Uncategorized – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id Excellent in Quality Wed, 13 Aug 2025 04:15:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://uniska-kediri.id/wp-content/uploads/2023/01/cropped-uniska-fav-32x32.png Uncategorized – Universitas Islam Kadiri https://uniska-kediri.id 32 32 Arisan Rutin Prodi Akuntansi Jadi Ajang Silaturahmi dan Diskusi Akademik https://uniska-kediri.id/arisan-rutin-prodi-akuntansi-jadi-ajang-silaturahmi-dan-diskusi-akademik/ Wed, 13 Aug 2025 04:15:05 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=8029 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri melalui Program Studi Akuntansi menggelar arisan rutin bulanan pada Rabu, 13 Agustus 2025, di ruang dosen Prodi Akuntansi, Gedung Ulul Albab lantai 2. Kegiatan ini dihadiri seluruh dosen tetap Prodi Akuntansi, termasuk Dekan dan Koordinator Program Studi, yang memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan regulasi teknis, persiapan akademik tahun ajaran baru, Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta sosialisasi pemasaran prodi.

Suasana berlangsung hangat dan penuh canda tawa. Para dosen berkumpul, berbagi cerita, dan berdiskusi santai di sela-sela arisan. Menariknya, dana arisan ini sekaligus digunakan untuk konsumsi, sehingga para peserta merasa ringan karena tidak ada iuran tambahan.

“Arisan rutin di Prodi Akuntansi sebulan sekali bagi saya memberi kesan positif. Tidak hanya sekadar arisan saja, tapi juga ajang untuk berkumpul dosen-dosen akuntansi yang mungkin jarang ketemu meskipun sama-sama tiap hari di kampus. Selain itu, ada beberapa info dari prodi maupun fakultas yang disampaikan secara langsung, yang mungkin saja tidak semua dosen sudah tahu sebelumnya. Acara ini juga tidak terlalu formal, jadi suasananya santai tapi serius. Bahkan bisa dijadikan sarana untuk mempererat silaturahmi dan canda tawa antar sesama dosen akuntansi,” ujar Beby Hilda Agustin, S.E., M.M., dosen tetap Prodi Akuntansi.

Senada, Rike Selviasari, S.E., M.M. menambahkan, “Arisan Prodi Akuntansi hari ini seru! Diskusi kegiatan prodi, sharing pengalaman, dan kolaborasi. Apresiasi kepada semua anggota arisan yang telah hadir. Sampai jumpa di arisan berikutnya.”

Sementara itu, Miladiah Kusumaningarti, S.E., M.M., Ak, Koordinator Prodi Akuntansi, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar arisan. “Arisan ini tidak semata tujuannya adalah arisan, tetapi lebih dari itu, sebagai media silaturahmi dosen internal Prodi Akuntansi, baik yang menjabat struktural, yang tugas belajar, semua ngumpul bareng, saling bertukar pikiran, sambil menikmati cemilan, ketawa-ketiwi. Menyampaikan uneg-uneg dalam suasana santai penuh keakraban. Kegiatan ini rutin dilakukan tiap bulan, dan mengundang internal dekanat FE juga,” tuturnya.

Sebagai tambahan, acara kali ini juga dirangkaikan dengan syukuran atas bertambahnya doktor baru di jajaran dosen Prodi Akuntansi, yaitu Dr. Fitria Magdalena Suprapto, M.A., yang baru saja menuntaskan ujian terbuka Program Doktor Ilmu Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya. Kehadiran beliau sebagai doktor baru disambut hangat oleh seluruh sivitas akademika Prodi Akuntansi.

Dengan suasana guyub dan interaksi yang erat, arisan rutin ini menjadi salah satu wadah penguat kebersamaan sekaligus forum informal untuk membahas hal-hal penting terkait Prodi Akuntansi.

]]>
LPPM Uniska Kediri Monitoring KKN Kolaborasi di SPR Binaan, Fokus pada Pembudidaya Ikan https://uniska-kediri.id/lppm-uniska-kediri-monitoring-kkn-kolaborasi-di-spr-binaan-fokus-pada-pemberdayaan-pembudidaya-ikan/ Sat, 26 Jul 2025 05:00:10 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7801  

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniska Kediri melakukan kunjungan lapang dan monitoring-evaluasi (monev) ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di tiga wilayah Kabupaten Kediri, yaitu Banyakan, Pare, dan Wates, sebagai bagian dari penguatan program KKN berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Tahun ini, KKN Kolaborasi Uniska Kediri ditempatkan di sejumlah Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR), program binaan kampus yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat. SPR adalah wadah pendidikan masyarakat berbasis pemberdayaan yang bertujuan mengembangkan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, SPR tahun ini memfokuskan pembinaan kepada kelompok pembudidaya ikan, khususnya ikan lele.

Di Kecamatan Banyakan, tim LPPM mengunjungi SPR Sahitya Mulia di Desa Sendang. Rombongan disambut oleh Sekretaris Camat Banyakan, Kepala Dusun setempat, serta sembilan wali (anggota kelompok SPR). Mahasiswa KKN terlibat aktif dalam kegiatan edukatif dan praktik budidaya ikan, seperti pengelolaan kolam dan pencatatan hasil panen.

Kunjungan berikutnya dilakukan di Kecamatan Pare, tepatnya di SPR Putra Kawedanan. Turut hadir dalam kegiatan ini sembilan wali dan Ketua SPR, Tukhul Wibowo dari Desa Bendo. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa sangat membantu dalam pendampingan teknis serta promosi hasil budidaya.

Di wilayah Wates, LPPM mengunjungi SPR Mina Wira Sentosa, yang menunjukkan perkembangan positif berkat sinergi antara mahasiswa, kelompok SPR, dan pendamping dari Dinas Perikanan. Mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam penyuluhan, pengembangan pengemasan, serta strategi pemasaran berbasis media sosial.

Kepala LPPM Uniska Kediri, drh. Ertika Fitri Lisnanti, M.Si., menyampaikan bahwa integrasi KKN dengan program SPR merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi yang berkelanjutan. “Kami ingin mahasiswa belajar langsung dari lapangan, dan masyarakat mendapatkan manfaat yang terukur,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala LPPM didampingi oleh Amiril Mukmin, S.Pt., MP., M.Sc. selaku Kepala Sekolah Pemberdayaan Rakyat; Srikalimah, SE., MM. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kolaborasi; serta perwakilan dari Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk wilayah Banyakan, Pare, dan Wates.

Baca juga: Mahasiswa KKN Uniska Kediri Mulai Terjun ke Desa, Siap Aplikasikan Program Unggulan untuk Masyarakat

Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, KKN Kolaborasi Uniska Kediri tahun ini menjadi contoh sinergi produktif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya di sektor perikanan.

]]>
Mereka yang Mengantar Sejarah Kampus: Dua Driver Uniska Kediri, Dua Kisah Pengabdian di Balik Kemudi https://uniska-kediri.id/mereka-yang-mengantar-sejarah-kampus-dua-driver-uniska-kediri-dua-kisah-pengabdian-di-balik-kemudi/ Fri, 25 Jul 2025 13:00:49 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7676 Di antara hiruk-pikuk aktivitas akademik dan kemajuan fisik Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, ada dua sosok yang setiap hari menjalankan peran penting tanpa sorotan kamera dan berita: dua orang driver yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kampus. Mereka adalah Musyafa’ dan Imam Syafi’i, dua pengemudi andalan yang selama lebih dari satu dekade menjadi pengantar setia para pimpinan dan tamu-tamu penting Uniska.

Di sela kesibukan, sejenak duduk bersama. Karena kerja sama bukan hanya soal membagi tugas, tapi juga berbagi cerita.

Bekerja di balik kemudi, keduanya bukan sekadar menyetir kendaraan. Mereka telah mengantar Uniska Kediri melalui berbagai momentum penting, dari kunjungan pejabat negara hingga agenda kerja sama internasional. Seperti halnya Musyafa’, pria kelahiran Kediri, 8 Oktober 1978, yang sudah mengabdi sejak tahun 2010. Salah satu kisah yang tak dilupakannya adalah ketika harus menjemput pejabat negara dari Bandara Juanda Surabaya menuju Kediri—di masa ketika jalan tol belum tersedia.

“Waktu itu ikut patwal, jalanan padat, dan harus tetap tepat waktu. Prinsip saya, keselamatan semuanya nomor satu, dan harus sampai tujuan tepat waktu,” ujarnya sambil tersenyum mengenang.

Ia juga pernah mengalami situasi darurat, seperti saat harus mengantar rombongan tamu dari Malaysia, India, dan Jakarta untuk kegiatan kuliah tamu Pascasarjana. Di tengah perjalanan malam di jalan tol, mobil mengalami masalah dan ban harus diganti. “Penumpang penuh, malam hari, tapi kami tetap tenang. Sudah biasa menghadapi situasi mendadak,” kata Musyafa’ yang mengingat momen itu sebagai pelajaran berharga.

Hal serupa dirasakan oleh Imam Syafi’i, yang lahir di Kediri pada 12 Desember 1976. Ia mulai bergabung sebagai driver Uniska Kediri pada pertengahan 2016. Meski tergolong baru dibanding Musyafa’, dedikasinya tak kalah besar. Imam telah berkali-kali mengantar tamu negara dan mengikuti standar operasional protokol dengan ketat. “Seberat apa pun tugas, cintailah kerjamu. Semua akan terasa ringan. Itu prinsip saya,” ujarnya mantap.

Meski pekerjaan mereka terkesan di balik layar, tanggung jawab yang dipikul tidaklah ringan. Rutinitas seperti memeriksa oli, tekanan ban, hingga membersihkan kendaraan luar dan dalam. Keduanya juga bertanggung jawab terhadap kelengkapan dokumen kendaraan dan pelaporan pajak, berkoordinasi langsung dengan pihak yayasan.

Kabag Umum Uniska memberikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas para driver kampus—mereka yang senyap namun berperan besar dalam menjaga kelancaran operasional dan citra institusi.

Kepala Bagian Umum Uniska, Lusi Sulistyorini, S.E., pun mengakui peran penting dan dedikasi mereka. “Beliau berdua sangat berdedikasi dan semua demi kampus Uniska. Mereka tahu kapan harus cepat, kapan harus berhenti, dan bagaimana menjaga marwah kampus saat membawa tamu penting. Mereka bertugas tidak kenal waktu. Kadang subuh berangkat, pulang larut malam,” ungkapnya.

Baca juga: Uniska Kediri Gelar Pelatihan AI untuk Penulisan Ilmiah Bereputasi: Komitmen Nyata Menuju Kampus Berdampak

Kini, dengan usia pengabdian yang semakin matang, Musyafa’ dan Imam Syafi’i tetap setia menjalankan tugas mereka. Tidak hanya sebagai pengemudi, tetapi sebagai saksi diam yang mengantar setiap langkah perubahan kampus. Mereka adalah bagian dari narasi panjang Uniska—yang tak tertulis dalam dokumen resmi, tapi hidup dalam setiap perjalanan, senyap tapi bermakna. Karena bagi mereka, pekerjaan bukan soal besar kecilnya jabatan, tapi bagaimana menjalaninya dengan cinta dan tanggung jawab.

 

]]>
Istighosah Rabu di Masjid Al-Ittihad: Menyatukan Iman, Ilmu, dan Amal https://uniska-kediri.id/istighosah-rabu-di-masjid-al-ittihad-menyatukan-iman-ilmu-dan-amal/ Thu, 24 Jul 2025 07:34:08 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7766

Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri terus berkomitmen memadukan nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan kampus. Salah satunya melalui kegiatan istighosah rutin setiap hari Rabu di Masjid Al-Ittihad, Kampus Uniska Kediri. Kegiatan ini diawali dengan salat Dhuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan istighosah bersama, diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan.

Wakil Rektor III Uniska, Dr. Miftahul Munir, SE.,M.M., menyampaikan bahwa istighosah ini bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga menjadi media penguat kebersamaan dan semangat pengabdian sivitas akademika. “Istighosah ini bertujuan untuk memupuk semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap Uniska. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah-Nya, menjadikan kampus kita semakin maju, dan semuanya semakin mampu berkontribusi nyata,” ungkapnya.

Kegiatan ini dipimpin secara bergiliran oleh tokoh-tokoh spiritual kampus, yaitu KH. Drs. Syaifullah Efendi, KH. Khayatudin, S.H., M.H., Drs. Sukandar, M.Sy., dan M. Yalis Shokhib, S.HI., M.HI.. Suasana khusyuk dan penuh makna mewarnai kegiatan istighosah yang kini telah menjadi bagian dari rutinitas ibadah sivitas akademika Uniska.

Baca juga: Ziaroh Kediri: UNISKA Kediri Gelar Kegiatan Spiritual Tahunan sebagai Wujud Kampus Berdampak

Dengan menggabungkan iman, ilmu, dan amal, Uniska berharap kegiatan ini menjadi penguat ruhani yang berdampak pada kualitas kerja dan pengabdian. Ke depan, kegiatan ini akan terus dilestarikan sebagai wujud nyata Uniska dalam membangun kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai spiritual dan moral.

]]>
Cerita OrtUniska: di Kampus Berkarya, di Rumah Bahagia https://uniska-kediri.id/cerita-ortuniska-di-kampus-berkarya-di-rumah-bahagia/ Wed, 23 Jul 2025 12:00:54 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7729 Menjadi dosen atau tenaga kependidikan bukan hanya tentang tanggung jawab di ruang kelas dan kantor. Bagi para sivitas akademika Universitas Islam Kadiri (Uniska), peran profesional ini dijalani beriringan dengan satu tanggung jawab besar lainnya: menjadi orang tua yang hadir dan peduli di rumah.  Happy Children’s Day 2025!

]]>
Mahasiswa KKN Uniska Kediri Mulai Terjun ke Desa, Siap Aplikasikan Program Unggulan untuk Masyarakat https://uniska-kediri.id/mahasiswa-kkn-uniska-kediri-mulai-terjun-ke-desa-siap-aplikasikan-program-unggulan-untuk-masyarakat/ Wed, 23 Jul 2025 08:33:34 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7707 Mahasiswa Universitas Islam Kadiri (Uniska) peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 telah mulai terjun ke lapangan sejak Senin, 21 Juli 2025, untuk melaksanakan pembukaan kegiatan di desa masing-masing. Setiap kelompok didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan disambut secara langsung oleh kepala desa serta perangkat desa. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa Uniska di tengah masyarakat dengan membawa program kerja yang dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan lokal.

Di Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, mahasiswa KKN yang dibimbing oleh David Novan Setyawan, S.H., M.H melaksanakan kegiatan pembukaan mereka pada 21 Juli 2025 di Balai Desa. Salah satu program yang akan dijalankan adalah sosialisasi tentang pencegahan narkoba. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan bahaya narkoba serta pentingnya menjaga lingkungan sosial yang sehat dan aman.

Masih pada hari yang sama, kelompok lain yang berada di bawah bimbingan Dr. Saivol Virdaus, S.Sy., M.H juga melaksanakan pembukaan kegiatan di Balai Desa Donganti, Kecamatan Plosoklaten. Sebanyak 32 mahasiswa siap menjalankan program pengabdian, di antaranya hilirisasi produk pertanian dan layanan konsultasi hukum gratis. “Program ini kami susun berdasarkan hasil observasi dan diskusi awal dengan warga. Harapannya bisa memberi manfaat nyata,” terang Dr. Saivol.

Di Kelurahan Banaran, Kota Kediri, mahasiswa KKN di bawah bimbingan Widyana Rahmatika, S.P., M.P juga memulai pengabdian mereka pada 21 Juli 2025. Program kerja yang dijalankan antara lain digitalisasi UMKM untuk membantu pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan teknologi digital, serta sosialisasi bullying yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Selain itu, mahasiswa juga menyusun profil kelurahan sebagai dokumentasi potensi daerah. Salah satu program yang akan dijalankan adalah pembuatan chilli oil, yang merupakan bagian dari program kolaboratif bersama Bank Indonesia (BI) untuk mendukung inovasi produk pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Widyana berharap KKN ini nanti menjadi ajang mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya untuk membangun desa. 

“Melalui KKN ini, saya harap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajari di kampus untuk berkontribusi positif bagi kemajuan desa,” ujarnya.

Selanjutnya, pada Selasa, 22 Juli 2025 pukul 09.00 WIB, kelompok mahasiswa bimbingan Erwin Syahputra, S.E., M.M melakukan pembukaan kegiatan KKN di Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Salah satu program mereka nantinya berupa hilirisasi rempah kapulaga yang akan diolah menjadi bumbu bubuk siap pakai. Program ini juga merupakan program kolaborasi dengan Bank Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal seperti kapulaga bisa punya nilai ekonomi lebih jika diolah dan dikemas dengan baik,” jelas Erwin saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, di Desa Jengglungharjo, Kabupaten Tulungagung, kelompok mahasiswa bimbingan Citra Dwi Kusumawardani, S.ST., M.T baru melaksanakan pembukaan KKN pada 23 Juli 2025, dan bertempat di Balai Desa Jengglungharjo. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Desa, perwakilan Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sebanyak 32 mahasiswa diterjunkan dengan program unggulan seperti bantuan pemulihan UMKM melalui digital marketing, untuk mendukung pelaku usaha desa dalam meningkatkan jangkauan pemasaran secara daring. Selain itu, mereka juga menjalankan program hilirisasi pangan berbasis pemanfaatan pisang, yang diolah menjadi produk bernilai jual untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian warga. 

Baca juga: Uniska Lepas 943 Mahasiswa dalam Acara Pelepasan dan Pembukaan KKNT 2025: Wujudkan Kolaborasi Inovatif dan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Mandiri

Dengan berbagai program yang dibawa, mahasiswa KKN Uniska siap berkontribusi secara nyata melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi bersama masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberi solusi dan dampak positif yang berkelanjutan.

]]>
Uniska Kediri Gelar Pelatihan Bersama Unesa: Perkuat Kapasitas Pengembangan Konten Promosi Digital https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-gelar-pelatihan-bersama-unesa-perkuat-kapasitas-pengembangan-konten-promosi-digital/ Tue, 22 Jul 2025 07:52:18 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7689 Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menyelenggarakan pelatihan bertajuk Perancangan dan Pengembangan Konten Promosi Digital pada Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Ruang F, lantai 7 Gedung Ulil Albab UNISKA Kediri. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara UNISKA dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam rangka penguatan kapasitas institusi, khususnya di bidang desain komunikasi visual dan promosi digital berbasis teknologi. Sekitar 70 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka hadir mengenakan atasan putih dan jas almamater sebagai bentuk partisipasi yang profesional.

Foto bersama seluruh peserta dan narasumber kegiatan Pelatihan Perancangan dan Pengembangan Konten Promosi Digital antara UNISKA dan UNESA, Selasa, 22 Juli 2025 di Gedung Ulil Albab UNISKA Kediri.

Wakil Rektor IV UNISKA Kediri, Dr. Supriyono, S.P., M.P., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada tim UNESA yang telah berbagi pengetahuan kepada sivitas UNISKA. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin. “Terima kasih kepada tim UNESA yang sudah hadir dan membagikan ilmunya. Kesempatan seperti ini tidak selalu datang, jadi saya harap para peserta benar-benar menyerap dan menerapkannya,” ujarnya di hadapan peserta.

Dr. Asidigisianti Surya Patria, S.T., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi D4 Desain Grafis UNESA yang hadir mewakili tim, menyampaikan bahwa promosi digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi kelembagaan. Ia mengatakan, “Promosi digital saat ini sangat dekat dengan kita. Kita perlu mengembangkan konten yang tidak hanya berasal dari universitas, tapi juga dari fakultas dan bahkan mahasiswa, agar bisa menyampaikan pesan institusi secara lebih luas dan kreatif.”

Materi inti dalam pelatihan ini disampaikan oleh dua dosen UNESA yang juga praktisi di bidang desain dan komunikasi digital, yakni Irhamna Nirbhaya Carreca, S.T., M.MT., dan Mochammad Abdul Machfud, S.I.Kom., M.B.A. Dalam paparannya, Irhamna menekankan bahwa strategi konten promosi harus dimulai dari pemahaman terhadap tujuan dan audiens. “Sebelum kita bicara soal desain atau visual, kita harus tahu dulu siapa audiens kita dan apa tujuan komunikasi kita. Konten akan efektif jika diarahkan secara tepat,” jelasnya. Sementara itu, Machfud memaparkan tentang pentingnya visual branding dan pengelolaan media sosial secara konsisten untuk membangun citra institusi. Materi yang dibawakan memadukan teori dengan studi kasus, sehingga peserta bisa langsung membayangkan aplikasinya dalam konteks promosi kampus.

Baca juga: UNISKA Kediri Gelar Pelatihan AI untuk Penulisan Ilmiah Bereputasi: Komitmen Nyata Menuju Kampus Berdampak

Kegiatan pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen UNISKA Kediri dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi digital. Melalui kerja sama strategis dengan UNESA, UNISKA Kediri berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu agenda, tetapi berlanjut dalam bentuk proyek bersama, pendampingan lanjutan, hingga produksi konten promosi yang lebih terstruktur dan berdampak. Dengan keterlibatan aktif dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa—terutama melalui peran UKM—UNISKA menunjukkan keseriusannya menjadi kampus yang progresif, terbuka terhadap inovasi, dan siap tampil kuat di ruang digital sebagai bagian dari kampus berdampak.

]]>
Kolaborasi Berkelanjutan: FE Uniska Kediri dan BI Kediri Bahas PKL hingga Konferensi Internasional https://uniska-kediri.id/kolaborasi-berkelanjutan-fe-uniska-kediri-dan-bi-kediri-bahas-pkl-hingga-konferensi-internasional/ Mon, 21 Jul 2025 03:36:15 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7748 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri yang terdiri dari Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh pihak BI ke FE Uniska dalam rangka kuliah tamu pada 13 Juni 2025. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, dan berlangsung selama hampir dua setengah jam.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda penting, antara lain pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Ekonomi di BI Kediri, peluang program beasiswa Bank Indonesia (GenBI) yang telah diterima oleh beberapa mahasiswa FE Uniska, potensi pengembangan kerja sama di bidang riset serta tri dharma perguruan tinggi lainnya, dan partisipasi BI Kediri sebagai mitra dalam 2nd International Conference on Accounting, Management, Economics, and Islamic Banking (ICAMEKA) yang akan diselenggarakan oleh FE Uniska pada bulan November mendatang.

Dr. Ujang Syahrul Mubarrok, S.E, S.S, M.Si, M.M selaku Dekan Fakultas Ekonomi menyampaikan langsung, “Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari pihak Bank Indonesia Kediri. Kerja sama ini sangat strategis dalam mengembangkan kapabilitas mahasiswa kami, khususnya dalam praktik kerja dan perluasan wawasan di dunia ekonomi nyata.” Ia hadir bersama lima pimpinan fakultas lainnya, yaitu Dr. Marhaendra Kusuma (Wakil Dekan), Taufik Akbar, S.E., M.E. (Koorprodi Manajemen), Miladiah Kusumaningarti, S.E., M.M, Ak (Koorprodi Akuntansi), Dr. Nur Hidayati, S.E, M.M (Kepala GJM), dan Zulfia Rahmawati, S.E, M.S.E.I (Sekretaris ISEI Mataraman).

Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan antusiasmenya terhadap penguatan kerja sama dengan FE Uniska. “Kami menyambut baik ajakan kerja sama ini. Kami juga siap berpartisipasi sebagai speaker dalam konferensi internasional FE Uniska yang akan datang,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan lembaga otoritas moneter dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Kepala Seksi Kehumasan BI Kediri, Purnaning Dyah Saraswati, turut menambahkan bahwa BI Kediri terbuka menerima mahasiswa PKL dari FE Uniska sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku di instansi mereka. “Selama mahasiswa memenuhi persyaratan dan disiplin mengikuti jadwal, kami siap memberikan ruang belajar praktis di kantor kami,” katanya.

Kesan positif juga disampaikan oleh Dr. Nur Hidayati, Kepala Gugus Jaminan Mutu FE Uniska. Ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini akan berdampak nyata bagi sivitas akademika. “GJM sangat mendukung kolaborasi FE Uniska dengan BI, karena bisa menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan serta mengembangkan ilmu secara konkret di bidang ekonomi,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, kedua pihak mendapatkan manfaat yang signifikan. Bagi BI, kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi kebijakan, pemberdayaan pendidikan melalui beasiswa, dan penyaluran pengalaman kerja kepada mahasiswa. Sementara itu, bagi FE Uniska, kegiatan ini membuka peluang besar dalam peningkatan kompetensi mahasiswa, pelaksanaan PKL, dan perluasan jaringan akademik dengan praktisi profesional.

Baca juga: Mahasiswa FE UNISKA Kediri Antusias Ikuti Sosialisasi Program Pertukaran Mahasiswa Inbound FEB UB

Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara Fakultas Ekonomi Uniska dan Bank Indonesia Kediri, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada pengembangan kompetensi mahasiswa dan sivitas akademika. Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga otoritas ekonomi ini diharapkan terus berlanjut, sejalan dengan komitmen Uniska dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat dan dunia profesional.

]]>
UNISKA Kediri Gelar Pelatihan AI untuk Penulisan Ilmiah Bereputasi: Komitmen Nyata Menuju Kampus Berdampak https://uniska-kediri.id/uniska-kediri-gelar-pelatihan-ai-untuk-penulisan-ilmiah-bereputasi-komitmen-nyata-menuju-kampus-berdampak/ Mon, 14 Jul 2025 03:21:41 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7491 Senin, 14 Juli 2025, Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menyelenggarakan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) dalam Penulisan Karya Ilmiah Bereputasi yang bertempat di Ruang Rapat Universitas lantai 1 pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis UNISKA Kediri dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui peningkatan kapasitas publikasi dosen dengan dukungan teknologi mutakhir.

Foto bersama usai pembukaan Pelatihan AI dalam Penulisan Karya Ilmiah Bereputasi pada Senin (14/07) di Ruang Rapat Universitas UNISKA Kediri. Tampak Ketua YBCMP H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., Rektor UNISKA Kediri Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., narasumber Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., serta para peserta pelatihan yang terdiri dari dosen-dosen UNISKA. Momen ini menandai komitmen bersama dalam mewujudkan kampus berdampak melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah.

Rektor UNISKA Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa publikasi ilmiah menjadi kunci penting dalam pencapaian akreditasi unggul. “Tujuan kita menjadi titik akademis. Prodi harus terakreditasi unggul. Kelemahan utama kita adalah publikasi dosen. Kalau mau unggul, tidak cukup hanya mengajar—harus ada publikasi, dan bukan sembarang publikasi,” ujarnya tegas. Ia juga menekankan bahwa alasan kesibukan tidak boleh menjadi hambatan. “Publikasi harus ditargetkan pada jurnal bereputasi seperti Scopus atau WoS. Tidak ada alasan pekerjaan banyak. Kita harus punya integritas untuk memajukan UNISKA bersama.”

Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP), H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat mendukung pelatihan AI ini karena sejalan dengan komitmen yayasan untuk memajukan universitas. Ini bagian dari upaya kolektif untuk membawa UNISKA Kediri bangkit dan lebih maju,” ujarnya.

H. Rinto Harno menegaskan pentingnya implementasi dari pelatihan ini. “Harapan kami, bukan hanya menerima materi, tapi harus dijalankan. Jangan berhenti di tengah jalan karena merasa sulit. Semua bisa dijalani dengan baik jika ada kemauan,” pesannya. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin di lingkungan kampus.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T. dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang dikenal luas dalam pengembangan dan pelatihan kecerdasan buatan di bidang pendidikan. Dalam paparannya, Dr. Warju menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dapat meningkatkan efisiensi penulisan ilmiah, membantu analisis data, dan memperluas akses menuju jurnal internasional bereputasi.

Melalui pelatihan ini, UNISKA Kediri kembali menunjukkan kesungguhannya dalam mewujudkan visi sebagai kampus berdampak yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Dengan sinergi antara pimpinan universitas, yayasan, dan pakar AI, UNISKA Kediri siap mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

]]>
Menembus Batas, Menebar Ilmu: Cerita Entusiastik Menempuh Studi S3 di NTU dengan Beasiswa LPDP https://uniska-kediri.id/menembus-batas-menebar-ilmu-cerita-entusiastik-s-s-m-a-menempuh-studi-s3-di-ntu-dengan-beasiswa-lpdp/ Sun, 13 Jul 2025 04:21:25 +0000 https://uniska-kediri.id/?p=7460 Perjalanan akademik Entusiastik, S.S., M.A., dosen muda FKIP Universitas Islam Kadiri (UNISKA), kini berlanjut hingga ke jenjang doktoral. Dengan semangat belajar yang tak pernah padam, Ia kini menempuh studi S3 di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, salah satu kampus terbaik dunia. Dalam sebuah wawancara khusus, Ia berbagi kisah inspiratif tentang motivasi, tantangan, dan harapannya untuk pendidikan Indonesia.

Entusiastik, S.S., M.A.: “Belajar adalah tanggung jawab, bukan beban. Pendidik harus menjadi teladan—walk the talk, lead by example”.

Bisa diceritakan latar belakang pendidikan dan bidang keahlian Ibu sebelum melanjutkan studi S3 di NTU?

Saya lulus S1 dari Program Studi Sastra Inggris, Universitas Airlangga, dan S2 dari program Master of Arts in Teaching of English for Speakers of Other Languages (TESOL) atau Pendidikan Bahasa Inggris, University College London, UK. Bidang keilmuan saya adalah metodologi pembelajaran bahasa dan pengembangan profesi guru bahasa.

Apa yang memotivasi Ibu untuk melanjutkan studi S3, khususnya ke luar negeri?

Sebagai seorang pendidik, dan seiring dengan perkembangan paradigma keilmuan, saya merasa perlu untuk terus mengembangkan diri dan pengetahuan saya. Menempuh studi lanjut merupakan salah satu cara untuk tetap up-to-date dengan perkembangan keilmuan.

Mengapa memilih NTU sebagai tempat studi?

Saya menganggap pendidikan sebagai sebuah investasi. Maka, penting untuk memilih institusi terbaik agar—harapannya—saya mendapatkan pengalaman belajar terbaik pula. NTU memiliki reputasi global yang sangat baik, dan dalam bidang pendidikan, kampus ini masuk dalam 10 besar universitas terbaik dunia menurut QS World University Rankings for Education and Training 2025. Fakultas saya, National Institute of Education (NIE), NTU, merupakan mitra Kementerian Pendidikan Singapura dalam melatih para guru di sana. Hal ini menjadi nilai plus karena saya dapat mempelajari secara langsung bagaimana pemerintah Singapura mendesain pelatihan dan program pengembangan profesi bagi guru. Selain itu, Singapura adalah negara modern yang tetap berpegang pada identitasnya sebagai negara multikultural. Terakhir, lokasi kampus yang berada di Singapura juga menjadi pertimbangan karena tidak terlalu jauh dari Indonesia.

Bagaimana proses yang Ibu lalui untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP luar negeri jalur reguler non-LoA, yang tahapannya terdiri atas seleksi administratif, Tes Bakat Skolastik, dan tes wawancara. Hal-hal yang saya persiapkan sebelum mengikuti seleksi tersebut antara lain meriset perguruan tinggi tujuan (menentukan tiga perguruan tinggi tujuan), mendapatkan surat rekomendasi dari atasan atau tokoh masyarakat, sertifikat IELTS, menulis esai yang dipersyaratkan LPDP (tentang potensi diri dan kontribusi untuk negeri), serta menyusun proposal penelitian.

Apa tantangan terbesar dalam proses seleksi beasiswa dan bagaimana cara Ibu mengatasinya?

Karena saya mendaftar di jalur non-LoA, menurut saya yang paling menantang adalah mempersiapkan Tes Bakat Skolastik (semacam tes potensi akademik), terutama untuk bagian kemampuan numerik atau kuantitatif. Untuk persiapan tes, saya mengerjakan latihan soal dari sumber daring maupun video YouTube.

Adakah tips untuk dosen atau mahasiswa yang ingin mengikuti jejak serupa?

Tips untuk mengikuti seleksi beasiswa adalah mempersiapkan segala persyaratan jauh-jauh hari. Jika ingin berkuliah ke luar negeri, diperlukan persiapan ekstra yang meliputi kompetensi berbahasa asing, proposal riset yang komprehensif, serta riset dan korespondensi dengan calon supervisor. Penting diingat bahwa kesiapan untuk belajar di luar negeri tidak hanya sebatas aspek akademik—beradaptasi dengan sistem akademik yang memiliki pola dan beban belajar berbeda dari Indonesia—tetapi juga kesiapan psikologis untuk menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan baru, hidup mandiri, serta jauh dari kerabat dan keluarga.

Seperti apa suasana belajar dan penelitian di NTU?

Overall, it’s highly enriching and motivating. Berada di kelas dan berdiskusi dengan profesor maupun teman-teman yang berasal dari latar belakang budaya dan pengalaman berbeda sangat membuka wawasan. Sedangkan dalam penelitian, selain bertukar pikiran dengan supervisor terkait rencana penelitian, terdapat banyak workshop maupun research group meeting yang membuat saya semakin terekspos dengan penelitian terbaru di bidang terkait dari rekan sejawat, serta belajar tren penelitian di bidang English Language Teaching secara umum dari para profesor di sana.

Di tengah atmosfer akademik yang dinamis dan inovatif, Entusiastik, S.S., M.A. memanfaatkan setiap momen di kampus Nanyang Technological University (NTU) untuk memperkaya wawasan dan menggali ide-ide segar dalam bidang pendidikan bahasa. “Belajar adalah proses untuk tahu lebih, bukan sekadar mengejar angka,” ungkapnya.

Bagaimana sistem pendidikan dan penelitian di NTU?

NTU sangat mendorong inovasi yang dilandasi kreativitas dan orisinalitas gagasan tanpa mengesampingkan etika akademik. Mahasiswa maupun peneliti di sana diberikan ruang untuk mengembangkan ide penelitian dengan sistem pendukung yang memadai, baik dalam hal sumber daya finansial, waktu, maupun akses ke literatur. Sehingga, penelitian yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdampak dan mendorong kemajuan keilmuan. Setiap tahapan dan keputusan yang saya ambil terkait rencana penelitian harus selalu dijustifikasi secara ilmiah. Setiap karya ilmiah (final term paper) dalam mata kuliah didesain tidak hanya untuk menunjukkan pemahaman terhadap apa yang sudah dipelajari, tetapi juga untuk mendorong pemahaman baru terkait suatu fenomena atau isu. Peer-feedback maupun feedback dari profesor sangat membantu dalam mengarahkan konten tulisan. Orisinalitas tulisan dijamin tidak hanya dari tingkat kemiripan tulisan dengan sumber lain (melalui pengecekan Turnitin), tetapi juga dalam hal penggunaan AI—penulis diminta mendeklarasikan dan melampirkan bukti tangkapan layar penggunaan AI dalam penulisan paper.

Bagaimana Ibu menyesuaikan diri dengan lingkungan internasional di NTU?

Meskipun saya sudah pernah belajar di luar negeri sebelumnya, belajar di NTU tetap membutuhkan proses adaptasi tersendiri karena mahasiswa di sana sangat kompetitif dan kritis. Sangat penting untuk memiliki disiplin dan manajemen waktu yang baik, sehingga saat datang ke kelas, kita sudah membaca dan memahami materi yang akan didiskusikan. Meskipun profesor hampir selalu menyampaikan agar mahasiswa tidak takut bertanya tentang apa pun dan tidak ada pertanyaan yang bodoh, menurut saya, dengan mempersiapkan diri dengan baik, kita tidak akan membuang waktu di kelas untuk membahas hal-hal yang sudah tercantum di bahan bacaan. Dengan begitu, waktu diskusi di kelas menjadi lebih efektif. Sebagai mahasiswa internasional, saya juga terus mengasah kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris agar lebih bisa menyampaikan pemikiran dengan jelas dan terstruktur.

Apa kesan paling berharga yang Ibu rasakan selama menempuh pendidikan di NTU?

Hmm… agak sulit menjawab pertanyaan ini karena pengalaman belajar saya baru berjalan satu semester. Sejauh ini, saya sangat merasa terbantu dengan sistem akademik yang diterapkan di NTU. Kalender akademik, LMS, kualitas para pengajar dan bahan bacaan, koleksi perpustakaan, serta ruangan khusus untuk mahasiswa peneliti, semuanya menunjang mahasiswa agar dapat menjalankan perkuliahan dan riset dengan baik dan teratur. Yang paling berkesan mungkin adalah pengalaman menjadi mahasiswa dan belajar di kelas yang diampu oleh seorang key scholar — sosok yang biasanya hanya saya kenal dari artikel jurnal atau wajahnya hanya terlihat di flyer konferensi internasional.

Apa pengalaman paling berkesan selama tinggal di Singapura, baik secara akademik maupun non-akademik?

Yang paling mengesankan tentang Singapura adalah tingkat kebersihan, efisiensi, ketersediaan ruang hijau (green space), dan tingkat keamanan di sana. Misalnya, saat makan di Hawker Center (sebutan untuk foodcourt atau pujasera di sana), kita tidak perlu khawatir meninggalkan tas atau barang bawaan di meja. Selain itu, meskipun saya sering pulang malam dari kampus (di atas pukul 9 malam), suasana di jalan masih ramai dan aman, dan transportasi umum juga sangat memadai.

Bagaimana peran NTU dan beasiswa LPDP dalam mendukung pengembangan keilmuan dan kapasitas pribadi Ibu?

LPDP mencukupi semua kebutuhan finansial para awardee, tidak hanya sebatas tuition fee (SPP) dan living allowance (biaya hidup bulanan), tetapi juga memberikan tunjangan buku, tunjangan untuk mengikuti international conference, maupun tunjangan untuk publikasi. Selain itu, LPDP memberikan dukungan bagi para awardee baik melalui jalur komunikasi/konseling secara langsung maupun melalui jaringan yang dibentuk oleh para awardee di kelurahan (sebutan untuk negara) masing-masing. Di Kelurahan Singapura, para awardee juga aktif mengadakan event maupun informal gathering.

Duduk tenang di perpustakaan NTU yang modern dan lengkap, Entusiastik, S.S., M.A. memaknai riset sebagai proses menemukan kebaruan dan kontribusi bermakna. Akses literatur yang luas dan suasana belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam perjalanannya menempuh studi doktoral di bidang pendidikan.

Setelah menyelesaikan studi S3, apa rencana kontribusi lanjutan Ibu di UNISKA Kediri?

Saya rasa saya akan melanjutkan apa yang sudah saya lakukan selama ini. Fokus utama saya adalah menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berkualitas dan bermakna bagi mahasiswa. Selain itu, saya juga ingin rutin mengadakan event kolaborasi, seperti online workshop yang dulu pernah kami selenggarakan, misalnya dengan UM, RELO, dan lain-lain. Tentunya, saya ingin secara konsisten terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, khususnya di bidang pembelajaran bahasa Inggris.

Bagaimana Ibu melihat peran dosen yang berpendidikan global dalam pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di UNISKA Kediri?

Dosen dengan wawasan global berpotensi untuk menjadi penjembatan pada knowledge gap yang mungkin masih ada karena di Indonesia akses terhadap literatur ilmiah maupun tingkat literasi belum merata. Negara yang maju identik dengan kualitas SDM yang baik, dan kualitas SDM yang baik bergantung pada pendidikan yang berkualitas dan merata. Pendidikan berkualitas seharusnya berdampak pada semangat belajar, semangat untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan pengetahuan. Belajar adalah proses untuk tau lebih dan bukan sekadar untuk mendaptkan sebuah angka tanpa bobot pemahaman. Begitu pula dengan penelitian. Proses meneliti adalah proses menemukan jawaban dan kebaruan, bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban.

Apa pesan Ibu bagi mahasiswa dan dosen muda agar tetap semangat mengejar pendidikan tinggi?

Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika pendidik dan pendidikan bergerak ke arah yang lebih baik. Bagi pendidik, belajar adalah sebuah tanggung jawab, bukan sebuah beban. Pendidik adalah role model, so we need to walk the talk, and lead by example.

Entusiastik, S.S., M.A. adalah contoh nyata bahwa ketekunan dan komitmen terhadap pendidikan akan membuka banyak pintu. Kisahnya adalah semangat untuk terus belajar, dan panggilan untuk membawa perubahan di dunia pendidikan. UNISKA Kediri bangga memiliki pendidik berdedikasi dalam membangun kampus berdampak, yang bukan hanya mengajar—tetapi juga menginspirasi.

]]>