Kiprah – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Sun, 03 May 2026 06:20:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png Kiprah – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Bangga! Dosen Uniska Kediri Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya di LLDIKTI Wilayah VII https://uniska-kediri.id/bangga-dosen-uniska-kediri-terima-penghargaan-satyalancana-karya-satya-di-lldikti-wilayah-vii/ Sun, 03 May 2026 06:19:51 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9734 Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali menorehkan kebanggaan melalui capaian para dosennya yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII. Penganugerahan tersebut dilaksanakan pada momentum Hari Pendidikan Nasional, Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di Kantor LLDIKTI Wilayah VII.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya diberikan sebagai bentuk apresiasi negara kepada Aparatur Sipil Negara/PNS atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas secara terus-menerus dimana penghargaan ini dikategorikan dalam masa pengabdian X, XX, dan XXX tahun.

Dalam kesempatan tersebut, lima dosen Uniska Kediri menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya, yaitu:

  1. Prof. Dr. Sumarji, S.P., M.P. — Satyalancana Karya Satya XX Tahun
  2. Fauziyah, S.E., M.Si., Ak., CA., CPA. — Satyalancana Karya Satya XX Tahun
  3. Widyana Rahmatika, S.P., M.P. — Satyalancana Karya Satya X Tahun
  4. Dr. Nur Chasanah, S.H., M.H. — Satyalancana Karya Satya X Tahun
  5. Dr. Arisyahidin, S.E., M.M. — Satyalancana Karya Satya X Tahun

Penganugerahan ini menjadi bukti bahwa dedikasi dosen Uniska Kediri dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi terus mendapat pengakuan. Melalui pengabdian panjang di ruang kelas, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, para dosen Uniska Kediri turut berperan dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan pesan penguatan kepada para dosen DPK agar terus menjaga semangat pengabdian. Prof. Dyah Sawitri tercatat menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah VII sejak dilantik pada 30 Juni 2022.

“Untuk teman-teman DPK, tetaplah semangat, sabar, dan setia mengabdi, memberikan yang terbaik. Karena dari ruang kelas inilah masa depan bangsa dibentuk,” pesan Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.

Salah satu dosen UNISKA Kediri penerima penghargaan, Widyana Rahmatika, S.P., M.P., menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional.

“Syukur Alhamdulillah, sangat bersyukur atas penghargaan Satyalancana Karya Satya tepat di Hari Pendidikan Nasional ini. Ini bukti bahwa sekecil apa pun pengabdian kita, negara hadir dan mengapresiasi. Ini bukan pencapaian saya sendiri, namun berkat dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan pimpinan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan agar penghargaan tersebut menjadi pemantik semangat bagi seluruh insan pendidik.

“Mari jadikan momen ini penyemangat untuk terus mengabdi, mendidik, dan menginspirasi dengan hati,” tambahnya.

Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 mengusung semangat penguatan partisipasi bersama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua. Peringatan Hardiknas tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, dan menjadi momentum nasional untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap pembangunan pendidikan Indonesia.

Bagi Uniska Kediri, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi individual, tetapi juga cerminan budaya akademik kampus yang terus menumbuhkan nilai pengabdian, loyalitas, profesionalisme, dan keteladanan. Uniska Kediri berkomitmen untuk terus mendukung dosen dan tenaga pendidik dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.

Baca Juga : Faculty of Law Competition 2026 UNISKA Kediri Sukses Digelar, Dorong Literasi Hukum dan Kreativitas Pelajar Indonesia

Rektorat dan seluruh sivitas akademika Uniska Kediri menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen penerima Satyalancana Karya Satya. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Uniska Kediri untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan bangsa.

]]>
Ocky Tri Gogik Sunarto, Alumni UNISKA Kediri Ukir Kiprah di Tingkat Nasional https://uniska-kediri.id/ocky-tri-gogik-sunarto-alumni-uniska-kediri-ukir-kiprah-di-tingkat-nasional/ Sun, 19 Apr 2026 23:19:13 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9678 Alumni Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dari Fakultas Teknik, Ocky Tri Gogik Sunarto, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wakil Ketua Bidang III Pengumpulan, Pengolahan Data serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) KONI Pusat untuk periode 2026–2027. Amanah strategis ini menempatkan Ocky pada posisi penting dalam mendukung pengelolaan data olahraga nasional yang menaungi lebih dari 70 cabang olahraga di Indonesia.

Ocky merupakan putra daerah asal Kediri yang menempuh pendidikan di Uniska Kediri, Fakultas Teknik, setelah sebelumnya berlatar belakang pendidikan komputer. Ia melanjutkan studi di Uniska Kediri pada tahun 2017 dan lulus pada tahun 2019 dari program Teknik Elektro. Dalam perjalanannya, pengalaman akademik dan lingkungan belajar di Uniska Kediri menjadi bagian penting yang membentuk cara berpikir, kedisiplinan, dan kemampuan profesionalnya sehingga mampu berkiprah di level nasional.

Dalam wawancara, Ocky menjelaskan bahwa tugas utamanya di KONI Pusat adalah mengawal pengumpulan dan pengolahan data prestasi atlet nasional pada berbagai penyelenggaraan multievent. Data tersebut mencakup data diri atlet, capaian prestasi, hingga rekor yang tercipta, lalu diintegrasikan dalam satu sistem digital. Menurutnya, digitalisasi ini penting agar KONI memiliki basis data yang kuat untuk memetakan kekuatan atlet nasional dalam menghadapi kompetisi internasional, sekaligus menunjang kebutuhan sport science di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa bidang yang dipimpinnya berperan dalam memperkuat arus informasi dari pusat ke daerah agar koordinasi semakin efektif dan meminimalkan miskomunikasi.

Kepercayaan yang diberikan KONI Pusat tentu menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Ocky mengaku bersyukur dan bangga bisa berada di titik ini, terlebih karena ia dapat membawa nama baik daerah asal dan almamaternya. Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut secara maksimal dan sebaik-baiknya.

Perjalanan Ocky hingga sampai pada posisi sekarang bukanlah sesuatu yang instan. Berdasarkan riwayat pengalamannya, ia merupakan mantan atlet catur yang kemudian berkembang menjadi praktisi olahraga dengan fokus pada subsektor sport science, khususnya sport technology. Ia tercatat pernah terlibat dalam berbagai event olahraga nasional dan internasional, baik di level teknis maupun manajerial. Salah satu capaian pentingnya adalah menjadi IT Project Manager dan pemimpin operasional aplikasi GMS pada ajang besar seperti PON 2024 dan Peparnas 2024. Ia juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi dan event olahraga, termasuk sebagai delegasi Indonesia pada forum kepemudaan olimpik internasional serta bagian dari pengembangan sistem dan teknologi olahraga.

Menurut Ocky, tantangan terbesar dalam pengelolaan data olahraga nasional saat ini adalah karena setiap cabang olahraga masih banyak yang memiliki sistem masing-masing atau berjalan secara terpisah. Kondisi tersebut membuat proses sinkronisasi data membutuhkan waktu dan koordinasi yang tidak sederhana. Karena itu, ia ingin mendorong optimalisasi digitalisasi data prestasi olahraga nasional, terutama pada cabang-cabang olahraga unggulan, agar Indonesia memiliki data yang valid, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan secara strategis untuk pembinaan prestasi. Selain itu, ia juga tengah mendorong pengembangan data tenaga olahraga agar sumber daya pendukung seperti volunteer dan liaison officer memiliki bekal yang lebih terarah dan profesional.

Di tengah kiprahnya yang luas, Ocky tetap mengingat peran Uniska Kediri dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku sangat menikmati proses belajar di Fakultas Teknik karena para dosennya terbuka untuk berdiskusi dan tidak menciptakan jarak dengan mahasiswa. Bahkan hingga kini, sesekali ia masih berdiskusi dengan dosen yang pernah mengampu mata kuliahnya saat kuliah di Uniska Kediri. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah perjuangan menempuh studi sambil bekerja, sehingga ia harus mengambil kelas malam dan belajar menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan dunia kerja. Pengalaman itu justru membentuk daya juang dan manajemen waktu yang kuat.

Sebagai alumni yang kini berkiprah di tingkat nasional, Ocky juga membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa dan alumni Uniska Kediri. Ia mengajak generasi muda untuk terus berinovasi, terus berkembang menjadi lebih baik, serta aktif membangun jejaring. Menurutnya, networking adalah aset yang sangat berharga karena tidak bisa dibeli, namun dapat membuka banyak peluang di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa di era saat ini, bekal akademik saja belum cukup. Mahasiswa perlu memperkuat soft skill, mengikuti pelatihan, dan menambah sertifikasi agar memiliki nilai tambah di dunia profesional.

Ocky berharap Uniska Kediri terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. Ia menilai pembekalan yang lebih aplikatif, termasuk sertifikasi atau kerja sama dengan berbagai instansi, akan menjadi langkah penting agar lulusan UNISKA semakin kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga : Dari Uniska Kediri ke Panggung Dunia: Naufal Ghani Bayhaqi Lolos S2 di Chulalongkorn University Thailand

Keberhasilan Ocky Tri Gogik Sunarto menembus panggung nasional menjadi bukti bahwa alumni Uniska Kediri mampu bersaing, berprestasi, dan mengambil peran strategis bagi Indonesia. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Uniska Kediri untuk terus melangkah maju, mengembangkan potensi, dan membawa nama almamater semakin dikenal luas melalui karya nyata.

]]>
Berpartisipasi dalam Tendik Berdampak 2026, Uniska Kediri Perkuat Transformasi Arsip Digital Berbasis AI https://uniska-kediri.id/berpartisipasi-dalam-tendik-berdampak-2026-uniska-kediri-perkuat-transformasi-arsip-digital-berbasis-ai/ Mon, 13 Apr 2026 01:20:48 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9645 Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri terus berupaya meningkatkan tata kelola administrasi yang modern dan adaptif terus diwujudkan melalui pengembangan kompetensi tenaga kependidikan. Salah satunya ditunjukkan oleh Nurul Sa’diyah, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha dan Kearsipan Uniska Kediri, yang mengikuti program Tendik Berdampak 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Harris Surabaya pada 6–10 April 2026, dengan fokus pada penguatan kapasitas tenaga kependidikan di bidang kearsipan yang berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya pengenalan AI dalam kearsipan, restorasi arsip, pemberkasan arsip, hingga pengolahan arsip digital. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan sejarah universitas dalam bentuk digital melalui museum arsip, sebagai upaya pelestarian memori institusi secara modern.

Salah satu sesi yang paling berkesan disampaikan oleh perwakilan dari Arsip Nasional Republik Indonesia, yang membahas kebijakan transformasi digital dalam pengelolaan arsip berbasis AI. Materi ini menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam menjaga efektivitas dan efisiensi pengelolaan arsip. Selain itu, pemaparan dari akademisi Universitas Airlangga turut memperkaya wawasan peserta terkait praktik kearsipan modern di perguruan tinggi.

Nurul Sa’diyah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI dalam pengelolaan arsip. Menurutnya, kearsipan memiliki peran strategis yang tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga sebagai bagian penting dalam mendukung tata kelola institusi yang baik.

“Melalui kegiatan ini, saya semakin memahami bahwa pengelolaan arsip harus terus mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi, khususnya AI, dapat membantu proses kearsipan menjadi lebih efisien, efektif, dan terintegrasi,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh tenaga kependidikan di lingkungan Uniska Kediri untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menghadapi era digital.

“Arsip akan selalu mengikuti perkembangan zaman. Dengan penataan arsip yang baik, kita dapat menciptakan kampus yang sehat, unggul, dan terdepan. Mari bersama-sama berkolaborasi serta memanfaatkan teknologi digital dan AI dalam pengelolaan arsip, baik arsip aktif maupun inaktif,” pesannya.

Baca Juga : Perkuat Layanan Berbasis Teknologi, Uniska Kediri Ikuti Workshop Pranata Komputer Program Tendik Berdampak 2026

Partisipasi dalam program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pengelolaan arsip di Uniska Kediri menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing di era digital.

]]>
Perkuat Layanan Berbasis Teknologi, Uniska Kediri Ikuti Workshop Pranata Komputer Program Tendik Berdampak 2026 https://uniska-kediri.id/perkuat-layanan-berbasis-teknologi-uniska-kediri-ikuti-workshop-pranata-komputer-program-tendik-berdampak-2026/ Sun, 12 Apr 2026 00:16:14 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9643 Komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi terus ditunjukkan oleh Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri. Salah satu tenaga kependidikan (tendik), Allif Musthofa, S.Kom., Staf Bagian Teknologi Informasi Uniska Kediri, berhasil lolos dalam program program Tendik Berdampak 2026 pada bidang kegiatan Workshop-Benchmarking Tenaga Kependidikan Bidang Pranata Komputer yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada 6–10 April 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas tenaga kependidikan di bidang teknologi informasi, khususnya dalam membangun sistem informasi kampus yang terintegrasi. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi utama mengenai pengembangan arsitektur sistem informasi terpusat seperti SIMASTER UGM, yang dikenal sebagai sistem yang andal, aman, efisien, serta mampu mengintegrasikan berbagai layanan akademik dan non-akademik dalam satu platform.

Salah satu materi yang paling berkesan bagi Allif adalah pembahasan tentang Well Architecture Framework dalam Layanan Publik yang disampaikan oleh Ridi Ferdiana, Kepala Direktorat Teknologi Informasi UGM. Materi tersebut mengupas secara komprehensif kerangka kerja dalam merancang dan mengelola sistem layanan publik berbasis digital agar memiliki performa optimal, aman, serta mampu menjawab kebutuhan pengguna secara efektif.

“Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman berharga. Para pemateri yang ahli di bidangnya memberikan wawasan mendalam, ditambah dengan interaksi bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang turut memperkaya perspektif saya,” ungkap Allif.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini semakin meningkatkan pemahamannya terhadap perkembangan teknologi terkini, khususnya dalam pemanfaatannya untuk mengoptimalkan layanan di lingkungan Uniska Kediri.

Sebagai bentuk refleksi sekaligus ajakan, Allif menyampaikan pesan kepada seluruh civitas akademika Uniska Kediri agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan yang cepat, responsif, dan tepat sasaran.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Mari kita bersama-sama terbuka terhadap perubahan, aktif belajar, serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan di instansi kita demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pesannya.

Baca Juga : Uniska Kediri Perkuat Wawasan Analisis SDM, Tegaskan Komitmen pada SDM Unggul

Keikutsertaan tendik Uniska Kediri dalam program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan sistem layanan berbasis digital di lingkungan kampus, sekaligus mendukung terciptanya tata kelola institusi yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing.

]]>
Uniska Kediri Perkuat Wawasan Analisis SDM, Tegaskan Komitmen pada SDM Unggul https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-perkuat-wawasan-analisis-sdm-tegaskan-komitmen-pada-sdm-unggul/ Sat, 11 Apr 2026 03:54:37 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9630 Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri terus dilakukan melalui partisipasi aktif tenaga kependidikan dalam berbagai program pengembangan kompetensi. Salah satunya ditunjukkan oleh Peni Susana, S.E., staf bagian kepegawaian Uniska Kediri, yang berhasil lolosmengikuti Workshop Benchmarking Tenaga Kependidikan Bidang Analisis SDMA dalam Program Tendik Berdampak Tahun 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret pada tanggal 6–10 April 2026, dengan fokus pada penguatan kapasitas tenaga kependidikan dalam bidang analisis dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta dalam analisis SDM. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai sesi workshop yang disampaikan oleh para narasumber kompeten, termasuk Direktur Sumber Daya Manusia UNS beserta timnya. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek strategis dalam pengelolaan SDM, mulai dari perencanaan, pengembangan, hingga evaluasi kinerja pegawai.

Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi benchmarking yang juga dilaksanakan di lingkungan UNS, memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan SDM yang diterapkan. Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan ke Keraton Mangkunegaran sebagai bagian dari penguatan wawasan budaya dan kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test guna mengukur efektivitas penyampaian materi, serta kewajiban penyusunan laporan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan diseminasi sebagai syarat penerbitan sertifikat.

Salah satu materi yang paling berkesan bagi Peni adalah tentang Rekrutmen dan Seleksi Pegawai. Menurutnya, materi tersebut memberikan pemahaman mendalam bahwa proses rekrutmen tidak sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan harus dilakukan secara terencana, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan institusi.

“Proses rekrutmen yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kualitas SDM dan kemajuan institusi di masa depan. Materi ini benar-benar membuka wawasan saya dalam melihat pentingnya strategi dalam pengelolaan SDM,” ungkapnya.

Secara pribadi, Peni menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman dengan peserta dari berbagai institusi di Indonesia. Hal ini memberikan perspektif baru dalam pengelolaan SDM yang profesional di lingkungan perguruan tinggi.

Di akhir, ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh civitas akademika Uniska Kediri untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Untuk seluruh civitas akademika Uniska Kediri, mari terus meningkatkan semangat belajar, beradaptasi dengan perubahan, serta mengembangkan kompetensi diri demi kemajuan institusi bersama,” pesannya.

Baca Juga : Uniska Kediri Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Confucius Institute Unesa untuk Penguatan Internasionalisasi Kampus

Partisipasi aktif tenaga kependidikan dalam program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pengelolaan SDM di Uniska Kediri, sehingga mampu mendukung terciptanya institusi pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

]]>
Uniska Kediri Ambil Bagian dalam Diskusi Pembaruan KUHP dan KUHAP Nasional https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-ambil-bagian-dalam-diskusi-pembaruan-kuhp-dan-kuhap-nasional/ Fri, 06 Mar 2026 15:48:02 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9581 Keterlibatan sivitas akademika Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri kembali terlihat dalam forum hukum di daerah. DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kediri menggelar forum diskusi pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Nasional di Hotel Grand Surya Kediri, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 advokat dan mengangkat tema Membangun Sinergitas Peran Advokat dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Nasional.

Dalam forum tersebut, salah satu narasumber yang hadir adalah Dr. H. Nurbaedah, S.H., S.Ag., M.H., M.H., Anggota Dewan Kehormatan DPD PERADI Jawa Timur yang juga dikenal sebagai dosen Pascasarjana Uniska Kediri. Selain Dr. Nurbaedah, diskusi juga menghadirkan Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri Khairul, S.H., M.H. serta KBO Reskrim Polres Kediri Kota Ipda Iwan Sulaiman.

Bagi Uniska Kediri, kehadiran Dr. Nurbaedah bersama beberapa dosen Fakultas Hukum Uniska Kediri dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga aktif hadir dalam forum-forum strategis yang membahas perkembangan hukum nasional. Kehadiran unsur kampus dalam diskusi seperti ini menjadi penting untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik, profesi advokat, dan aparat penegak hukum di daerah.

Dalam paparannya, Dr. Nurbaedah menegaskan bahwa pembaruan KUHAP tidak menghilangkan tugas pokok dan fungsi advokat. Menurutnya, regulasi baru justru memperjelas posisi advokat sebagai bagian dari penegak hukum yang dijamin undang-undang. Ia juga menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai ruang penyamaan persepsi antarlembaga penegak hukum agar masing-masing memahami posisi dan kewenangannya dalam proses penegakan hukum.

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan hubungan yang selama ini telah terbangun antara Fakultas Hukum Uniska Kediri dan PERADI. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, FH Uniska Kediri dan PERADI juga tercatat menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan Ujian Profesi Advokat serta seminar-seminar hukum yang mempertemukan akademisi dan praktisi.

Baca Juga : Sakinah Goals: Uniska Kediri Jadi Tuan Rumah The Most KUA

Melalui partisipasi dosen-dosen Uniska Kediri dalam forum ini, kampus diharapkan terus mengambil peran dalam merespons pembaruan hukum nasional, sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan bagi masyarakat. Diskusi pembaruan KUHP dan KUHAP bukan hanya menjadi ruang pertukaran gagasan bagi para praktisi, tetapi juga momentum bagi perguruan tinggi untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum yang adil, profesional, dan berorientasi pada kepastian hukum.

]]>
Dua Tendik Uniska Kediri Lolos Program Kemdiksaintek Tendik Berdampak 2025 https://uniska-kediri.id/dua-tendik-uniska-kediri-lolos-program-kemdiksaintek-tendik-berdampak-2025/ Fri, 12 Dec 2025 11:43:40 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9352 Universitas Islam Kadiri (Uniska Kediri) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui keterlibatan aktif dalam program nasional. Pada tahun 2025, dua tenaga kependidikan (tendik) Uniska Kediri dinyatakan lolos sebagai peserta Program Kemdiksaintek Tendik Berdampak, sebuah program strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiksaintek) yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme tendik perguruan tinggi.

Dua tendik Uniska Kediri yang terpilih tersebut adalah Peni Susana, S.E. dari Staf Bagian Kepegawaian dan Allif Musthofa, S.Kom. dari Staf Bagian Teknologi Informasi. Keduanya berhasil melewati proses seleksi dan akan mengikuti rangkaian penguatan kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Peni Susana, S.E. mengikuti program pada Bidang Analisis Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS). Sementara itu, Allif Musthofa, S.Kom. mengikuti program pada Bidang Teknologi Informasi yang berlokasi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Bagian Kepegawaian (SDM) Uniska Kediri, Moh. Syaiful Anam, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa keikutsertaan tendik Uniska Kediri dalam Program Tendik Berdampak merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa peran tenaga kependidikan memiliki kontribusi strategis dalam perubahan institusi. “Setiap layanan yang kami berikan bukan sekadar tugas, melainkan awal dari tanggung jawab dari sebuah perubahan,” ujarnya. Melalui semboyan “Dari Layanan, Lahir Perubahan”, ia menegaskan bahwa layanan administrasi, kepegawaian, dan teknologi informasi harus mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu tata kelola dan budaya kerja yang profesional di lingkungan kampus.

Program Tendik Berdampak sendiri merupakan bagian dari kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kependidikan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada kualitas layanan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja perguruan tinggi.

Baca Juga : Uniska Kediri dan Pengadilan Agama Kota Kediri Perkuat Kolaborasi Tri Dharma melalui Penandatanganan MoU

Keikutsertaan dua tendik Uniska Kediri dalam program nasional ini diharapkan dapat menjadi pemantik lahirnya inovasi layanan dan praktik kerja yang lebih efektif, efisien, dan berdampak, sekaligus memperkuat peran strategis tenaga kependidikan dalam mendukung visi Uniska Kediri sebagai perguruan tinggi yang excellent in quality dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

]]>
Kuliah Umum Pascasarjana Uniska Kupas Kebijakan dan SDM Agribisnis Berbasis Manajemen Strategis https://uniska-kediri.id/kuliah-umum-pascasarjana-uniska-kupas-kebijakan-dan-sdm-agribisnis-berbasis-manajemen-strategis/ Sun, 07 Dec 2025 05:37:27 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=9219 Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri menggelar kuliah umum bertajuk “Kebijakan dan Manajemen Sumber Daya Manusia Agribisnis” pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Ruang E dan media Zoom (Hybrid), Lantai 7 Gedung Ulil Albab Uniska Kediri. Acara menghadirkan Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., MM., Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP), sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Dr. Rinto menekankan bahwa pembangunan sektor agribisnis modern tidak hanya bertumpu pada teknologi dan modal, tetapi juga penguatan manajemen sumber daya manusia melalui strategi organisasi yang terarah. Menurutnya, kunci keberhasilan lembaga agribisnis adalah kemampuan menetapkan tujuan jangka panjang dan menyusun rencana strategis yang terukur.

Dr. Rinto menyampaikan bahwa manajemen strategi merupakan proses merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang berfokus pada pencapaian tujuan organisasi. Dalam konteks agribisnis, strategi SDM harus memperhatikan analisis lingkungan internal–eksternal, kesiapan organisasi, serta keselarasan dengan visi dan misi lembaga. “Tujuan organisasi harus jelas, terarah, realistis, dan dapat diukur, sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja,” ujarnya.

Dr. Rinto juga menegaskan perlunya penetapan sasaran kerja berbasis SMART, Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound. Sasaran seperti ini fokus pada tindakan yang konkret, terukur, dan dapat diwujudkan dalam kurun waktu tertentu. Model SMART menjadi penting karena sektor bisnis sangat dinamis dan membutuhkan arah kebijakan SDM yang presisi serta adaptif terhadap perubahan pasar dan iklim usaha.

Di akhir, ia juga menyoroti pentingnya analisis rantai nilai bagi sektor agribisnis. Menurut Dr. Rinto, metode ini membantu mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang menciptakan nilai, sehingga organisasi mampu meningkatkan keunggulan kompetitif dan efisiensi operasional. “Rantai nilai membantu kita memahami di mana letak kekuatan dan peluang perbaikan dalam proses agribisnis, mulai dari produksi hingga distribusi,” tambahnya.

Mahasiswa Pascasarjana Uniska maupun peserta lain yang hadir secara langsung maupun melalui Zoom, mengikuti sesi diskusi dengan antusias, terutama karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan manajerial di semua sektor, khususnya sektor agribisnis. Banyak peserta menilai bahwa pendekatan strategis ini dapat diterapkan dalam penelitian maupun praktik pengembangan usaha agribisnis di lapangan.

Baca Juga : Fakultas Hukum Uniska Kediri Bersama Peradi Selenggarakan Ujian Profesi Advokat 2025

Program Pascasarjana Uniska Kediri menegaskan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri dan penguatan kapasitas seumber daya manusia.

]]>
Tak Pernah Dibully: Titis dan Wajah Inklusif FKIP Uniska Kediri https://uniska-kediri.id/tak-pernah-dibully-titis-dan-wajah-inklusif-fkip-uniska-kediri/ Fri, 28 Nov 2025 05:51:18 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8984 Di Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, setiap langkah mahasiswa adalah bukti bahwa pendidikan sejatinya milik semua orang — tanpa batas dan tanpa perbedaan. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), semangat kesetaraan itu hidup dalam keseharian, sebagaimana tercermin dari kisah inspiratif Titis Dwi Wilujeng, mahasiswi disabilitas Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berhasil lulus tepat waktu dan akan diwisuda pada 29 November 2025 mendatang.

Lahir di Kediri pada 19 Oktober 1999, Titis terlahir dengan kondisi tuna daksa. Tangan kirinya tidak tumbuh sempurna; lengannya langsung tersambung ke jari. Namun di balik keterbatasannya, Titis tetap aktif dan penuh semangat. Ia gemar berenang, membaca novel, menggambar, serta menghafal nama-nama paten obat—kegiatan yang menemaninya di sela kesibukan kuliah dan bekerja di apotek. Sejak awal kuliah, ia juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR Uniska Kediri), tempatnya belajar arti kepedulian dan kerja sama.

“Hidup adalah proses belajar tanpa henti, dan saya ingin bisa bermanfaat bagi semua orang,” ujarnya dengan senyum tenang.

Bekerja di apotek tak membuat Titis berhenti mencari pengalaman baru. Ia justru memilih melanjutkan studi di Pendidikan Bahasa Inggris karena terinspirasi oleh gurunya semasa SD. “Guru saya dulu ngajarnya asyik, bisa memahami murid-muridnya, ada kuis-kuis juga. Dari situ saya termotivasi jadi guru seperti beliau,” tuturnya.

Selama kuliah, Titis merasa FKIP Uniska Kediri benar-benar menjadi rumah bagi semua. Ia tidak pernah mengalami perundungan, justru mendapat dukungan penuh dari teman-teman dan dosen. “Teman-teman nggak pernah membully, malah sering membantu kalau saya kesulitan, terutama saat pelajaran speaking,” kenangnya. Ia juga menuturkan bahwa para dosen selalu memotivasi mahasiswa agar berani bermimpi dan tidak gengsi mengejar cita-cita. “Saya paling ingat nasihat Pak Erwin (salah satu dosen di FKIP Uniska Kediri), katanya kerja apapun jangan malu, yang penting halal. Ada orang jualan bunga lulusan S1, tapi tetap semangat. Itu memotivasi saya,” ucapnya.

Kini, menjelang wisuda, perasaan haru dan lega menyelimuti dirinya. “Alhamdulillah, lega banget. Tanggung jawab di kampus sudah selesai,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kisah Titis menjadi cermin nyata dari komitmen FKIP Uniska Kediri terhadap pendidikan inklusif. Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Angga Prasongko, S.Pd., M.Pd., M.Han, menegaskan bahwa FKIP membuka ruang selebar-lebarnya bagi mahasiswa disabilitas. “Kami menerima dan mendukung penuh mahasiswa disabilitas untuk belajar dan berkembang. Karena semua orang berhak mengenyam pendidikan tanpa terkecuali,” tegasnya.

Bagi Titis, FKIP Uniska Kediri bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuh yang menghargai semua perbedaan. “Di sini semua setara, nggak ada yang dibedakan. FKIP mendukung dan menghargai mahasiswa disabilitas,” ujarnya. Ia pun berpesan kepada teman-teman disabilitas di luar sana, “Jangan pernah nyerah. Coba dulu, apapun yang kita lakukan pasti ada hasil yang membanggakan.”

Baca juga: Tim Debat Fakultas Hukum Uniska Kediri Buktikan Kualitas di Ajang IDJC UNESA 2025

Setelah lulus nanti, Titis berencana tetap bekerja di apotek atau mengajar di sekolah luar biasa (SLB). Baginya, yang terpenting adalah terus berproses dan tidak berhenti belajar. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk tumbuh dan berkontribusi. Di FKIP Uniska Kediri, setiap mahasiswa punya tempat untuk bersinar. Di sini, pendidikan ada untuk semua karena kita semua setara.

]]>
Merayakan Inklusi di FKIP Uniska: Cerita Perjalanan Titis Hingga Raih Gelar Sarjana https://uniska-kediri.id/merayakan-inklusi-di-fkip-uniska-cerita-perjalanan-titis-hingga-raih-gelar-sarjana/ Fri, 28 Nov 2025 05:51:18 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8984 Di Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, setiap langkah mahasiswa adalah bukti bahwa pendidikan sejatinya milik semua orang — tanpa batas dan tanpa perbedaan. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), semangat kesetaraan itu hidup dalam keseharian, sebagaimana tercermin dari kisah inspiratif Titis Dwi Wilujeng, mahasiswi disabilitas Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berhasil lulus tepat waktu dan akan diwisuda pada 29 November 2025 mendatang.

Lahir di Kediri pada 19 Oktober 1999, Titis terlahir dengan kondisi tuna daksa. Tangan kirinya tidak tumbuh sempurna; lengannya langsung tersambung ke jari. Namun di balik keterbatasannya, Titis tetap aktif dan penuh semangat. Ia gemar berenang, membaca novel, menggambar, serta menghafal nama-nama paten obat—kegiatan yang menemaninya di sela kesibukan kuliah dan bekerja di apotek. Sejak awal kuliah, ia juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR Uniska Kediri), tempatnya belajar arti kepedulian dan kerja sama.

“Hidup adalah proses belajar tanpa henti, dan saya ingin bisa bermanfaat bagi semua orang,” ujarnya dengan senyum tenang.

Bekerja di apotek tak membuat Titis berhenti mencari pengalaman baru. Ia justru memilih melanjutkan studi di Pendidikan Bahasa Inggris karena terinspirasi oleh gurunya semasa SD. “Guru saya dulu ngajarnya asyik, bisa memahami murid-muridnya, ada kuis-kuis juga. Dari situ saya termotivasi jadi guru seperti beliau,” tuturnya.

Selama kuliah, Titis merasa FKIP Uniska Kediri benar-benar menjadi rumah bagi semua. Ia tidak pernah mengalami perundungan, justru mendapat dukungan penuh dari teman-teman dan dosen. “Teman-teman nggak pernah membully, malah sering membantu kalau saya kesulitan, terutama saat pelajaran speaking,” kenangnya. Ia juga menuturkan bahwa para dosen selalu memotivasi mahasiswa agar berani bermimpi dan tidak gengsi mengejar cita-cita. “Saya paling ingat nasihat Pak Erwin (salah satu dosen di FKIP Uniska Kediri), katanya kerja apapun jangan malu, yang penting halal. Ada orang jualan bunga lulusan S1, tapi tetap semangat. Itu memotivasi saya,” ucapnya.

Kini, menjelang wisuda, perasaan haru dan lega menyelimuti dirinya. “Alhamdulillah, lega banget. Tanggung jawab di kampus sudah selesai,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kisah Titis menjadi cermin nyata dari komitmen FKIP Uniska Kediri terhadap pendidikan inklusif. Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Angga Prasongko, S.Pd., M.Pd., M.Han, menegaskan bahwa FKIP membuka ruang selebar-lebarnya bagi mahasiswa disabilitas. “Kami menerima dan mendukung penuh mahasiswa disabilitas untuk belajar dan berkembang. Karena semua orang berhak mengenyam pendidikan tanpa terkecuali,” tegasnya.

Bagi Titis, FKIP Uniska Kediri bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuh yang menghargai semua perbedaan. “Di sini semua setara, nggak ada yang dibedakan. FKIP mendukung dan menghargai mahasiswa disabilitas,” ujarnya. Ia pun berpesan kepada teman-teman disabilitas di luar sana, “Jangan pernah nyerah. Coba dulu, apapun yang kita lakukan pasti ada hasil yang membanggakan.”

Baca juga: Tim Debat Fakultas Hukum Uniska Kediri Buktikan Kualitas di Ajang IDJC UNESA 2025

Setelah lulus nanti, Titis berencana tetap bekerja di apotek atau mengajar di sekolah luar biasa (SLB). Baginya, yang terpenting adalah terus berproses dan tidak berhenti belajar. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk tumbuh dan berkontribusi. Di FKIP Uniska Kediri, setiap mahasiswa punya tempat untuk bersinar. Di sini, pendidikan ada untuk semua karena kita semua setara.

]]>