

]]>
Inovasi Ramah Lingkungan: Mahasiswa KKN Edukasi Masyarakat Olah Minyak Bekas Jadi Lilin Aromaterapi https://uniska-kediri.id/inovasi-ramah-lingkungan-mahasiswa-kkn-edukasi-masyarakat-olah-minyak-bekas-jadi-lilin-aromaterapi/ Wed, 20 Aug 2025 06:48:15 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8169

Minyak jelantah yang biasa dibuang kini bisa menjadi produk bernilai ekonomis. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri membuktikannya melalui sosialisasi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak bekas pakai.

Kegiatan ini digelar pada Rabu, 20 Agustus 2025, bertempat di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Acara diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan anggota Karang Taruna.

Program bertema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Ramah Lingkungan” ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh 33 mahasiswa KKN Uniska Kediri dari berbagai fakultas.

“Kami ingin memberikan solusi praktis untuk masalah limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Giza, Wakil Ketua KKN Desa Kamulan.

Antusiasme warga terlihat jelas. Salah satu peserta, Fifi (34), mengaku tertarik mencoba. “Selama ini minyak bekas hanya dibuang. Ternyata bisa jadi lilin cantik yang wangi. Saya mau coba buat sendiri di rumah,” ungkapnya.

Kepala Desa Kamulan, Masruri, menyambut baik kegiatan ini. “Desa kami mendukung penuh program inovatif seperti ini. Semoga bisa menginspirasi warga untuk lebih peduli lingkungan,” ujarnya.

Program ini dilatarbelakangi masalah pengelolaan limbah jelantah. Berdasarkan survei tim KKN Uniska Kediri, rata-rata rumah tangga membuang 2–3 liter minyak bekas per bulan, yang berpotensi mencemari tanah dan menyumbat saluran air. “Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air dan mencemari tanah. Dengan mengolahnya jadi lilin, kita sekaligus mengatasi masalah lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi,” jelas Adinda, anggota tim KKN

Kegiatan ini dibimbing oleh Dr. Moch. Wahid Hasyim, S.HI., M.H., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Islam Kadiri dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat melalui inovasi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi warga.

]]>
Desa Ngasem Resmi Jadi Desa Cantik: Kolaborasi Mahasiswa UNISKA, Pemerintah Desa, dan BPS Kediri Wujudkan Literasi Statistik untuk Pembangunan Berkelanjutan https://uniska-kediri.id/desa-ngasem-resmi-jadi-desa-cantik-kolaborasi-mahasiswa-uniska-pemerintah-desa-dan-bps-kediri-wujudkan-literasi-statistik-untuk-pembangunan-berkelanjutan/ Tue, 19 Aug 2025 05:28:15 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8414 KEDIRI – Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, menjadi saksi lahirnya kolaborasi apik antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (UNISKA), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri, dan pemerintah desa setempat. Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), kegiatan ini resmi berlangsung sejak 21 Juli hingga 20 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Mendekatkan Data dengan Aksi Nyata: Literasi Statistik sebagai Kunci Perencanaan dan Pembangunan yang Berkelanjutan dan Berdampak”.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa. Di Desa Ngasem, gagasan ini diwujudkan dengan pendampingan langsung oleh mahasiswa KKNT yang didukung penuh oleh pemerintah desa. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi penggerak kegiatan, tetapi juga sebagai jembatan antara masyarakat dengan pentingnya data dalam merancang pembangunan.

Rangkaian kegiatan dimulai dari bimbingan teknis yang diberikan BPS dan perangkat desa kepada mahasiswa. Selanjutnya, para mahasiswa bersama aparat desa terjun langsung mengumpulkan data lapangan, melakukan input, hingga mengolahnya menjadi informasi yang terstruktur. Hasil akhir dari kerja kolaboratif ini tidak berhenti pada angka semata, tetapi diwujudkan dalam website resmi Desa Ngasem dan buku profil desa yang memuat potensi wilayah secara komprehensif.

Sekretaris Desa Ngasem menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya program ini. “Pihak desa sangat berterima kasih atas dukungan mahasiswa KKNT UNISKA yang membantu terlaksananya program Desa Cantik. Data yang telah dihimpun diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan pembangunan ke depan,” ungkapnya.

Dari sisi mahasiswa, program ini memberikan pengalaman berharga sekaligus bukti nyata kontribusi akademisi bagi masyarakat. “Melalui Desa Cantik, kami tidak hanya belajar, tetapi juga memberi manfaat langsung. Harapan kami, meskipun KKN telah usai, program ini dapat berlanjut dengan dukungan penanggung jawab IT desa,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Lebih dari sekadar kegiatan pengumpulan data, Desa Cantik menjadi wujud sinergi nyata antara dunia akademik, pemerintah desa, dan lembaga statistik. Dengan adanya literasi statistik yang kuat, Desa Ngasem diharapkan mampu memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data, sehingga lebih terarah, berkelanjutan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Program ini sekaligus menegaskan bahwa data bukan hanya sekadar angka, melainkan fondasi penting dalam merancang masa depan desa yang lebih maju dan berdaya saing.

]]>
Mahasiswa KKN Uniska Kediri Ajak Siswa SDN 1 Kamulan Katakan “STOP BULLYING!” https://uniska-kediri.id/mahasiswa-kkn-uniska-kediri-ajak-siswa-sdn-1-kamulan-katakan-stop-bullying/ Thu, 14 Aug 2025 06:58:43 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8071 Pada Kamis, 14 Agustus 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri turun langsung ke SDN 1 Kamulan, Desa Kamulan, untuk mengedukasi siswa tentang bahaya bullying dan cara menghadapinya. Kegiatan yang digelar pukul 08.00–10.30 WIB ini berlangsung meriah dan penuh interaksi.

Dalam sesi yang dipimpin ketua tim KKN, Krisna Dwi Utomo, mahasiswa Program Studi Manajemen, para siswa kelas 4, 5, dan 6 diajak memahami pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak negatif, serta langkah-langkah pencegahan. Tak sekadar ceramah, mahasiswa KKN memadukan presentasi hiperaktif, finger painting, permainan edukatif, hingga menulis pengalaman bullying yang pernah dialami.

“Anak-anak jadi lebih mudah memahami materi karena kami menggunakan media visual menarik dan metode storytelling,” jelas Krisna. Di penghujung acara, siswa antusias menorehkan tangan mereka di banner besar bertuliskan “STOP BULLYING”, sebagai simbol komitmen menolak bullying.

Sholeh, guru SDN 1 Kamulan, menekankan pentingnya kegiatan ini. “Tingginya kasus bullying di sekolah bisa berdampak pada kesehatan mental dan prestasi akademik. Edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak tahu bahwa bullying itu tidak boleh dilakukan dan bagaimana menghadapi jika menjadi korban,” ujarnya.

Siswa pun tak kalah antusias. “Terima kasih kakak-kakak KKN, kegiatan hari ini seru banget!” ujar Kenzo, salah satu peserta.

Baca juga: Mahasiswa KKN Uniska Kediri Hadirkan Nugget “Lelisius” sebagai Inovasi Pangan Desa Pakis

Kegiatan yang digelar di perpustakaan sekolah ini mendapat apresiasi positif dari seluruh warga sekolah dan diharapkan menjadi langkah awal menciptakan generasi muda yang bebas dari bullying. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Moch. Wahid Hasyim, S.HI., M.H. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah, Kamulan siap menorehkan sejarah baru: anak-anak cerdas, kreatif, dan berani bilang “tidak” pada bullying!

]]>
Nugget “Lelisius”, Inovasi Pangan Karya Mahasiswa KKN Uniska di Desa Pakis https://uniska-kediri.id/nugget-lelisius-inovasi-pangan-karya-mahasiswa-kkn-uniska-di-desa-pakis/ Wed, 13 Aug 2025 06:02:45 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8192 Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, yang ditempatkan di Desa Pakis, Kecamatan Durenan, mengadakan Seminar Hilirisasi Pangan pada Rabu, 13 Agustus 2025, pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program SIGAP Pangan yang digagas Uniska Kediri bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).

Seminar yang bertempat di Balai Desa Pakis ini dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, dan ibu-ibu PKK. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menampilkan inovasi pengolahan hasil panen menjadi produk pangan tahan lama berupa nugget ikan lele “Lelisius”. Acara ini juga mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ayu Fatmawati, M.Pd., sementara 33 anggota kelompok KKN menyiapkan seluruh kebutuhan acara dengan penuh semangat.

Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam mengembangkan potensi desa dan menciptakan terobosan ekonomi baru. Kepala Desa Pakis, Agus Mashari, menyampaikan apresiasinya. “Mahasiswa KKN yang sukses adalah mereka yang kinerjanya dirasakan masyarakat dan memajukan desa. Inovasi ini, contohnya, dapat menjadi ide usaha baru yang bermanfaat.”

Selain penyampaian materi, seminar juga menghadirkan praktik pengolahan nugget secara langsung, di mana para peserta, termasuk ibu-ibu PKK, diajak untuk mengamati proses produksi sekaligus mencicipi hasilnya. Ketua PKK Desa Pakis, Umi Hanik, menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa ide tersebut layak dicoba dan dikembangkan menjadi peluang usaha baru. “Monggo ibu-ibu, perhatikan ini, salah satu ide bagus yang bisa dicoba dan dikembangkan menjadi usaha”, ujarnya.

Sebagai pendampingan berkelanjutan, mahasiswa juga membagikan lembar pedoman berisi resep, alat, bahan, dan tata cara pengolahan, sehingga warga dapat menyimpan, mencontoh, dan mengembangkan inovasi tersebut di rumah.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, yang tidak hanya merekam momen kebersamaan, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Pakis dalam menghadirkan inovasi pangan yang bermanfaat. Selama sesi ini, terlihat keakraban dan kegembiraan antara peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi mereka terhadap kegiatan yang telah berlangsung. Semangat partisipasi warga dan respons positif yang mereka tunjukkan menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, menghadirkan program-program kreatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi desa. Momen ini sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari hasil materiil, tetapi juga dari keterlibatan dan kepuasan masyarakat yang menjadi penerima manfaat langsung.

]]>
Mahasiswa KKNT Uniska Kediri Hidupkan Wisata Edukasi Tugu Park https://uniska-kediri.id/mahasiswa-kknt-uniska-kediri-hidupkan-wisata-edukasi-tugu-park/ Tue, 12 Aug 2025 07:05:30 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8189 Desa Tugu, Kecamatan Sendang, kini memiliki wajah baru. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri hadir membawa berbagai inovasi yang menggabungkan teknologi, pertanian, dan ekonomi. Sejak 28 Juli hingga 15 Agustus 2025, mereka bekerja sama dengan Tugu Park untuk menciptakan wisata edukasi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu program unggulan adalah pemasangan lampu di beberapa titik strategis Tugu Park. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan penerangan di halaman dan area publik, sehingga pengunjung dapat menikmati fasilitas dengan lebih nyaman dan aman.

Selain itu, mahasiswa KKNT melakukan penamaan berbagai tanaman di sekitar Tugu Park. Setiap tanaman diberi label nama, memudahkan masyarakat maupun pengunjung mengenal dan memahami beragam jenis tumbuhan. Program ini menghadirkan wisata edukasi yang sederhana namun memberi manfaat besar bagi pengetahuan lingkungan masyarakat.

Dalam bidang pertanian, mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik dari bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di desa. Melalui praktik langsung, limbah organik diubah menjadi pupuk ramah lingkungan yang bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian setempat.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, mahasiswa KKNT mendorong peningkatan literasi IT bagi pegawai Tugu Park. Mereka memperkenalkan penggunaan aplikasi dan perangkat komputer sederhana untuk mendukung administrasi dan pengelolaan keuangan, sehingga pengelolaan Tugu Park menjadi lebih efisien.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu melahirkan inovasi sederhana namun berdampak signifikan. Program-program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pembangunan desa yang mandiri, ramah lingkungan, dan melek teknologi.

Melathi Siwi Sasanti, salah satu perwakilan mahasiswa KKNT Uniska Kediri dari Prodi Teknik Komputer, menyampaikan, “Selama melaksanakan KKNT di Tugu Park, banyak hal yang bisa kami lakukan untuk mendukung pengembangan wisata edukasi. Mulai dari pemasangan lampu, penamaan tanaman, pembuatan pupuk organik, hingga pengembangan sistem IT. Semua upaya ini kami harap memberi manfaat jangka panjang bagi pengelola dan masyarakat sekitar.”

Sementara itu, Fajar, perwakilan Tugu Park, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKNT Uniska Kediri. Program kerja yang mereka jalankan tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tarik Tugu Park sebagai destinasi wisata edukasi. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa depan,” tuturnya.

]]>